Pages

Update

Uang Logam INDONESIA Paling Langka

Sabtu, 12 Juni 2010

Nama Uang : Uang logam khusus bank indonesia seri for the children of the world
seri/ emisi : Seri for the children of the world
pecahan : Rp 150.000
jaman/masa : Jaman ri kesatuan
bahan : Emas
bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 31 january 2000
Penarikan : -

Warna Dominan
- depan : Kuning
- belakang : Kuning

Ukuran
- berat : 6,22 gram
- tebal : -
- diameter : 22,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar lambang negara garuda pancasila, teks "bank indonesia" dan logo unicef
- Belakang : Gambar anak laki-laki bermain kuda lumping, teks "for the children of the world"
- Samping : Bergerigi


Nama Uang : Uang logam khusus bank indonesia seri demokrasi/1995
seri/ emisi : Seri demokrasi/1995
pecahan : Rp 300.000
jaman/masa: Jaman RI kesatuan
bahan : Emas
bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 16 august 1995
Penarikan : -

Warna Dominan
- depan : Kuning
- belakang : Kuning

Ukuran
- berat : 17,00 gram
- tebal : 1,85 mm
- diameter : 25,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar lambang negara garuda pancasila, teks "bank indonesia" dan "300000 rupiah"
- Belakang : Gambar temu wicara presiden soeharto dengan masyarakat, logo dhn-45 dan "50 tahun RI"
- Samping : 5 garis di 4 tempat berbeda, teks 17 g., logo perum peruri, dan nomor seri 5 angka



Nama Uang : Uang logam khusus bank indonesia seri presiden ri/1995
seri/ emisi : Seri presiden ri
pecahan : Rp 850.000
jaman/masa: Jaman ri kesatuan
bahan : Emas
bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 16 august 1995
Penarikan : -

Warna Dominan
- depan : Kuning
- belakang : Kuning

Ukuran
- berat : 50,00 gram
- tebal : 2,78 mm
- diameter : 35,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar lambang negara garuda pancasila, teks "bank indonesia" dan "850000 rupiah"
- Belakang : Gambar presiden soeharto, teks "lima puluh tahun kemerdekaan republik indonesia"
- Samping : 5 garis ditempat 4 berbeda, teks 17 g., logo perum peruri



Nama Uang: Uang logam khusus bank indonesia emisi 1970
seri/ emisi : Emisi 1970
pecahan : Rp 20.000
jaman/masa: Jaman ri kesatuan
bahan : Emas
bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 17 august 1970
Penarikan : -

Warna Dominan
- depan : Kuning
- belakang : Kuning

Ukuran
- berat : 49,37 gram
- tebal : -
- diameter : 50,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar ukiran garuda bali, teks "25 tahun kemerdekaan republik indonesia"
- Belakang : Gambar lambang negara garuda pancasila, logo "bank indonesia" dan "2000 rupiah"
- Samping : Rata


Nama Uang: Uang logam khusus bank indonesia emisi 1970
seri/ emisi : Emisi 1970
pecahan : Rp 2.000
jaman/masa: Jaman ri kesatuan
bahan : Emas
bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 17 august 1970
Penarikan : -

Warna Dominan
- depan : Kuning
- belakang : Kuning

Ukuran
- berat : 4,93 gram
- tebal : -
- diameter : 18,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar burung cenderawasih dan teks "25 tahun kemerdekaan republik indonesia"
- Belakang : Gambar lambang negara garuda pancasila, logo "bank indonesia dan "2000 rupiah"
- Samping : Rata


Nama Uang: Uang logam khusus bank indonesia seri cagar alam/1974
seri/ emisi : Seri cagar alam/1974
pecahan : Rp 5.000
jaman/masa: Jaman ri kesatuan
bahan : Perak
bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 01 october 1974
Penarikan : -

Warna Dominan
- depan : Putih
- belakang : Putih

Ukuran
- berat : 35,00 gram
- tebal : 2,87 mm
- diameter : 42,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar lambang negara garuda pancasila, teks "bank indonesia"
- Belakang : Gambar orang utan, nominal "rp 5000"
- Samping : Bergerigi



