Pages

Update

Mari Memandang Dengan Kacamata Yang Berbeda

Selasa, 15 Desember 2009

Manusia memang bodoh dan serakah, tamak dan angkuh..terkadang menutupi busuknya dengan menyemprot parfum dusta disekujur tubuhnya. menari dan berputar ala balerina di atas roda kehidupannya dengan anggun, walau tariannya tak nampak indah; tetap menari dengan sesumbar, bahkan bersalto dan jungkir balik memutar arah semestinya. terkadang menginjak yang lain tetap dipijak. manusia memang istimewa!!!

Mari memandang dengan kacamata yang berbeda, dengan sudut dan kemiringan yang berbeda. tak perlu untuk membaca kompas dan membuka peta untuk mengetahui di mana manusia senang menceburkan kepalanya, bahkan membenamkan dirinya.

Manusia dengan sombong menolak surga, memasukkan dirinya ke dalam neraka tidak cuma dengan kata-kata. pola prilakunya pun turut membenarkan. tak ada satupun manusia yang takut akan neraka, perbuatannyalah yang membenarkannya. manusia cuma takut kepada penjara, sanksi sosial, dan stigma negatif..manusia sama sekali tak takut pada neraka. mari memandang dengan kacamata yang berbeda.

Bibirnya pun selalu berkontradiksi dengan kelakuannya, tak sejalan namun seirama; irama kebohongan!!! Manusia memang istimewa, manusia adalah makhluk sosial; selalu takut kepada sanksi sosial, sama sekali tak takut kepada Neraka..
Mari memandang dengan kacamata yang berbeda, manusia lebih memilih Neraka ketimbang Penjara..
Mari memandang dengan kacamata yang berbeda, mungkin kelak manusia pun tak lagi takut kepada Tuhan...

Anekdot

Minggu, 13 Desember 2009

Minggu Sore, 13 Desember 2009, Saya Sempat membaca Status dari seorang kawan pada salah satu situs jejaring sosial. isinya kurang lebih seperti ini :

"Perubahan itu tidak akan terjadi hanya dengan duduk di ruang-ruang seminar kawan!!!"


Dengan Iseng-iseng saya pun memberi komentar :

Perubahan yang terkecil diawali dari diri sendiri..

Biasanya perubahan yang terkecil dimulai ketika menghadapi masa-masa krisis dmana kita dituntut untuk berpikir kritis.
perjalanan ke gunung dengan segala keterbatasan yang terencana serta kawan-kawan yang asik bisa membuka mata bahwa penderitaan ternyata juga bisa menyenangkan. setiap langkah merupakan perpaduan antara akal, pikir, dan fisik; menjaga setiap langkah dapat berarti pula menjaga pola hidup.
memaknai perjalanan ke gunung dapat juga berarti memaknai hidup. tidak semua orang yang mampu memaknai, tapi setidaknya pasti ada 1 diantara 10. perjalanan ke gunung mungkin bisa menjadi tutorial yg baik untuk perubahan, lebih hidup dari seorang trainer sekalipun. saya menulis, saya berbicara, karena saya pernah ada disana dan sempat untuk memaknainya.

9 Desember 2009

Kamis, 10 Desember 2009

9 Desember 2009, yang diperingati sebagai hari anti korupsi sedunia, Makassar berwarna-warni oleh jas almamater mahasiswa Makassar dari berbagai universitas. Mereka tumpah ke jalan melakukan aksi demonstrasi, orasi, longmarch dan konvoi. Mereka yang turun ke jalan dengan berbagai alasan, namun satu hal yang pasti; mereka adalah Mahasiswa yang anti terhadap korupsi dan menginginkan perubahan. Setidaknya REFORMASI TOTAL bukanlah sebuah harapan yang kosong!!!

Hari ini adalah hari yang bersejarah dalam dunia pergerakan mahasiswa Makassar. Hari dimana mereka yang turun ke jalan mengukir sebuah sejarah bahwa ternyata Makassar juga mampu untuk mengawali sebuah revolusi. Mereka yang turun ke jalan dengan setumpuk harapan untuk mengubah potret buram pemerintahan, Mereka yang di tengah terik matahari Makassar yang rela mengorbankan waktu ujian final mereka demi sebuah sikap tegas, REFORMASI TOTAL!!! semoga ALLAH SWT membalas kebaikan mereka dengan melipatgandakan amalan mereka.

Dari selebaran kertas yang kudapatkan di bawah flyover tol Reformasi dari seorang teman yang mengenakan jas merah,berikut adalah kutipan yang bisa saya sajikan :

PERNYATAAN SIKAP
ALIANSI REFORMASI TOTAL

Jika kau bukan bagian dari penyelesaian maka kau adalah bagian dari permasalahan….

Bayangkan jika uang Negara sebesar 6,7 triliun rupiah dari hasil pajak yang dibebankan dari rakyat itu digunakan untuk kepentingan penguasa, sementara di lain pihak 40% dari penduduk Indonesia berusaha bernafas di tengah harga kebutuhan pokok yang membumbung tinggi agar dapurnya tetap mengepul bahkan untuk sehari saja!!!

Harapan bahwa di bawah rezim SBY – Boediono akan membawa pada kesejahteraan rakyat dan penegakan hukum yang adil bagi seluruh warga Negara pasca pemilu lalu hanyalah kesia-siaan belaka. Kasus Prita Mulyani yang mendapatkan hukuman dan denda hingga 240 juta rupiah hanya karena mengungkap kebobrokan pelayanan kesehatan di RS OMNI INTERNASIONAL. Kasus seorang nenek yang hanya mengambil 3 buah kakao yang jatuh di tanah, dimejahijaukan dan mendapatkan hukuman tahanan selama sebulan. Penggusuran tanah dan pengambilalihan secara paksa oleh PTPN (institusi pemerintah), disertai penembakan terhadap petani yang sawahnya dirampas seperti di Takalar dan Sumatera Selatan. Ditambah lagi penembakan yang dilakukan anggota POLRI yang menewaskan seorang sopir angkot di Jakarta. Hanyalah beberapa bukti betapa hukum dan keadilan di Negara ini tak pernah berpihak terhadap rakyat kecil. Barangkali nanti kalian, mereka dan kita akan menjadi korban kebobrokan hokum di negeri ini, jika tidak segera didesak untuk melakukan REFORMASI TOTAL bangsa ini.

Di lain pihak mereka yang terlibat kasus bail out dana century sebesar 6,7 triliun rupiah berusaha diendapkan dan tidak mendapatkan hukuman. Justru diberikan jabatan penting sebagai Wapres (Boediono) dan menteri keuangan (SRI MULYANI). Dapat dibayangkan betapa hancurnya Negara ini jika berada di tangan mereka. Data yang dilansir dari beberapa media memaparkan bahwa institusi pemerintahan, Presiden SBY dan orang-orang terdekatnya juga mendapat kucuran dana haram ini. Seperti berikut, KPU (Rp.200 Milyar), LSI (Rp.50 Milyar), FOX tim Kampanye SBY (Rp.200 Milyar), partai Demokrat (Rp.700 Milyar), Edi Baskoro anak SBY (Rp.500 Milyar), Hatta Radjasa menteri perekonomian (Rp.10 Milyar), Djoko Suyanto Menko POLHUKAM (Rp.10 Milyar), andi Mallarangeng, mentri pemuda dan olahraga, Rizal, dan Choel Mallarangeng bersaudara masing-masing mendapat (Rp.10 Milyar atau sebanyak Rp.30 Milyar), dan Hartati mendapatkan (Rp.100 Milyar). POLRI dan KEJAKSAAN AGUNG, Institusi hukum negri ini yang seharusnya menjadi penegak hukum ini yang seharusnya menjadi penegak hukum malah diam dan tidak berbuat apa-apa.

UNION BUSTING (pemberangus hak bersertifikat), deregulasi ketenagakerjaan yang melegakan outsourcing dan labor marketing fleksibilitas (pasar bebas tenaga kerja) semakin menyengsarakan kaum buruh, tak ada lagi yang bisa di harapkan dari institusi pemerintah saat ini.

Padahal selang beberapa bulan yang lalu di masa pemilu rezim Presiden SBY berjanji untuk melakukan pemberantasan korupsi. Kenyataannya justru di bawah rezim SBY – Boediono korupsi terus berlanjut dan menambah kebobrokan negeri ini. Kami telah muak pada janji-janji penguasa. Rezim SBY – Boediono yang anti rakyat miskin dan menjadi boneka imperialism ini harus segera di hentikan!!!

Berdasarkan uraian diatas, kami dari Aliansi Reformasi Total menyatakan :
1. Negara telah gagal
2. Reformasi Total Jawabannya

FSLK UNHAS, WALHI, BEM FBS UNM, Himapsi FE UNM, BEM UNIFA, FMN Makassar, UKPM UNHAS, KONTRA, UPPM UMI, IDENTITAS, BEM FMIPA UNM, GSBN-KASBI, SEGAR, ARMADA, IMHB, NITTRO, PRP MKS, ORANGE WATCH, TALAS UNISMUH, BEM HUKUM UMI, MAPALA UMI, ABM, KASSI-KASSI, UNIFA, KEMA FSD UNM, FSPBI, STP Takalar, KORPALA UNHAS.

I now walk INTO THE WILD (Hadiah dari alam,selepas bulan Maret, sebuah panggilan jiwa)

Rabu, 09 Desember 2009

Ada kesenangan dalam hutan tanpa jalan setapak; ada keceriaan di pantai yang sepi; ada masyarakat , yang tidak saling menganggu; di dekat laut yang dalam, dan music dalam raungannya; aku mencintai manusia tapi lebih suka alam..(Lord Byron)

Ada beberapa pilihan alasan untuk menjadi seorang petualang; bergerak bebas dan menjadi semaunya, menegaskan bahwa dirinya kuat dan berani, serta lari dan melewatkan dirinya dari kemapanan, dinamika dan segala problematikanya. Setidaknya segala hal inilah yang bisa saya akui sebagai alasan bagiku untuk bertualang.

Ada nilai yang saya dapatkan setelah membaca dan menyaksikan INTO THE WILD. Terlintas dalam benak, apakah saya bisa untuk melakukan itu??setidaknya saya punya alasan yang kuat untuk melakukannya. jenuh dengan segala aktivitas dan kebiasaan-kebiasaan umum yang baku, semangat serta kemauan untuk berani membenamkan diri dalam ketiadaan serta ketidakmampuan, tragedi asmara dengan Astri yang sebenarnya hanyalah bias-bias spectrum semu yang sebenarnya indah namum penuh dengan kepalsuan, rasa ingin tahu dan penasaran tentang maut, serta hasrat yang besar untuk mendapati diri dalam sebuah kebebasan yang mutlak.

Kebebasan mutlak; ekstrimis, pengembara alam yang rumahnya ada di jalan. Tak bisa disangkal, menjadi bebas selalu menggembirakan kita. Dihubungkan dalam benak kita dengan pelarian diri dari sejarah, tekanan, hukum, dan kewajiban yang mengesalkan. Kebebasan mutlak, dan jalan selalu menuju ke barat. Pertarungan puncak untuk membunuh kepalsuan yang ada dalam diri dan Berjaya menyelesaikan revolusi spiritual. Tak lagi harus diracuni peradaban, pergi dan berjalan sendirian ke wilayah untuk menjadi tersesat di alam buas. telah lebih 4 tahun kuliah jalankan tugas untuk lulus kuliah yang absurd dan membosankan dan kini bebas dari dunia abstrak itu, keamanan palsu, orang tua dan kelebihan materi, hal-hal yang memutuskan dari kebenaran keberadaannya.

Hadiah dari laut hanyalah hembusan yang keras, dan terkadang peluang untuk merasa kuat. Aku tak tahu banyak tentang lautan, tapi aku tahu begitulah adanya disini, dan aku juga tahu betapa pentingnya itu dalam kehidupan . tak harus menjadi kuat, tapi untuk merasa kuat, menguji dirimu setidaknya satu kali, menemukan dirimu setidaknya sekali dalam kondisi manusia yang paling tua, menghadapi batu yang buta dan tuli sendirian tanpa ada yang menolongmu kecuali tangan dan kepalamu sendiri.

Begitulah cara dunia kau tak akan pernah tahu dimana letakkan semua keyakinanmu dan bagaimana akan berkembang? Akan bangkit menghancurkan hal buruk dalam kenangan yang kelam. Akan bangkit memetik pelajaran dari kesalahan. Begitulah perjalanan waktu terlalu cepat untuk ditahan. Akan bangkit temukan arahku secara otomatis. Akan bangkit melakukan sebaik mungkin.

Kuat , kau bisa lakukan apa saja, kau bisa pergi ke mana saja. Uang, kekuatan itu ilusi. Ada di kepala, kau bisa ada di sini. Aku dan kau. Jika kita akui bahwa hidup manusia bisa dikuasai oleh akal, kemungkinan hidup hancur. Hariku lebih bergairah bila aku tak punya uang, kuputuskan akan hidup seperti ini selama beberapa waktu. Kebebasan dan keindahan terlalu indah dilewatkan…

Astri, hanya engkaulah orang di dunia ini yang bisa memahami apa yang harus kukatakan. Kemarahan, keputusasaan, telah bersatu menjadi kesedihan . Jelaslah Kesedihan dan masalah semakin berlanjut.naluri yang tampaknya merasakan ancaman kehilangan yang besar dan tak kembali, yang bebannya tak sanggup tertampung dalam benak. Tapi aku harus tegar dan ingat bahwa kudapati diriku menjadi lemah dan lembut sekaligus liar dan buas dari pemikiran yang terpaksa akibat kehilangan. Aku percaya semua yang harus dilakukan haruslah dilakukan. Inilah kehidupan kita, kuharap kau takkan kesepian tanpa aku.

Selepas Maret, aku akan pergi bertualang. Aku bukanlah gembel dan tak akan menggembel, karena ini adalah pilihanku…aku bangga bisa memiliki cinta, setidaknya ada dua cinta yang kumiliki. Salah satunya adalah kamu. Aku sadar bukanlah aku yang gagal mencintaimu; kamulah yang gagal mencintaiku.kebahagiaan akan semakin nyata bila dibagi. Bagaimana jika aku tersenyum dan berlari kedalam pelukanmu, Apakah kamu akan lihat apa yang sedang kulihat sekarang? Kuharap kau takkan kesepian tanpa aku.

The Potter's - Keterlaluan

Minggu, 06 Desember 2009



Kamu kok seperti hantu.
Terus menghantui aku.
Kamu bikin pusing kepala ku.
Lama – lama kau perusak happy aku.
Kamu nge-bergelimangan harta.
Kamu bukan putri raja.
Dan juga bukan sinderela.
Tapi mengapa kau buat aku gila.

Kamu keterlaluan
Kamu punya simpanan
Gak maafin aku
I`m Sorry Say Good bye.

Kamu keterlaluan.
Kamu ngeduain aku.
Gak maafin aku.
Ku harus ninggalin kamu.

Kamu kok seperti hantu.
Terus menghantui aku.
Kamu bikin pusing kepala ku.
Lagi – lagi kau perusak happy aku.
Kamu nge-bergelimangan harta.
Kamu bukan putri raja.
Dan juga bukan sinderela.
Tapi mengapa kau buat aku gila.


Crossbottom - Engkau Tak Sendiri

Bisa kubayangkan dan bisa kurasakan
Ada asa yang hilang tanpa engkau katakan
Tawa yang menghilang
Dan senyum yang tenggelam
Bolehkah kau katakan yang engkau risaukan

Kau salahkan cinta torehkan luka
Ku percaya hanya saja aku ragu

Jangan bersedih engkau tak sendiri
Kita di sini pun pernah mengalami
Jangan berhenti saatnya mencoba memahami
Hingga engkau mengerti

Ingin kau kembali dan rasakan lagi
Cinta yang kau banggakan entah di mana
Tak perlu kau sesali jangan berpaling lagi
Semua yang nyata mudah datang dan pergi

Cinta bercerita dirinya buta
Kau percaya diam saja atau ragu

Adakah kau tahu maukah kau tahu
Ku tahu kau ragu aku beritahu
Cinta terkadang melukai
Namun jangan diam biarkan terbuai
Sakit yang kau rasa akhiri segalanya
Cinta pula yang mengobati

Jangan bersedih engkau tak sendiri
Kita di sini pun pernah mengalami
Jangan berhenti saatnya mencoba memahami
Hingga engkau mengerti
Jangan bersedih engkau tak sendiri
Kita di sini pun pernah mengalami
Jangan berhenti saatnya mencoba memahami
Hingga engkau mengerti

Saya Menolak Keberadaan Tuhan

Sabtu, 05 Desember 2009

Saya Menolak Keberadaan Tuhan..
Ketika Tuhan mengambil orang-orang yang saya sayangi satu-persatu.
Ketika Tuhan tak hadir ketika ku mencarinya, bahkan di puncak yang tertinggi sekalipun.
Ketika Tuhan sudah di materikan, bahkan dimanusiakan oleh manusianya.
Ketika Insya Allah tak lebih dari sebuah kalimat kamuflase “maybe yes, maybe no”.
Ketika manusianya tak mampu lagi membedakan gelap dan terang.
Ketika ku tersesat dan Kau tak mampu menuntunku kembali.

Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika saya menolak kehadiranku sendiri.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika ku tak bisa mencintai diriku sendiri.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika ku gagal untuk menemuiMu.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika ku tak sanggup lagi mengucap namaMu.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika inderaku tak berani lagi memaknai keagunganMu.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika ku tak mampu bersimpuh kepadaMu, wahai Tuhanku..
Astagfirullah, saya menolak keberadaanMu, Wahai Tuhanku..
Ketika Dosaku pun Tak terampunkan lagi olehMu..

“Wahai Tuhan, aku bukanlah ahli surga..
Juga Tak mampu menahan siksa neraka
Kabulkan taubat, ampuni dosa-dosaku
Hanyalah engkau pengampun Dosaku”

Superman Is Death - Jika Kami Bersama

Kamis, 03 Desember 2009

Kalo dengar lagu ini, pas ingat skali saat-saat penuh kebersamaan dalam setiap pendakian yang kujalani bersama kawan-kawan. sepanjang perjalanan, lagu ini selalu memberikan spirit tersendiri bagiku..
this is time for share, this is spesial for you ALL!!!



Jika Kami bersama, nyalakan tanda bahaya
Jika kami berpesta, hening akan terpecah..
Aku, dia dan mereka memang gila memang beda,,
Tak perlu berpura-pura,, memang begini adanya..

Dan kami di sini,,, akan terus bernyanyi…

Dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya..
Musik akan menghentak.. anda akan tersentak!!
Dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
Kami adalah kamu,, muda, beda dan berbahaya..–

(Ini lagunya you’re ready…)
Lepaskan semua belenggu yang melingkari hidupmu
berdiri tegak menantang di sana di garis depan..
aku berteriak lantang untuk jiwa yang hilang..
untuk mereka yang selalu tersingkirkan..
ketika tiada beban lagi untuk berlari,.
Ketika tiada orang yang akan peduli
Aku dan dia selalu menunggumu di sini..
angkat sekali lagi..

Dan kami di sini,,, akan terus bernyanyi.,..

Dan jika Jika Kami bersama nyalakan tanda bahaya..
musik akan menghentak.. anda akan tersentak!!
Aku, dia dan mereka memang gila memang beda,,
aku adalah kamu,, kita muda dan berbahaya..


Dan kami di sini,,, akan terus bernyanyi…

Dan jika Jika kami bersama nyalakan tanda bahaya..
musik akan menghentak.. anda akan tersentak
dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
Kami adalah kamu,, muda beda dan berbahaya..