Nama Uang: Uang logam khusus bank indonesia seri cagar alam/1987
seri/ emisi : Seri cagar alam/1987
pecahan : Rp 10.000
jaman/masa: Jaman ri kesatuan
bahan : Perak
bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 01 october 1987
Penarikan : -

Warna Dominan
- depan : Putih
- belakang : Putih

Ukuran
- berat : 19,44 gram
- tebal : -
- diameter : 36,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar lambang negara garuda pancasila, teks "bank indonesia"
- Belakang : Gambar babirusa, nominal "rp 10000"
- Samping : Bergerigi



Nama Uang: Uang logam khusus bank indonesia seri cagar alam/1987
seri/ emisi : Seri cagar alam/1987
pecahan : Rp 200.000
jaman/masa : Jaman ri kesatuan
bahan : Emas
bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 01 october 1987
Penarikan : -

Warna Dominan
- depan : Kuning
- belakang : Kuning

Ukuran
- berat : 10,00 gram
- tebal : -
- diameter : 25,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar lambang negara garuda pancasila, teks "bank indonesia"
- Belakang : Gambar badak jawa bercula satu, nominal "rp 200000"
- Samping : Bergerigi



Nama Uang: Uang logam khusus bank indonesia seri save the children fund/1990
seri/ emisi : Seri save the children fund/1990
pecahan : Rp 200.000
jaman/masa: Jaman ri kesatuan
bahan : Emas
bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 01 december 1992
Penarikan : 31 december

Warna Dominan
- depan : Kuning
- belakang : Kuning

Ukuran
- berat : 10,00 gram
- tebal : -
- diameter : 25,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar lambang negara garuda pancasila, teks "bank indonesia"
- Belakang : Teks "save the children" dan "200.000 rupiah"
- Samping : Bergerigi


Nama Uang: Uang logam khusus bank indonesia seri save the children fund/1990
seri/ emisi : Seri save the children fund/1990
pecahan : Rp 10.000
jaman/masa: Jaman ri kesatuan
bahan : Perak
bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 01 december 1992
Penarikan : 31 december

Warna Dominan
- depan : Putih
- belakang : Putih

Ukuran
- berat : 19,44 gram
- tebal : -
- diameter : 36,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar lambang negara garuda pancasila, teks "bank indonesia"
- Belakang : Gambar 2 anak bermain badminton, teks "save the children" dan "10000 rupiah"



Nama Uang: Uang logam khusus bank indonesia seri for the children of the world
seri/ emisi : Seri for the children of the world
pecahan : Rp 10.000
jaman/masa: Jaman ri kesatuan
bahan : Perak
bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 31 january 2000
Penarikan : -

Warna Dominan
- depan : Putih
- belakang : Putih

Ukuran
- berat : 28,28 gram
- tebal : -
- diameter : 38,61 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar lambang negara garuda pancasila, teks "bank indonesia" dan logo unicef
- Belakang : Gambar kegiatan pramuka, penanaman sejuta pohon, teks "for the children of the world" dan
- Samping : Bergerigi



Nama Uang: Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Cagar Alam/1974
Seri/ Emisi : Seri Cagar Alam/1974
Pecahan : Rp 100.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 01 October 1974
Penarikan : -

Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning

Ukuran
- Berat : 33,347 gram
- Tebal : 2,49 mm
- Diameter : 34,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar lambang negara Garuda Pancasila, teks "BANK INDONESIA"
- Belakang : Gambar Komodo, nominal "Rp 100000"
- Samping : Bergerigi



Nama Uang: Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Cagar Alam/1974
Seri/ Emisi : Seri Cagar Alam/1974
Pecahan : Rp 2.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Perak
Bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 01 October 1974
Penarikan : -

Warna Dominan
- Depan : Putih
- Belakang : Putih

Ukuran
- Berat : 25,31 gram
- Tebal : 2,75 mm
- Diameter : 38,61 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar lambang negara Garuda Pancasila, Teks "BANK INDONESIA"
- Belakang : Gambar harimau jawa, nominal "Rp 2000"
- Samping : Bergerigi



Nama Uang: Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 25.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 17 August 1970
Penarikan : -

Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning

Ukuran
- Berat : 61,71 gram
- Tebal : -
- Diameter : 55,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar Jenderal Sudirman, teks "25 TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA"
- Belakang : Gambar lambang negara Garuda Pancasila, logo "Bank Indonesia" dan 25000 RUPIAH"
- Samping : Rata



Nama Uang: Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 10.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 17 August 1970
Penarikan : -

Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning

Ukuran
- Berat : 24,68 gram
- Tebal : -
- Diameter : 40,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar penari wayang orang wanita, teks "25 TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA"
- Belakang : Gambar Lambang Negara Garuda Pancasila, logo "Bank Indonesia" dan "10000 RUPIAH"
- Samping : Rata



Nama Uang: Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 5.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih

Tanggal Penerbitan : 17 August 1970
Penarikan : -

Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning

Ukuran
- Berat : 12,43 gram
- Tebal : -
- Diameter : 30,00 mm

Ciri-ciri
- Depan : Gambar arca batu manjusri dari candi Tumpang Malang,Teks 25 TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK

INDONESIA
- Belakang : Gambar lambang negara garuda pancasila, logo "Bank Indonesia" dan "5000 RUPIAH"
- Samping : Rata

Kenakalan Remaja Di Era Informatika

Kamis, 10 Juni 2010

Cerdas Sekali Efek Rumah Kaca dalam Menuliskan Tentang kasus Video Mesum selebriti papan atas yang lagi merebak belakangan ini..hehe..


Efek Rumah Kaca

senang mengabadikan tubuh yang tak berhalang
padahal hanya iseng belaka
ketika birahi yang juara
etika menguap entah kemana

oh nafsu menderu deru
bikin malu...
oh nafsu menderu deru
susah maju...

rekam dan memamerkan badan yang lainnya
mungkin hanya untuk kenangan

apakah kita tersesat arah
mengapa kita tak bisa dewasa

Antara kapal Mavi Marmara dan Video mesum selebriti ternama

Yach, anda benar… saya tahu kolom ini bukanlah kolom infotainment yang mencoba menguak sisi-sisi pribadi setiap selebriti. Tapi tak ada salahnya kalo kita menggarisbawahi bahwa setiap yang membaca tulisan ini adalah seorang manusia, dan bahkan seorang selebriti pun adalah seorang manusia.

Berbicara tentang manusia, tentunya kita tak dapat untuk melepaskan hawa nafsu daripadanya karena sesungguhnya Manusia telah diberikan hal tersebut untuk melengkapi kehidupannya. Dan berbicara tentang kehidupan, manusia tidaklah dapat dengan mudah untuk dilepaskan dari keterikatan bahwasanya manusia adalah salah satu bahagian yang penting dari lingkungan hidup. Dan berikut ini, kita sedikit membuka kembali mata kita akan bencana yang sebenarnya ada di depan mata kita. Bencana yang sebenarnya dahsyat, Bencana kemanusiaan.

Baru saja kita mendapatkan pemberitaan tentang insiden berdarah penyerangan oleh Israel terhadap kapal Mavi Marmara yang mengangkut relawan serta bantuan untuk pengungsi Palestina, lagi-lagi kita dikejutkan oleh berita sensasional; Beredarnya video mesum artis ibukota yang notabene adalah seorang vokalis dari band papan atas dalam negri(dugaan..??).

Dahsyattt…Dari pembajakan kapal bantuan pengungsi Palestina, sorot mata pun segera teralihkan ke video mesum tersebut. Banyak yang penasaran ingin menyaksikan sendiri adegan panas tersebut. Pembicaraan yang semula membahas tentang peristiwa pembajakan kapal oleh Israel beralih dengan membahas bagaimana pemeran wanita dalam video tersebut dengan lihainya (Maaf) memainkan alat kelamin dari pasangannya, Topik-topik diskusi warung kopi tentang kekejaman zionis teralihkan dengan nuansa vulgar yang disuguhkan dalam video tersebut, bahkan dalam situs-situs jejaring sosial orang-orang ramai membahas video mesum tersebut, Ironisnya lagi, ada seorang ibu yang tanpa merasa malu menonton video mesum tersebut bersama anak-anaknya. Dahsyattt..!!!