Dan jika Jika kami bersama nyalakan tanda bahaya..
musik akan menghentak.. anda akan tersentak!!
dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
Kami adalah kamu,, muda beda dan berbahaya..

Manusia Adalah Apa yang Dia Makan

Selasa, 01 Desember 2009


Kenapa anda memandang hina benda yang ada pada gambar di atas? Apa yang salah dari benda yang ada pada gambar di atas? Sekedar mengingatkan, anda adalah apa yang anda santap. Dan benda yang ada pada gambar di atas adalah akibat dari proses santap yang telah anda lakukan.

Manusia adalah apa yang dia makan. Dan gambar di atas adalah konsekuensi yang harus anda terima setelah anda selesai menyantap sesuatu. Apapun itu, jikalau anda mencermati sebuah proses kausalitas, setiap sebab pastilah akan menghasilkan sebuah akibat.

Saya rasa terlalu menjijikkan apabila anda memandang hina benda yang ada pada gambar di atas. Saya berani bertaruh, anda pasti memiliki, pernah menyentuhnya, atau setidak-tidaknya pernah berjumpa dengan benda yang ada pada gambar diatas? Benda di atas adalah benda yang menjadi milik bersama semua manusia, Semua orang pasti memilikinya.

Inilah sifat dasar seorang manusia. Inilah muka asli seorang manusia. Tak satu pun manusia yang tidak memilikinya. Berbagai lapisan, tingkatan, golongan manusia pastilah memilikinya. Apakah anda masih jijik ketika anda berhadapan dengan benda yang ada pada gambar di atas?? Nach, sekarang mari kita memutar pertanyaannya; apakah anda merasa jijik ketika anda berhadapan dengan makanan yang akan anda santap???

Ok, lupakan benda yang ada pada gambar di atas. Mari sejenak kita renungkan kembali, tentang sebuah proses sebab-akibat, tentang apa yang telah pernah kita lakukan dan apa saja yang telah kita tanggung sebagai konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan. Ternyata TUHAN dengan sangat bijak telah menyediakan contoh yang sangat relevan tentang proses tersebut, dan contoh tersebut ternyata sangat dekat dengan kita, bahkan setiap hari kita diperhadapkan padanya?

Anggap saja apa yang kita santap adalah sebuah perbuatan yang negative dan benda yang ada pada gambar diatas adalah sebagai apa yang kita sebut DOSA. Setiap harinya kita berbuat, dan setiap harinya pula kita berhadapan dengan DOSA.

Yang saya herankan, terkadang ada juga manusia yang jijik ketika berhadapan dengan benda yang ada pada gambar di atas (miliknya sendiri )sementara ketika menyantap dengan bangga dia lakukan bahkan dipamerkan kemana-mana. Jangan malu mengakui DOSA, setiap manusia pasti memilikinya. Tapi, jangan pula pernah mengumbar DOSA, setiap manusia Pasti akan jijik memandangnya. Masihkah anda jijik ketika anda memandang DOSA anda sendiri seperti anda memandang benda yang ada pada gambar diatas??? Jikalau anda masih merasa jijik, mulai sekarang berhentilah bersantap.

Karena manusia adalah apa yang dia makan.

Chantal Kreviazuk - Leaving On A Jet Plane

Pas Liat penggalan Lagu ini di Status FACEBOOKnya salah seorang Teman, langsung ka teringat sama seseorang..hahaha, ada kenanganku sama ini lagu.
sengaja saya posting lirik ini untuk mengenangnya.
buat yang suka lagunya, mari bernyanyi..!!!


I'm ... I'm ...

All my bags are packed, I'm ready to go
I'm standin' here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye

But the dawn is breakin', it's early morn
The taxi's waitin', he's blowin' his horn
Already I'm so lonesome I could die

So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

I'm ...

There's so many times I've let you down
So many times I've played around
I'll tell you now, they don't mean a thing

Every place I go, I think of you
Every song I sing, I sing for you
When I come back I'll wear your wedding ring

So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

Now the time has come to leave you
One more time, oh, let me kiss you
And close your eyes and I'll be on my way

Dream about the days to come
When I won't have to leave alone
About the times that I won't have to say ...

Oh, kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

And I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

But I'm leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
(Leaving) On a jet plane

Sajak-Sajak Sapardi Djoko Damono

Senin, 30 November 2009


Sajak Kecil Tentang Cinta

Mencintai Angin Harus menjadi Siut

Mencintai Air Harus menjadi Ricik

Mencintai Gunung Harus menjadi Terjal

Mencintai Api Harus menjadi Jilat

Mencintai Cakrawala Harus menebas jarak

Mencintaimu menjelma aku


NOKTURNO

KUBIARKAN CAHAYA BINTANG MEMILIKIMU

KUBIARKAN ANGIN YANG PUCAT

DAN TAK HABIS-HABISNYA GELISAH…

TIBA-TIBA MENJELMA ISYARAT MEREBUTMU,

ENTAH KAPAN KAU BISA KUTANGKAP


AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…


Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu,


tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu,

tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu.



SUKMAKU DI TANAH MAKASSAR

Oleh : Ram Prapanca

Sukmaku di Tanah Makassar
Negeri bayang-bayang
Negeri timur matahari terbit

Gunung-gunung perkasa
Lembah-lembah menganga
Pohon-pohon purba
Kuburan-kuburan tua

Di dalam kelambu penuh dupa
Berhadap-hadapanlah dengan Dewata
Dengan berlapis-lapis pakaian sutera
Musik dan tari saling berlaga

Sukmaku di Tanah Makassar
Memburu anoa di rimba belantara
Menangkap kupu-kupu di tebing-tebing terjal
Mengejar derai-derai daunan basah
Memanjat pohon-pohon lontar
Di bawah naungannya bertempat gelanggang sabungan ayam
Di belakang sekian gumam sinrili' siap membunuh kekecewaan
dengan badik dan tukul besi

Sukmaku di Tanah Makassar
Bersayap angingmammiri bersiul membelai kota dengan nilai-nilai
Menunggang kuda jantan dengan lari kencang membawa impian
Ke garis kemenangan

Kerikil-kerikil merah bermukim gemerincing
Pasir putih membentang panjang berkilauan

Sukmaku di Tanah Makassar
Bersampan pinisi dengan layar daun lontar
Dengan panji-panji sutera warna-warni
Mengejar debur ombak menjilat lekuk gelombang
Menyelam ke rahang-rahang karang menyunting kerang
Menyelam ke dasar tasik memetik mutiara

Sukmaku di Tanah Makassar
Negeri ayam jantan
Negeri pelaut ulung

Sukmaku di Tanah Makassar
Kemana pun aku pergi
Di mana pun aku melambai
Gadis-gadis pakarena selalu menyanyi, menari di hatiku

Selamat tinggal puncak Lompobattang
Selamat tinggal hulu Je'ne' berang
Selamat tinggal kampung Galesong
Selamat tinggal pantai Barombong
Selamat tinggal pulau Kodingareng
Selamat tinggal kaki Bawakaraeng
Selamat tinggal Karaeng

Sukmaku di Tanah Makassar
Mengejar I buri, mengejar juku eja
Mengejar debur ombak menjilat lekuk gelombang

Sukmaku di Tanah Makassar
Melengking bersama pui-pui
Merancak bersama parappasa
Menggemuruh bersama pakkanjara

Sukmaku di Tanah Makassar
Meski Malino tidak berpohon lagi
Meski Jeneponto tidak berkuda lagi
Meski Losari tidak berair lagi
Meski Somba Opu tidak berpuing lagi

Sukmaku di Tanah Makassar
Sukmaku di Tanah Makassar
Sungguh Karaeng,
Meski kita terpisah beribu gelombang...

Selamat Kepada MAHESA!!!

Rabu, 25 November 2009


Tao Te Ching mengatakan bahwa laut merupakan kumpulan air yang terbesar karena kedudukannya lebih rendah daripada yang lain. Semua air mengalir ke laut. Itu merupakan salah satu gagasan tentang kepemimpinan paling cemerlang yang pernah saya dengar. Kemuliaan lautan yaitu kebesarannya, digambarkan sebagi hasil kerendah-hatian atau kerendahannya. Sangat banyak pemimpin yang mengarungi jalan kehidupan mereka dengan kemuliaan, tetapi buta terhadap pentingnya kerendah-hatian saat mereka berhadapan dengan orang lain.
Selamat Atas Terpilihnya Saudara Muh.Agung Pratama
Sebagai KETUA UMUM OLH MAHESA PERIODE 2009-2010
Selamat Berkarya, Selamat Berjuang!!!
HIDUP MAHESA!!!

KODE ETIK PECINTA ALAM

  1. Mengabdi Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Memelihara Alam Beserta Isinya, Beserta Menggunakan Sumber Daya Alam Sesuai Batas Kebutuhan.
  3. Mengabdi Kepada Bangsa Dan Tanah Air.
  4. Menghormati Tata Kehidupan Yang Berlaku pada Masyarakat Sekitarnya. Menghargai Manusia dan Kerabatnya.
  5. Berusaha Mempererat Tali Persaudaraan Antara Pencinta Alam Sesuai Dengan Asas Pencinta Alam.
  6. Berusaha Saling Membantu Serta Saling Menghargai Dalam Pelaksanaan Pengabdian Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa Dan Tanah Air.
  7. Penutup.

Audioslave - Like A Stone

Minggu, 22 November 2009


On a cobweb afternoon
In a room full of emptiness
By a freeway I confess
I was lost in the pages
Of a book full of death
Reading how we'll die alone
And if we're good we'll lay to rest
Anywhere we want to go

In your house I long to be
Room by room patiently
I'll wait for you there
Like a stone I'll wait for you there
Alone

On my deathbed I will pray
To the gods and the angels
Like a pagan to anyone
Who will take me to heaven
To a place I recall
I was there so long ago
The sky was bruised
The wine was bled
And there you lead me on

In your house I long to be
Room by room patiently
I'll wait for you there
Like a stone I'll wait for you there
Alone, alone

And on I read
Until the day was gone
And I sat in regret
Of all the things I've done
For all that I've blessed
And all that I've wronged
In dreams until my death
I will wonder on

In your house I long to be
Room by room patiently
I'll wait for you there
Like a stone I'll wait for you there
Alone, alone

My Chemical Romance - I Don't Love You


Well, when you go
So never think I'll make you try to stay
And maybe when you get back
I'll be off to find another way

And after all this time that you still owe
You're still the good-for-nothing I don't know
So take your gloves and get out
Better get out
While you can

When you go
Would you even turn to say
"I don't love you
Like I did
Yesterday"

Sometimes I cry so hard from pleading
So sick and tired of all the needless beating
But baby when they knock you
Down and out
It's where you oughta stay

And after all the blood that you still owe
Another dollar's just another blow
So fix your eyes and get up
Better get up
While you can
Whoa, whooa

When you go
Would you even turn to say
"I don't love you
Like I did
Yesterday"

Well come on, come on

When you go
Would you have the guts to say
"I don't love you
Like I loved you
Yesterday"

I don't love you
Like I loved you
Yesterday

I don't love you
Like I loved you
Yesterday


Click HERE For Song

Alter Bridge - Broken Wings


Fight the fight alone
When the world is full of victims
Dims a fading light
In our souls

Leave the peace alone
How we all are slowly changing
Dims a fading light
In our souls

In my opinion seeing is to know
The things we hold
Are always first to go
And who's to say
We won't end up alone

[CHORUS]

On broken wings I'm falling
And it won't be long
The skin on me is burning
By the fires of the sun
On skinned knees
I'm bleeding
And it won't be long
I've got to find that meaning
I'll search for so long

Cry ourselves to sleep
We will sleep alone forever
Will you lay me down
In the same place with all I love

Mend the broken homes
Care for them they are our brothers
Save the fading light in our souls

In my opinion seeing is to know
What you give
Will always carry you
And who's to say
We won't survive it too

[CHORUS]

Set a-free all
Relying on their will
To make me all that I am
And all that I'll be

Set a-free all
Will fall between the cracks
With memories of all that I am
And all that I'll be

[CHORUS]

The Beatles - Yesterday

Yesterday, all my troubles seemed so far away
Now it looks as though they're here to stay
Oh, I believe in yesterday.

Suddenly, I'm not half to man I used to be,
There's a shadow hanging over me.
Oh, yesterday came suddenly.

Why she had to go I don't know she woldn't say.
I said something wrong, now I long for yesterday.

Yesterday, love was such an easy game to play.
Now I need a place to hide away.
Oh, I believe in yesterday.

Mm mm mm mm mm.

30 Second To Mars - From Yesterday

He's a stranger to some
And a vision to none
He can never get enough,
Get enough of the one

For a fortune he'd quit
But it's hard to admit
How it ends and begins
On his face is a map of the world
(A map of the world)
On his face is a map of the world
(A map of the world)
From yesterday, it's coming!
From yesterday, the fear!
From yesterday, it calls him
But he doesn't want to read the message here

On a mountain he sits, not of gold but of sin
through the blood he can look, see the life that he took
From the council of one
He'll decide what he's done with the innocent

On his face is a map of the world
(A map of the world)
On his face is a map of the world
(A map of the world)

From yesterday, it's coming!
From yesterday, the fear!
From yesterday, it calls him
But he doesn't want to read the message
He doesn't want to read the message
Doesn't want to read the message here

On his face is a map of the world

From yesterday, it's coming!
From yesterday, the fear!
From yesterday, it calls him
But he doesn't want to read the message here
From yesterday,
From yesterday,
From yesterday, the fear
From yesterday,
From yesterday
But he doesn't want to read the message
But he doesn't want to read the message
But he doesn't want to read the message here

Secondhand Serenade - Fall For You

The best thing about tonight’s that we’re not fighting
Could it be that we have been this way before
I know you don’t think that I am trying
I know you’re wearing thin down to the core

But hold your breath
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
You’re impossible to find

This is not what I intended
I always swore to you I’d never fall apart
You always thought that I was stronger
I may have failed
But I have loved you from the start
Oh

But hold your breath
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
It’s impossible

So breathe in so deep
Breathe me in
I’m yours to keep
And hold onto your words
Cause talk is cheap
And remember me tonight
When your asleep

Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
Tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
You’re impossible to find

Kuharap DIA Bisa Membaca Tulisan Ini

Sabtu, 21 November 2009

Makassar, 21 November 2009, 20.26 wita…

Hujan sementara mengguyur kota Makassar malam ini..membasahi bumi tamalanrea yang telah lama kering. Langit kota Makassar memang telah lama mendung, jarang biru. Namun, entah mengapa di malam inilah Tuhan menurunkan rahmatnya di bumi tamalanrea ini. Rahmat bagi mereka yang telah lama mendambakan penyejuk bagi raganya. Hujan kali ini telah menggoreskan haru yang mendalam bagiku, luka yang semakin bernanah oleh korekan tanganku sendiri, semakin menguak memperlihatkan daging yang telah rusak…terlalu berlebihan, namun itulah gambaran yang sebenarnya yang cuma bisa saya analogikan seperti itu saja.

Sebelum hujan, dia sempat menelponku..cukup singkat menurutku, namun dalam suasana yang singkat itu dia hadir untuk kemudian mengingatkan dosa-dosa yang telah kulakukan. Kemudian kami berbicara tentang bagaimana kami akan maju ke depan. Saya cuma bisa berkata, bahwa tak dapat kubayangkan ketika saya sudah tak ada disisinya barulah kemudian dia sadar arti hadirku untuknya. Saya cuma bisa berkata, jangan pernah tinggalkanku dan saya pun tak sanggup meninggalkannya. Dan saya cuma bisa berharap semoga dia bisa membaca tulisan ini. Saya rapuh tanpanya, dan saya tak ingin meninggalkannya.

Hujan kali ini cukup deras, namun terlalu singkat. Apakah bisa kembali menyejukkan kota Makassar yang panas? Saya ingat waktu dia menelponku tadi. Dia berkata : panas sekali..dan sambil bergurau saya Cuma bisa bilang: pake payung..tapi nampaknya gurauanku pun tak dia hiraukan sama sekali. Terlalu jengkel barangkali dia kepadaku, mungkin juga terlalu hina baginya. Wajar saja menurutku, saya sudah terlalu hina di matanya. Barangkali Tak pantas lagi diriku baginya.

Hujan diluar sana masih deras, sambil mengetikkan kata per kata, kalimat per kalimat, sebuah lagu dari samsons membahana di ruang dengarku”..mungkin aku tidaklah sempurna, tetapi hatiku memilikimu di sepanjang umurku..”sangat tepat dengan romansa yang sementara kujalani, sementara melekat di dinding hatiku. Ingin kunyanyikan lagu ini untuknya, sebuah lagu dari seorang pejuang yang kalah di pertempuran yang telah dibuat oleh orang lain dan kuperjuangkan hanya untuk dia!!! Hanya untuk dia!!! Selepas lagu itu, masih sambil mengetik, di benakku berkecamuk sebuah pertanyaan. Apakah yang hina dari mempertahankan, mengapa orang-orang memojokkanku? Saya hanyalah korban dari sebuah permainan yang telah dia buat, dan tragedi hari kemarin bukanlah sebuah pembalasan melainkan wujud pembelaanku terhadap cintaku. Tragedi hari kemarin adalah klimaks dari semua hal yang membuncah didadaku. Terlalu banyak tragedi yang terjadi di hari kemarin, dan adapun tragedi yang kumaksud cukuplah saya dan dia yang pahami, dan sekali lagi semoga dia bisa membaca tulisan ini. Saya Cuma bisa berkata betapa berharganya dia bagiku, dan semoga semuanya bisa mengerti itu. Tolong jangan ganggu ruang ini, hanya saya dan dia yang bisa memasukinya. Terlalu egokah saya dalam hal ini??? Dan hujan diluar sana pun Cuma bisa mengguyurkan tetes per tetes air seolah menggantikan tetes per tetes airmata yang tak sanggup lagi kutumpahkan.

Terlalu berlebihan barangkali ketika saya berkata tak dapat lagi kutegakkan kepalaku tanpa hadirmu menemaniku. Tapi percayalah, inilah ungkapan yang terjujur yang pernah kuhaturkan untuk dia. Saya sama sekali tak sanggup untuk berkata selamat tinggal, tak sanggup pula kuucapkan “I miss u” ketika kelak dia tak berada disisiku dan saya benar-benar merindukannya. Rinduku akan selalu bersamanya, bersama dia. Untuk dia, dengarlah, sayang..Sebuah kesalahan yang besar ketika ku meninggalkanmu, walaupun hampir semua orang berkata dan bahkan memaksaku untuk meninggalkanmu, bahkan ketika kamu pun berkata untuk meninggalkanmu. Tak sanggupku untuk meninggalkanmu, setelah semua yang telah kita lalui bersama.

Dia, ketika dia membaca tulisan ini, saya akan mengganti kata DIA dengan KAMU. Saya benar-benar mencintaimu, tragedi hari kemarin semakin menguatkanku bahwa saya benar mencintaimu, saya pun berani untuk menanggalkan pakaian hidupku ketika kamu memutuskan untuk berlalu dariku. Sudah cukup kamu telah menghempaskanku di duka yang terdalam, dan saya seorang manusia bodoh masih tetap bertahan ketika tersakiti seperti ini. Saya cuma berharap kamu bisa mengerti, Cuma saya yang bisa tetap bertahan ketika kamu coba hempaskan berulang-ulang kali. Salahkah saya ketika tetap bertahan untuk sebuah keyakinan itu?? Saya serius dan masih dalam keadaan yang waras ketika mengetik tulisan ini.