Film Porno tetaplah film porno, siapapun yang bermain di dalamnya tetaplah disebut pemeran film porno!!! Semoga anda sepakat dengan pernyataan diatas. Lantaran pemerannya adalah seorang selebriti terkenal, mengapa orang-orang tetap tak merasa malu untuk mengunduh video tersebut bahkan menyaksikannya bersama.

Indonesia sedang ditimpa bencana kemanusiaan, bencana yang menelan ratusan bahkan ribuan korban mental. Sanggupkah kita untuk menahan agar tidak jatuh korban lebih banyak lagi..?? pertanyaan yang sebenarnya adalah sanggupkah kita untuk sekedar menahan diri untuk tidak menyaksikan video tersebut. Pilihan ada di tangan anda, jangan biarkan rasa penasaran dan nafsu mengikat anda. Sesungguhnya manusia yang kuat adalah manusia yang mampu untuk mengendalikan dirinya. Berbuatlah yang baik untuk hasil yang lebih baik. Bencana kemanusiaan adalah awal dari bencana-bencana yang lainya, mari selamatkan lingkungan kita untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Simak Juga di www.mahesa.or.id

Sebaiknya Renungkan Kembali Mengapa Kita Harus Ke Gunung???

Senin, 31 Mei 2010

Manusia selalu takut akan bencana serta kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan olehnya namun tanpa disadarinya kerusakan yg paling parah justru berasal dari dalam manusia itu sendiri…alam bisa mengontrol dirinya sendiri sementara tanpa kita sadari bencana kemanusiaan yang paling parah justru berasal dari manusianya itu sendiri.

Sosok pencinta alam sebagaimana yang kita ketahui adalah sosok yang diharapkan bisa menjadi pelopor dalam menjaga serta melestarikan alam beserta kehidupan didalamya mencakup bagaimana dalam berpola serta berprilaku dalam kehidupan sehari-hari namun ironisnya, sebagaimana yang kita lihat dalam realitas yang sementara berkembang justru sosok pencinta alam tidak (ataukah belum) berada dalam kondisi yang kita harapkan bersama (FAKTA)..

Tidak ada yang salah dengan PENCINTA ALAMnya, sosok yang berada dalam PENCINTA ALAM tersebut yang tanpa dia sadari yang bertingkah seolah peduli namun kenyataannya tidak ambil pusing sama sekali akan keadaan tersebut. Alih-alih peduli akan Alam, peduli akan dirinya sendiri pun kita mungkin sepakat untuk mengatakan tidak!!! Apakah betul bisa kita katakan peduli apabila masih ada yang juga sosok pencinta alam yang masih mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang??? Apakah ini yang kita namakan cinta??? tak ada dasar sama sekali akan hubungan yang simetris tentang menjaga kelestarian lingkungan beserta kehidupan didalamnya dengan masih mengkonsumsi barang-barang haram tersebut.

Belum lagi pengetahuan yang mendasar terkadang hanya dijadikan sebagai materi yang merupakan PROGRAM KERJA tanpa disadari akan pentingnya untuk dimiliki bagi setiap sosok tersebut. Bagaimana bisa untuk berbuat kalau kita tak tahu dan sama sekali tak paham??? Maka yang ada di dalam kepala sosok tsb hanyalah bagaimana untuk bisa SURVIVE ataukah keterampilan-keterampilan lainnya tanpa pernah mau untuk menyadari untuk apa dia harus pahami pengetahuan akan keterampilan tersebut. Apakah sosok pencinta alam tidak lagi harus belajar untuk mengetahui hal-hal yang lain selain daripada sekedar materi-materi keterampilan kepencintaalaman??

Sosok pencinta alam seolah-olah menjadi momok yang menakutkan dalam setiap sisi kehidupannya. Arogansi, solidaritas buta, dsb bisa kita ketemukan didalam sosok tsb. Bagaimana tidak??? Untuk bisa menjadi sosok pencinta alam harus melalui proses “diklat (atau apapun namanya)” yang notabene kekerasan bahkan”MENCABUT HAK ASASI MANUSIA” bisa kita temui di dalamnya. Berarti setiap sosok pencinta alam bisa berpeluang untuk menjadi penjahat Hak asasi manusia? Sangat kontradiksi dengan kata CINTA yang ada didalam nama PENCINTA ALAM tersebut.