Hujan di luar telah reda menghembuskan aroma segar pasir yang terguyur air. Membangkitkan memori-memori yang menurutku indah, beberapa bulan belakangan ini. Romantisme sms di pagi hari yang bertuliskan “ I Love U”, ciuman hangat di kening, menyeka mukaku yang bercucuran keringat, manjamu yang tak dapat kubantahkan, ungkapan polos dan sederhanamu untuk memperbaiki diri serta menggapai masa depan, dan semua hal-hal lain yang telah berlalu beberapa bulan belakangan ini. Dan ketika kelak kamu pun memutuskan untuk meninggalkan dan berlalu dariku, kumohon kenanglah aku di sepanjang hidupmu sebagai seorang pejuang yang telah berputus asa ketika mencoba mempertahankan keyakinannya. Ada sebuah harga yang mahal yang harus kita korbankan ketika kita memutuskan untuk mengetahui sebuah makna yang besar.dan untuk sebuah makna yang besar bagimu, saya siap untuk mengorbankan milikku yang paling berharga, satu-satunya yang saya miliki. Dan ketika kamu telah selesai membaca tulisan ini, semoga kamu bisa mengerti mengapa saya harus begini, karena kamulah yang terakhir dalam hidupku.

Saya menyayangi dia melebihi apapun, saya pun mencintai dia dengan hidupku, karena dia adalah kamu ketika kamu telah selesai membaca tulisan ini. Dan akhirnya hujan diluar telah reda, namun tetap menyisakan mendung dilangit timur.


HITAM PUTIH

Selasa, 17 November 2009

Dibatas lelah
Kuhentikan, langkah hidup ini
Mungkin harusnya aku mengerti
Semua adanya
Bila... kubayangkan warna hidupku

Kulukis dunia hitam dan putih
Yang hanya berselang
Tawa... Tangis...

Ada saat
Kutenggelam, dilumpur - lumpur
Kupastikan, kuhempaskan
Diriku dijalanan lurus
Semua itu harus tertelan pahit dan manis

Aku memang manusia
Yang takkan mungkin
Harus selalu putih
Akupun tak ingin
Terlukis hitam lagi
Biarlah hidup
Berjalan lagi apa adanya

Hitam... Putih...
Pahit.... Manis...
Tawa.... Tangis....

PENCERAHAN

Minggu, 15 November 2009


Jikalau Aku Tak Pernah Mengenalmu
Aku Tidak Akan Bisa berdiri Setegak Ini
Terima Kasih Masa Lalu
Atas Pencerahan Ini...
Aku Akan Selalu Hidup
Untuk Mengenangmu...

Anang – Separuh Jiwaku Pergi

Separuh Jiwaku Pergi
Memang indah semua
Tapi berakhir luka

Reff:
Benar ku mencintaimu
Tapi tak begini
Kau khianati hati ini
Kau curangi aku

Kau bilang tak pernah bahagia
Selama dengan aku
Itu ucap bibirmu
Kau dustakan semua
Yang kita bina
Kau hancurkan semua


http://pojokalul.blogspot.com

Mencari suasana di tiang-tiang langit kota Makassar

Senin, 09 November 2009

Makassar,`6 November 2009. Menyusuri Makassar melalui aspal yang tak lagi lengang. Kali ini, macet dan berdebu. Makassar tlah macet dan berdebu, mungkin akibat kemarau berkepanjangan yang sedang melanda Makassar. Krisis air dan listrik, Makassar sedang dilanda kemelut akibat kemarau yang berkepanjangan ini.
Namun, kali ini kita tak sedang membicarakan Makassar dengan segala problematikanya. Kali ini saya lebih senang untuk menuliskan dan menceritakan tentang perjalananku hari ini. Menyusuri kota Makassar dan memandang Makassar melalui puncak-puncak tranggulasinya.
Dari tamalanrea menuju gedung graha pena Fajar, langsung saja melalui lift langsung ke puncak. Maaf, lantaran kali ini kita di kota besar, sebaiknya kita gunakan fasilitas yang telah disediakan untuk itu. Kali ini tak sepatutnya kita menjunjung idealisme pendaki, sebaiknya realistis saja. Tangga memang telah disediakan, namun sebaiknya untuk menghemat tenaga dan mengefisiensikan waktu, lift adalah satu-satunya kunci menuju ke puncak yang paling realistis. Maaf, kali ini tak ada tempat untuk idealisme. Realistis mungkin lebih indah saat ini.
Dari puncak graha pena, memandang Makassar dengan segala problematikanya, memandang segalanya yang tampak kecil dari atas, mengingatkanku ketika berada di puncak tranggulasi bawakaraeng, lompobattang dan sekitarnya. Sungguh indah berada di atas ketinggian, mungkin dengan cara seperti ini saya bisa sedikit merefresh pikiranku yang sekarang masih kalut dan galau. Memandang mahaproyek jalan laying disekitaran KM 4, memandang mega proyek Kalla Tower dari kejauhan, memandang gedung rektorat UNHAS, memandang keanggunan Mesjid Al markaz Al islami, memandang monumen Mandala, memandang hamparan laut nan perak ditimpa mentari.
Cukup lama saya berada disana, saya pun segera beranjak meninggalkannya. Suatu saat saya pasti kembali kesana. Kembali kedalam lift, saya menyempatkan diri untuk mengelilingi sudut graha pena, sudut per sudut, lantai per lantai. Dan begitu puas, langsung menuju ke basement.
Tujuan selanjutnya, kali ini pilihan saya jatuhkan kepada mesjid al markaz al islami. Mengagumi keanggunannya, memandangnya dari dekat, sangat dekat. Sejenak saya sandarkan kepalaku di salah satu pilarnya. Hari ini jumat, suasananya begitu ramai. Ramai oleh para jemaah yang kebetulan datang lebih awal untuk menunaikan sholat jumat, ramai oleh para pedagang yang setiap jumatnya datang ketempat ini untuk menjajakan dagangannya. Tanpa berpikir panjang, saya pun menuju ke tempat wudhu, sekedar mensucikan diri dan berharap semoga air wudhu ini bisa memberikan ketenangan bagiku, bisa menyejukkan hati ini, menjauhkanku dari perbuatan yang mungkar dan memberikan jalan yang lapang untuk sekedar berhenti bersuudzon. Setelah selesai berwudhu, kembali kudapati pilar mesjid yang agak sepi, kembali kusandarkan kepalaku, merenungi hari-hari yang telah lalu, meminta petunjuk untuk bisa sekedar melapangkan jalanku menuju pintu taubatNYA. Ya Allah, engkaulah Maha Perkasa.
Mesjid Al markaz semakin ramai, jalanan dan selasar yang tadinya lengang kini telah padat oleh para jemaat yang berlalu lalang dan ada pula yang sekedar menyandarkan bokongnya, mungkin terlalu lelah sehingga harus beristirahat sejenak. Sayangnya, saya Cuma memandangnya dari kejauhan. Saya sudah menemukan tempat yang teduh dan enggan untuk beranjak. Saya mendengarkan sayup-sayup suara yang menghanyutkan hati melalui pengeras-pengeras suara dari tiap-tiap sudut. Saya mendengarkan ceramah jumat kali ini yang entah dibawakan oleh siapa, saya tidak ambil pusing. Dan akhirnya iqamat dikumandangkan, saatnya merapatkan shaf untuk menunaikan 2 rakaat ini. Allahu Akbar!!!dalam hati yang haru saya akui, sudah terlalu lama saya meninggalkanmu yaa Allah.
Assalamualaikum warahmatullah..Assalamualaikum warahmatullah..akhirnya salam dikumandangkan melalui pengeras suara mesjid ini menandakan usai sudah 2 rakaat kali ini. Setelah menunaikannya, saya sempatkan diri untuk sejenak berkeliling mengitari mesjid Al markaz al islami, sudut per sudutnya sembari membayangkan kembali romantisme memori masa kanak-kanakku yang banyak kuhabiskan di tempat ini, hanya sekedar bernostalgia.
Selepas dari mesjid al markaz, kembali saya mendapati legendaku, kendaraan yang selama ini selalu setia menemaniku kemanapun saya mau (dan kemanapun dia MAMPU, hehehe). Dan akhirnya pilihan selanjutnya, saya jatuhkan ke atap GTC . entah kenapa saya memilih tempat ini. Mungkin karena dulu ditempat ini, saya banyak menghabiskan waktu bersamanya atau mungkin juga saya terpacu untuk mendatangi tempat ini disiang hari, disaat mentari bersinar dengan sangat teriknya. Maaf, selama ini saya Cuma mendatanginya di malam hari. Kali ini akhirnya berhasil juga saya mendapati tempat ini dibawah siraman sinar matahari yang terik.
Dari tempat ini, saya bisa memandang hamparan laut dari kejauhan, dari tempat ini saya bisa memandang trans studio berdiri dengan kokoh dari kejauhan, dan banyak sekali yang bisa saya pandang dari sini. Tentunya hembusan angin laut ikut menggetarkan hati dan perasaanku saat ini. Allahu Akbar, nuansa pos 9 lompobattang, pos 8 bulusaraung, dan puncak bawakaraeng serasa saya dapati ditempat ini. Hanya beton yang kupijak yang kembali membuatku tersadar bahwa sekarang saya tidak berada disana. Saya juga akhirnya sempat berpikir, pendaki terkadang menemui ajalnya di gunung, pemanjat terkadang mengakhiri hidupnya melalui peristiwa accidental dari ketinggian. Kira-kira dimana saya mendapatkan anugrah tersebut? Saya mengingat sebuah puisi dari soe hok gie; seorang tokoh yang kugilai dan kupuja sepenuh hati; isinya kurang lebih seperti ini : orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tepat tidur!!! Saya sepakat, GIE!!! Tak pantaslah bagiku untuk mati di tempat tidur. Namun jikalau Penciptaku menginginkan hal yang lain, maka kulafadzkan maknanya dengan ikhlas. Dan jikalau bisa saya meminta, jangan matikan aku ditempat tidur, ya Allah…biarlah raga ini menjadi humus bagi bumi ini dan jiwaku tetap hidup didalam hati orang-orang yang menyayangiku.
Kembali kudapati diriku yang termenung disini..entah dari tempat ini, kemana hendak kulangkahkan kakiku. Saya ingin mengitari kota Makassar sekali lagi, saya ingin mendapati tiap tiang-tiang langit kota Makassar ini, saya ingin mendapati nuansa pegunungan ketika ragaku tak berada disana..
Dan saya masih di atap GTC, kemana lagi hendak kulangkahkan kakiku setelah ini..ya Allah tuntunlah langkahku, berkatilah hambamu ini, Ya Allah…