Tak ada yang salah dengan PENCINTA ALAM, yang (mungkin) salah adalah sosok-sosok yang dengan bangganya kebetulan berada didalamnya yang dengan kebanggaannya tak mau lagi mengerti apalagi sadar untuk apa dia berada didalam organisasi yang sebenarnya suci tersebut, yang (mungkin) salah adalah sosok-sosok yang dengan bangganya kebetulan berada didalamnya yang dengan kebanggaannya tak mau lagi untuk mendengar saran serta kritikan-kritikan dari luar seolah Cuma sosok pencinta alam saja manusia yang hidup. MANUSIA adalah Khalifah yang diturunkan untuk menjaga dan melestarikan Alam beserta seluruh kehidupan didalamnya, dan sosok pencinta alam bukanlah satu-satunya manusia di muka bumi ini. Seluruh warga bumi berhak untuk menjaga dan melestarikan Alam beserta seluruh kehidupan didalamnya.

Percuma naik gunung jikalau menaklukkan diri sendiri saja sulit untuk dilakukan. Seharusnya segala sisi-sisi kelam manusia bisa dikeluarkan bersamaan dengan bercucurannya keringat yang menetes dalam perjalanan menuju ke puncak gunung. Puncak gunung yang sebenarnya justru berada dalam diri manusia itu sendiri.

Rasa-rasanya memang betul perlu ditinjau kembali mengapa setiap sosok pencinta alam harus ke puncak gunung padahal alam bukan hanya gunung saja…pencinta alam bukan pencinta gunung. Seharusnya setiap sosok pencinta alam mulai sekarang harus bisa untuk membuka mata dan hati untuk bisa melihat bahwasanya untuk menjaga serta melestarikan alam beserta kehidupan didalamnya harus berarti pula untuk bisa menjadi khalifah yang baik. Maksudnya, semoga bisa menjadi teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Mulai untuk membuka mata bahwasanya dengan memperhatikan manusia lain beserta kondisi disekelilingnya hal itu berarti langkah awal untuk menuju ke puncak gunung yang sebenarnya. Bukan puncak gunung yang biasa kita daki bersama.

Jikalau tak berbenah dan segera mengevaluasi diri, bukan tidak mungkin PENCINTA ALAM bisa kehilangan kesuciannya didalam perjuangan yang sebenarnya mulia ini. Bagaimana di satu sisi bisa memanusiakan manusia dalam sebuah konteks kaderisasi dan sementara disisi lain berperan aktif didalam tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini. Salam untuk sebuah perubahan yang kecil menuju sebuah perubahan yang lebih besar. Mulia ataukah hinanya sebuah organisasi berawal dari kesadaran-kesadaran penghuninya yang membawa nama baik organisasinya. Karena sebenarnya kesalahan-kesalahan sosok bisa diindikasikan sebagai suatu kesalahan-kesalahan organisasi yang menaungi sosok tersebut. Berpijak dari hal yang kecil untuk kemudian dihadapkan dengan realita-realita dan membentuk sebuah kesadaran kritis dalam berpola serta berprilaku dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ide-ide yang tulus akan selalu selaras dengan realita-realita yang baik.

sumber: www.mahesa.or.id

20 Mei 2010

Kamis, 20 Mei 2010

Makassar, 20 Mei 2010.

Alhamdulillah…3 tahun sudah Mahesa berdiri sejak didirikannya sejak tahun 2007 silam. ada banyak hal yang bisa kami tuliskan disini, namun masih ada lebih banyak hal lagi yang bisa kami ceritakan seandainya kita bisa bertemu, wahai sahabat…

Berawal dari sebuah percakapan di kantin ekonomi baraya, dalam suasana sore yang cerah ditemani bergelas-gelas kopi dan berbatang-batang rokok. Kerinduan untuk menyapa dinginnya suasana pegunungan terjawab sudah dengan dimunculkannya ide untuk mendirikan perkumpulan ini.