Naff - Kenanglah aku

Minggu, 08 November 2009

Karamnya cinta ini
tenggelamkanku di duka yang terdalam
hampa hati terasa
kau tinggalkanku meski ku tak rela

salahkah diriku hingga saat ini
ku masih mengharap kau tuk kembali

mungkin suatu saat nanti
kau temukan bahagia meski tak bersamaku
bila nanti kau tak kembali
kenanglah aku sepanjang hidupmu

back to top

mungkin suatu saat nanti
kau temukan bahagia meski tak bersamaku
bila nanti kau tak kembali
kenanglah aku sepanjang hidupmu


Mengomentari Perjalanan I

Kamis, 05 November 2009


Kali ini sebuah perjalanan membuang diri. Perjalanan yang mengantarkan kakiku ke suatu lembah yang kerap oleh segelintir pendaki sering diplesetkan sebagai lembah putus cinta. Maaf, kali ini saya tidak sedang berada dalam kondisi demikian. Namun, mungkin perihnya bisa jadi serupa rasanya apabila saya bisa goreskan dalam catatan ini. 30 oktober 2009, tengah hari selepas sholat jumat. Kami bertujuh bertolak dari Makassar menuju Desa terakhir menuju kaki gunung bawakaraeng. Namun, sebelumnya kami menyempatkan diri untuk singgah ke SMU Neg 5 Makassar. Bagi teman-teman, kesempatan ini dipergunakan untuk sekedar membeli air mineral dan beberapa bungkus rokok. Lain halnya bagi saya, kesempatan ini saya pergunakan untuk menemuinya, sekedar pamit dan memberi sebuah kecupan di keningnya. Mungkin bisa jadi itu adalah kecupan terakhir dariku untuknya, tak ada salahnya saya berpikiran seperti itu mengingat resiko bagi seorang pendaki adalah menemui penciptanya di gunung pula, dalam dekapan sang Alam.

10 menit, Cuma 10 menit waktu bagiku untuk menemuinya. Setidaknya memberi spirit tersendiri bagiku. Entah apa yang ada dalam benaknya. Bertolak dari SMU Neg 5 Makassar, kami pun melanjutkan perjalanan melalui jalur Aroepala – Malino. Sebelum tiba di Malino, kayaknya Alam menyambut kami dengan air hujannya seolah menggambarkan suasana haru bagiku karena meninggalkannya seolah untuk selamanya dan perasaan haru untuk segera kembali melepaskan rinduku diasah oleh angin dingin pegunungan. Sekedar berteduh, kami menemukan sebuah warung gorengan dan disanalah kami sejenak berhenti dan menikmati gorengan danbeberapa gelas minuman hangat. Lumayan untuk sekedar menghangatkan suasana yang dingin oleh hujan yang mengguyur bumi saat itu.

30 menit, hujan pun reda, kami pun kembali melanjutkan perjalanan dan akhirnya tiba di desa lembanna sebelum magrib. Ternyata jalur Kampung Beru – Lembanna sudah beraspal, kawan. Dengan demikian, kami pun tak perlu lagi untuk turun dari motor dan berjalan kaki sekitaran 30 menit untuk tiba di Lembanna dari Kampung Beru. Saya tidak mengerti, apakah hal tersebut adalah berita gembira ataukah berita buruk bagi kawan-kawan pendaki lainnya. Pikirku, mungkin berita buruk bagi mereka yang merasa kehilangan pemanasannya. Namun bagiku, tak ada salahnya berpikiran positif karena dengan ini, penduduk Lembanna dapat dengan mudah untuk mengangkut hasil kebunnya. PELAJARAN PERTAMA : “Tak ada salahnya berpikiran positif!!!”

Setibanya di Lembanna, kami pun merapatkan diri ke sebuah rumah milik seorang yang sangat familiar, bersahabat, dan bersahaja. Kami memanggilnya Tata’ Rasyid, orang tua bagi kami dan juga bagi ratusan bahkan ribuan pendaki lainnya. Tata’ Rasyid memang sangat akrab dikalangan pendaki mengingat beliau dengan bangganya mengabdi kepada Alam Bawakaraeng dengan mengabdikan dirinya sebagai Penolong bagi mereka yang tertimpa musibah disana. Oleh Tata’ Rasyid kami menemukan PELAJARAN KEDUA : “Ikhlas berbuat semata-mata Karena ALLAH SWT!!!”Luar biasa, tata’…semoga Allah SWT senantiasa memberikan Pertolongannya kepada Sang Penolong Kita.

Desa Lembanna, Desa yang berada di kaki gunung Bawakaraeng merupakan desa yang sangat Subur Tanahnya, Ramah warganya, penuh dengan suasana kekeluargaan. Disanalah kami menghabiskan waktu semalam untuk sekedar beristirahat, mengumpulkan tekad dan tenaga untuk kembali melanjutkan perjalanan keesokan harinya menuju Lembah Ramma’. Untuk menuju Ramma’, jalur yang ditempuh tetap melalui gerbang Pos Berdoa (sejalan dengan arah menuju puncak Bawakaraeng) namun, akhirnya jalur terbagi dua pada Pos I Bawakaraeng yang mana sebelah kiri menuju ke Puncak Bawakaraeng sedangkan jalur yang kanan akan menuju ke Lembah Ramma’.

Malam itu, Malam Sabtu 31 Oktober 2009, kami menghabiskan bulan oktober 2009 di desa yang indah ini. Menikmati makan malam yang nikmat dan beberapa gelas kopi penangkal hawa dingin pegunungan. Musim kemarau berkepanjangan ini menghembuskan angin dingin yang mampu menembus Jaket yang kukenakan. Selepas makan malam, kami kembali berbincang dengan Tata’ Rasyid. PELAJARAN KETIGA kami temui pada kesempatan itu : “Tak ingin Terkenal namun ingin selalu Dikenang.” Setidaknya prinsip itulah yang membuatnya tetap tegar melakoni hidupnya yang bersahaja namun bermakna. Perbincangan malam itu berlangsung singkat namun memberikan hamparan makna yang luas bagi kami.

Dalam Suasana yang Dingin Saya memberikan diri untuk keluar sekedar mencari Sinyal untuk menghubunginya. Dapat, namun Putus-putus menghasilkan Perbincangan rindu yang terputus-putus. Saat itulah saya merasakan lemah dan rapuh tanpa kehadirannya, disanalah saya menemukan fakta bahwa saya memang benar-benar mencintainya.Astri.
Dalam pencarian sinyal tersebut, saya juga menyempatkan diri untuk mengetok pintu Tata’ Rappe sekedar bertanya, “Apakah Teman-teman saya Dari MAHESA telah Tiba??” jawaban dari dalam : “Belum”. Saya pun kembali mencari sinyal, berhasil..namun, kali ini rasa kantuk darinya tak bisa ditahannya.kecewa berat melandaku. Dalam perasaan yang sedih kulangkahkan kakiku menuju ke rumah tata’ rasyid.

Sekitaran 30 menit kemudian, pintu tata’ Rasyid diketok. Ternyata kami kedatangan tamu yang taka sing bagiku. Saudara seorganisasi, Karmani, yude’ dan feby. Sekedar mengabarkan bahwa rombongannya telah tiba dan merencanakan melakukan perjalanan malam itu juga. Berani dan beresiko menurutku, namun bagi tata’, PELAJARAN KEEMPAT diungkapkannya : “Sama Tujuan namun berbeda Rejeki”, sekiranya hamparan makna itu membuka mata kami keesokan harinya bahwasanya setiap manusia memang telah diberikan rangkaian takdir oleh sang pencipta.

Setelah melepas rombongan karmani dkk, kami pun mengambil inisiatif untuk beristirahat dan melepas lelah. Suasana yang sunyi dan angin malam turut memberi andil bagi kami untuk segera memejamkan mata. Akhir Oktober – Awal November kami dapati di bawah atap rumah Tata’ Rasyid.

Keesokan harinya, setelah sarapan dan packing ulang, tepat jam 10 pagi kami pun pamitan kepada Tata’ Rasyid untuk melanjutkan perjalanan menuju lembah Ramma’. Dan seperti biasanya, selaku orang tua dan Sebagai seorang yang berpengalaman beliau pun tak henti-hentinya mengingatkan kami untuk selalu berhati-hati dan jangan berpisah dalam perjalanan. Pada kesempatan itu, PELAJARAN KELIMA : “Jikalau kamu mencintai Gunung, apabila hujan badai datang maka mundurlah, gunung takkan berpindah tempat. Namun Jikalau Gunung Mencintaimu, maka tinggallah untuk memberikan kesuburan bagi tanahnya, tinggallah dalam dekapannya menuju Sang Pencipta”.
***

Katakan Iya kepada perbedaan, bukan mengingkarinya..

Selasa, 27 Oktober 2009

Seseorang barulah dikatakan hidup apabila dirinya dapat mengetahui adanya gejolak dalam ruang pikirnya. Seseorang juga dapat dikatakan hidup apabila dirinya dapat menyikapi apapun yang melingkupinya, walaupun samar. Namun, apakah seseorang tersebut dapat mengingkari bahwa sebenarnya yang membuat dirinya bergejolak adalah sebuah perbedaan?

Memaknai perbedaan lebih terletak kepada kemauan seseorang untuk mengakui perbedaan tersebut. mengakui perbedaan justru terletak pada keleluasaan ruang pikir seorang manusia. Memahami perbedaan tak dapat dipungkiri tidak bisa terlepas dari bingkai sebuah persamaan. Sesuatu barulah dikatakan berbeda apabila tak memiliki sebuah unsur yang sama dengan objek yang lainnya.

Namun, apakah kita pernah sadar bahwasanya sebuah perbedaan adalah sebuah kekuatan yang maha dahsyat? Jikalau kita mampu untuk mengelolanya dengan baik, maka tentu saja perbedaan tersebut dapat menghasilkan sebuah daya yang hebat. Indahnya sebuah persamaan apabila didalamnya terdapat perbedaan yang terkontrol. Melalui sebuah perbedaan, akan didapatkan sebuah rumusan yang gemilang. Didalam sebuah perbedaan, akan tersalurkan sebuah pola konstruktif yang canggih. Segalanya akan indah apabila terdapat sebuah perbedaan. Tak akan didapatkan sebuah persamaan tanpa memandang sebuah perbedaan. Perbedaanlah yang membuka mata hati dan pikiran kita untuk membuka wacana dan memandang suatu objek dari segala sudut pandang. Melalui perbedaan akan didapatkan sebuah persamaan yang kokoh.

28 Oktober, yang kita peringati setiap tahunnya sebagai hari sumpah pemuda, sebuah gerak langkah sebuah persatuan yang dilandasi oleh sebuah pernyataan sikap untuk mau mengakui dan menangguhkan perbedaan. Tentu saja kita tahu, tanpa kebesaran hati kita untuk mau mengakui perbedaan, tak akan dihasilkanlah sebuah persatuan bangsa ini, tak akan dihasilkanlah semboyan yang bukan hanya sekedar slogan. “berbeda namun tetap satu jua”. Berbeda yang membuat kita indah.

Perbedaan apabila disikapi dengan bijak akan menghasilkan sebuah persamaan yang indah, sebuah pola konstruktif yang mampu untuk membangun sikap solidaritas yang idak buta namun kritis. Namun, apabila tidak disikapi dengan bijak, hanya dipandang melalui satu lensa kacamata, hanya akan menimbulkan pola destruktif yang maha dahsyat, yang mampu merontokkan sendi-sendi kemanusiaan. Tentunya kita masih ingat, dan tentu saja kita berharap tidak terulangnya beberapa tragedi kemanusiaan yang dihasilkan oleh lepasnya sikap bijak kita dalam memandang sebuah perbedaan.

Seharusnya, saat ini kita mulai untuk belajar, mau mengakui dan menyikapi perbedaan ini dengan bijak dari segala sudut pandang. Perbedaan itu indah apabila kita mau dan mampu untuk mengelolanya. Perbedaanlah yang menjadi warna yang indah dalam dinamika hidup umat manusia. Tuhan tentu saja memiliki maksud yang indah atas makna ini. Bayangkan apabila dalam kehidupan ini semuanya serba seragam!!!

Mulai sekarang mulailah untuk mengatakan iya terhadap perbedaan, tak ada kuasa kita untuk mengingkarinya sebab itu adalah fitrah!!! Perbedaanlah yang selama ini melingkupi ruang hidup kita yang mampu menjadi gejolak dalam ruang pikir kita, yang mampu untuk membuka wacana tentang arti sebuah persamaan. Perbedaanlah yang member arti terhadap pentingnya nilai sebuah persatuan. perbedaanlah yang menjadi tonggak bagi kemerdekaan bangsa kita.karena berbeda kita merdeka, karena berbedalah kita indah, karena berbedalah bangsa kita kaya, Karena kita bangsa yang beragam.
Katakan iya terhadap perbedaan, bukan mengingkarinya. Karena didalam perbedaan inilah maka kita sadar bahwa kita itu ternyata sama. Berbeda itu indah. Selamat memperingati hari sumpah pemuda.

Vierra - Perih

Minggu, 25 Oktober 2009

Dirimu…
tak pernah menyadari
semua…
yang telah kau miliki

kau buang aku, tinggalkan diriku
kau… hancurkan aku seakan ku tak pernah ada

Aku kan bertahan
meski takkan mungkin
menerjang kisahnya
walau perih… walau perih…

salahkah…
aku terlalu cinta
berharap..
semua kan kembali

kau buang aku,tinggalkan diriku
kau.. hancurkan aku
seakan ku tak pernah ada

Aku kan bertahan
meski takkan mungkin
menerjang kisahnya
walau perih… walau perih…

Aku kan bertahan
meski takkan mungkin
menerjang kisahnya
walau perih…

Aku kan bertahan
meski takkan mungkin
menerjang kisahnya
walau perih… walau perih…
walau perih….walau perih…

Kuyakin alam bisa memanipulasi perasaan ini

Sabtu, 24 Oktober 2009

Menemukan Cinta Sejati mungkin sesuatu yang biasa saja bagi segelintir orang. menemukan cinta sejati kemudian ditinggalkannya, juga bukan hal yang special bagi segelintir orang. Namun, menemukan cinta sejati lalu ditinggalkannya ketika kita berada dalam kondisi yang sedang rapuh, itu bukanlah hal yang biasa bagiku.

Tiada hal yang paling realistis yang kami tempuh adalah berpisah. Tiada pula sedikitpun terbersit perasaan menyesal dalam lubuk hati ini. Tak pula ada dendam bagiku.

Focus dan konsentrasi kepada masa depan merupakan sebuah motivasi dan memperbaiki diri kini adalah suatu hal yang menjadi kemutlakan untuk mewujudkannya. Tak ada tangis kali ini. Tak ada tetes air mata yang berderai. Tak ada guna untuk menangisi keadaan ini. Sekarang waktunya bangkit, berdiri dan menegakkan kepala menatap masa depan yang hampir saja pupus seiring kepergianmu. Kamu memang meninggalkanku disaat diri ini rapuh dan melemah. Tetapi kesedihan inilah yang kini menjadi kekuatan bagiku untuk maju dan melangkah kembali melanjutkan hidup.

Sebuah janji yang akan selalu terngiang dikepalaku akan selalu kukenang dan berusaha untuk menepatinya. Aku akan kembali kepadamu dimasa yang akan datang sebagai sosok yang lebih baik. Aku mencintaimu, dan itu untuk selamanya. Tlah kukunci pula perasaanku kepadamu.

Kamu memang meninggalkanku disaat ku rapuh, dan hal itulah yang menjadi pelajaran bagiku untuk tetap bertahan dan yakin kepada pilihan hati. Takkan kusiakan perasaan ini kepadamu dan takkan kubiarkan sesuatu pun menyakitimu. Ketika kau melemah, datang dan bersandarlah kepadaku. Ketika kau pun lelah, datang dan mendekaplah kepadaku. Pintu ini akan slalu terbuka untukmu. Kamulah pemegang kuncinya. Kamulah pemiliknya. It’s all about love for azt…it’s all about you.

Sedikit mengutip sebuah ungkapan dari Soe Hok Gie :

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

Akan begitulah diriku kepadamu, akan begitulah selamanya.

Dan sekarang, obat terampuh yang kurasa bisa menyembuhkanku adalah kembali ke pangkuan alam, setidaknya bisa mengurangi sakit yang kuderita. Percayalah, selepas ini pun aku masih akan selalu mengenangmu, selamanya.

Setidaknya alam bisa membantuku untuk memanipulasi perasaan ini, rasa sakit ini, sehingga kubisa melanjutkan hidup, mengejar cita-cita kita bersama, sehingga kelak bisa kutepati janjiku, kuwujudkan cita-cita kita bersama.

Dan kelak, masa itu tlah tiba, ku mau tak seorang pun menghalangi kita. Ini doa yang terindah yang pernah kuucap. Inilah cita-cita tertinggi yang pernah kuimpikan. Hanya untukmu, hanya bersamamu.selamanya.


http://pojokalul.blogspot.com

Sebuah Tanya

Selasa, 20 Oktober 2009


akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru

(Soe Hok Gie)

Hanya Sebongkah Batu, Bukan Logam Mulia

Senin, 19 Oktober 2009

Anda mungkin tidak perlu menangis agar dapat mencerna tulisan ini, tidak perlu juga anda membaca dengan teliti agar dapat memahaminya..

Anda cukup membuka mata hati anda untuk dapat mengerti bahwa perih dan sakit yang anda dapatkan ketika anda sadar bahwa sesuatu yang berada disekeliling anda kini telah berpindah tempat. Tidak lagi pada posisi yang biasa anda maklumi.

Anda cukup membuka mata hati anda untuk dapat mengerti bahwa sesuatu apapun itu barulah terasa arti keberadaannya ketika sesuatu itu hilang ataupun beranjak meninggalkan anda. Betapapun anda mencarinya, tak akan pernah bisa menggantinya dengan sesuatu apapun itu.

Anda mungkin bisa mendengarkan kisah ini, tapi anda tak perlu untuk meneteskan airmata agar bisa menangkap pesan yang tersirat didalamnya. Belajar memaknai hidup, akan berarti pula belajar untuk memaknai arti kehadiran, pertemuan, perpisahan dan ketiadaan.

Berbicara tentang perpisahan, Banyak orang yang mampu untuk belajar dengan cepat, namun banyak pula tenggelam dan larut dalam kesedihannya. Ada orang yang mampu memaknai serta mengendalikan perpisahan tersebut, namun ada pula orang yang tak berdaya memaknainya bahkan tergerus dalam ombak kesedihan.

Anda dan saya mungkin adalah sebuah cermin refleksi yang menggambarkan dengan nyata peristiwa kontradiksi ini. Anda dan saya ternyata sama. Ketika saya terlarut dalam kesedihan ini, ternyata anda sudah terlebih dahulu mendiami lembah ini. Dan hal itulah yang sebenarnya membuat ombak ini tak kunjung reda. Namun juga, anda dan saya juga ternyata berbeda dalam membijaksanai perpisahan ini. Ketika saya larut didalamnya, anda telah berhasil untuk sekedar memanipulasi perasaan anda. Berpura-pura tegar dan kelihatan tegak, namun saya takjub dan menganggap anda hebat. Setidaknya dalam hal itu, tak mampu saya untuk berbicara banyak.

Lebih jelas lagi saya gambarkan, peristiwa ini telah memberikan hamparan makna yang tak jua saya temui di tempat yang lain. Betapa berharga arti kehadiran dalam roda kehidupan seseorang. Gelombang motivasi dan tempat berbagi tentu saja memberikan spirit tersendiri dalammenikungi hidup (saya bahasakan menikungi setelah lelah menjalaninya dengan lurus).

Makna yang terbesar yang saya temukan dari serangkaian tantangan ini adalah, ternyata betul tak ada manusia yang keras dan tangguh. Tak ada satu pun manusia. Jikalau dapat saya analogikan, ternyata batu bukanlah logam mulia, dia Cuma sebongkah batu yang berada di dalam goa yang ditetesi air secara teratur sehingga mengakibatkan lubang pada sumbu yang sama, semakin lama akan semakin besar. Ketika tiba waktunya air berhenti menetes, batu pun merana dan menangisi kemana gerangan air yang selama ini menetesinya. MENYESAL..(sebuah kata yang jikalau dapat saya tuliskan sebagai padanan kata) batu pun menyesali dirinya yang ternyata bukan sebuah logam mulia. Ketika mencari kemana air yang selama ini menetesinya, namun tak ada satu pun benda yang mampu memberikan petunjuk kepadanya. Dan akhirnya batu pun memimpikan dirinya sebagai sebuah logam mulia sembari menantikan waktu yang datang menggerus dan mengikis dirinya hingga akhirnya rapuh dan menjadi debu. Namun, dirinya tetaplah bukan logam mulia.

Setelah ini saya yakin, ada setitik terang cahaya yang mendekapku. Anda betul, TUHAN tak akan mencoba kita tak mampu untuk melaluinya. Seketika masalah ini menderaku, semakin terkuras pula energiku dan pikiranku untuk sekedar mencari jalan untuk mempertahankannya. Tak akan kusiakan kesempatan ini, secuil apapun itu. Dan sekarang saya masih terus berjuang untuk itu. TUHAN selalu beserta orang-orang pemberani.

Jadi, anda memang betul-betul tidak perlu menangis agar dapat mencerna keadaan ini. Perpisahan kali ini ternyata memberikan makna untuk sebuah perjumpaan yang lebih hangat di masa akan datang. Ketika itu terangkai bersama akan mengoreskan senyum menggantikan sendu kali ini.

Saya Adalah Seorang Mahasiswa Tingkat Akhir

Selasa, 13 Oktober 2009

Oktober, bulan ke sepuluh dalam kalender Masehi yang dapat berarti juga adalah sebuah kesempatan terakhir untuk mengikuti ujian terakhir atau yang akrab dikenal dengan nama ujian meja dalam sebuah kalender akademik yang telah ditetapkan oleh universitas. Dalam bulan oktober pula, kalangan militer memperingatinya sebagai bulan yang bersejarah yan mana pada salah satu hari didalamnya diperingati sebagai hari jadi Angkatan bersenjata Republik Indonesia. 5 oktober, dirgahayu ABRI. Tak ada peran yang tak penting didalam republik ini, dan sebagai seorang mahasiswa, Satu-satunya korelasi yang dapat ditemukan antara Hari Jadi ABRI dengan kondisiku saat ini adalah semangat juang dan jiwa Nasionalisme Angkatan Bersenjata Republik Indonesia yang telah menularkannya kepadaku sehingga termotivasi untuk segera menyelesaikan studiku saat ini. Dan sebagaimana yang telah ditetapkan adanya bahwa, seorang Mahasiswa diwajibkan membuat sebuah Skripsi untuk memenuhi salah satu persyaratan guna memperoleh gelar sarjana.

Namun, di bulan oktober ini pula ketika hampir semua mahasiswa tingkat akhir sedang bergelut dengan tugas akhirnya atau yang akrab kita sebut dengan istilah Skripsi, ketika hampir semua mahasiswa tingkat akhir membiasakan diri dengan istilah ‘menyusun’ sambil tersenyum tentu saja, ketika jiwa dan raga terpanggil untuk segera menuntaskan tugas mulia ini, Makassar dan sekitarnya mengalami pemadaman listrik bergilir. Ketika baru saja hendak menyalakan monitor komputer, ketika semangat menggebu-gebu untuk segera mengerjakannya, Makassar gelap gulita. Tugas akhir pun tertunda untuk beberapa waktu kemudian, mungkin untuk 2 hingga 3 jam ke depan. Ketika mencoba mengakali keadaan ini untuk segera menuju ke tempat teman sekedar menumpang mengetik, disanapun dapat dijumpai keadaan yang sama. Pemadaman lstrik bergilir, mengapa di bulan oktober?

Tidak sedikit sumpah serapah yang sempat terekam oleh indera pendengarku. ketika membuka situs jejaring sosial, hal yang sama pun tertuang disana. Sumpah serapah, caci maki, hinaan, ocehan, celaan, keluhan, bahkan teriakan histeris pun tak sedikit yang kujumpai di bulan ini. Apa yang salah dengan bulan ini? Ketika mencoba bijak terhadap keadaan ini, kutelusuri google untuk mencari penyebab dari semua ini, satu alasan yang pasti dan sangat masuk akal bagi saya untuk memberikan predikat sebagai alasan yang terbaik. ‘ketidakseimbangan cuaca oleh pemanasan global mengakibatkan debet air pada pembangkit listrik yang diharapkan mampu menyuplai tenaga pada pembangkit listrik tenaga air tidak mencukupi untuk memutar turbin yang mampu mengubah dari energi gerak menjadi tenaga listrik, begitulah kira-kira.

Saya tidak memaki, tidak pula mencela, apalagi sampai berteriak histeris. Saya cuma menyayangkan, apabila mencermati konsep sebab dan akibat, pemadaman ini cuma merupakan akibat dari segala kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipungkiri bahwa kita pun juga memiliki andil didalamnya. Pemakaian energi dan sumber daya alam yang berlebihan dan tidak sewajarnya, pola konsumsi yang serakah merupakan sebab dari segala kerusakan ini. Seharusnya dalam keadaan seperti ini, hal yang paling pertama yang harus dilakukan adalah mau mengerti. Bahwa, sewajarnya sebagai warga Negara yang baik kita setidaknya mampu memberikan dukungan secara moril kepada pihak yang terkait agar bisa segera terlepas dan menyelesaikan kemelut ini. Pihak yang terkait pun juga jangan sampai menutup mata atas keadaan ini. Sebagai pihak yang telah diamanahkan untuk mengelola hajat hidup orang banyak, seharusnya masalah ini jangan sampai dibiarkan berlarut-larut. Kasihan rakyat yang telah melaksanakan kewajibannya membayar iuran setiap bulannya dan harus merelakan perabot listriknya yang rusak karena pemadaman bergilir ini, kasihan Mahasiswa Tingkat Akhir yang diamanahkan untuk segera menuntaskan tugas mulianya sebagai warga Negara yang baik, yang diharapkan dapat berguna bagi kemajuan agama, nusa dan bangsa.

Saya tidak memaki, tidak pula mencela, apalagi sampai berteriak histeris. Saya cuma menyayangkan, sampai sekarang skripsi ini masih tergantung. Skripsi lambat selesai, akibat pemadaman bergilir. Bukan alasan klasik, namun konyol apabila sampai diutarakan kepada para pembimbing skripsi. Begitulah kira-kira, tulisan ini saya buat bukan sebagai pembenaran atas kemalasan seorang mahasiswa tingkat akhir, bukan pula karena turunnya semangat juang untuk segera menuntaskan tugas mulia ini. Untuk sekedar teman-teman ketahui, sampai sekarang seorang mahasiswa tingkat akhir ini masih terus berjuang untuk menyelesaikan tugas akhirnya ditengah keadaan kota Makassar yang sedang mengalami pemadaman listrik bergilir, mencoba membijaksanai keadaan ini dengan berbagai metode. Termasuk metode nomaden atau hidup(mengetik) berpindah-pindah berbanding kontra mengikuti ritme pemadaman listrik.

Saya, Mahasiswa tingkat akhir yang sementara berjuang menyelesaikan tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana. Mahasiswa tingkat akhir ini mengilustrasikan dirinya sebagai laron-laron yang bergerak dan berkumpul mengelilingi bola lampu yang memancarkan cahaya. Dan tentu saja hal itu berarti, saya tak sendirian. Ternyata banyak Mahasiswa tingkat akhir yang berjuang untuk menyelesaikan tugas akhirnya ditengah keadaan kota Makassar yang sedang mengalami pemadaman listrik bergilir, yang juga mencoba membijaksanai keadaan ini dengan berbagai metode. Dan dengan segala usaha telah ditempuh, maka dengarkanlah Yaa ALLAH, raja yang menguasai segala makhluk di dunia ini (termasuk laron-laron dan mahasiswa tingkat akhir), terangilah kembali kota Makassar, tunjukkanlah jalan bagi kami agar terselesaikan permasalahan ini berdasarkan kehendakMu; agar tak ada lagi perabotan yang rusak; agar tak ada lagi Sumpah serapah, caci maki, hinaan, ocehan, celaan, keluhan, bahkan teriakan histeris; agar semakin cepat selesai skripsi ini sehingga seorang mahasiswa tingkat akhir dapat segera menjadi seorang sarjana yang baik dan berguna bagi kemajuan agama, nusa dan bangsa. Yaa ALLAH, sesungguhnya Engkau adalah maha pengasih, maha penyayang, maha adil dan maha bijaksana, mendengarkan doa hambaNya yang teraniaya. Kabulkanlah doa kami ini Yaa ALLAH, Amin Yaa Robbal Alamin.
 

Most Reading

Popular Posts