Ada 9 orang mahasiswa ekonomi regular sore yang berbeda latar yang telah menjadi tonggak berdirinya perkumpulan ini dan Puncak Gunung Bawakaraeng pun menjadi saksi atas lahirnya sebuah perkumpulan yang akhirnya disepakati berubah bentuk menjadi sebuah organisasi dengan nama MAHESA.

Dengan semangat kebangkitan nasional, MAHESA pun lahir ditengah-tengah kampus kami yang kecil dan menjadi sebuah media bagi kami untuk melawan stigma tentang kampus kami yang KATANYA dipenuhi oleh kaum HEDON!!!MAHESA hadir untuk melawan itu, Ekstensi atau Reguler Sore juga bisa punya Pencinta Alam dan kami tidak HEDON, kawan.

Dan akhirnya Ekstensi/Regular sore pun ditutup dan kami dipaksa untuk berpindah dari kampus baraya ke kampus tamalanrea. Euforia baraya akhirnya hanya bisa kami kenang sepanjang hidup kami dan takkan pernah bisa hilang dalam catatan sejarah organisasi ini. Tamalanrea dengan segala tantangan yang baru kami jawab dengan menegaskan bahwa MAHESA akan tetap berdiri walaupun untuk itu kami harus rela membuang kata EKONOMI dalam bertutur dan prilaku kami. MAHESA bukan lagi MAHASISWA EKONOMI REGULER SORE PENCINTA ALAM!!! MAHESA harus membuang EKONOMI untuk bisa tetap bertahan.

Dalam fase ini, MAHESA pun berubah bentuk menjadi sebuah Organisasi Lingkungan Hidup (OLH) yang berubah nama menjadi OLH MAHESA sebuah organisasi yang independen dan tidak dinaungi oleh badan apapun. MAHESA adalah MAHESA, dan kami cuma menumpang berkuliah di Tamalanrea.

Sahabat, telah banyak puncak yang telah kami temui disepanjang perjalanan ini. Entah berapa banyak hutan, gua yang kami susuri, bukit berbatu, jurang yang terjal yang telah kami lalui . Banyak tantangan yang kami jumpai di sepanjang perjalanan organisasi ini, Telah banyak pula suka dan duka yang kami dapatkan. Namun satu hal yang paling kami syukuri, MAHESA telah memberi kami banyak saudara dalam 3 tahun perjalanan ini. Hamparan pengalaman sarat makna pun kami temui dalam perjalanan organisasi ini. Kami bersyukur memiliki organisasi ini. Selamat Hari Jadi, OLH MAHESA.

Sahabat, Terima Kasih telah menjadi saksi atas hari ini. Dukungan dan motivasi, saran serta kritikan darimu kami nantikan selalu demi MAHESA yang lebih baik.

Jeet Kune Do

Selasa, 27 April 2010

Air adalah zat terlembut yang ada didunia ini, tapi ia dapat melebur batu yang paling keras sekalipun, seperti batu granit. Air itu juga kokoh, maksudnya air tidak dapat mungkin digenggam. Siapapun tak dapat memukul atau menghancurkan air. Semua Kung Fu mencoba melakukan seperti itu. Lembut seperti air tapi sesuai untuk menghadapi lawan.
  1. Jangan gunakan jalan sebagai jalan,jangan punyai batas sebagai batas
  2. Menyelesaikan sendiri segala permasalahan, mengembangkan diri dan kepercayaan diri untuk membebaskan dari rantai batas
  3. Rahasia sukses seni bela diri adalah kemauan berlatih keras untuk meningkatkan kemampuan
  4. Kosongkan pikiran, hilangkan bentuk seperti air

Ketika Mental dan Fisik Sudah Terkuras, Masih Ada Harga Diri Yang Akan Memandumu Pulang…

Kamis, 18 Maret 2010

Sebuah Laporan Perjalanan Kegiatan MAHESA Bersih Gunung Bawakaraeng 2010

Alul Sarjana Ekonomi, 003/MAHESA/PENDIRI/2007


Kali ini, 12 Maret 2010, Makassar Menjelang Senja..

Dalam Catatan Kali ini, saya rasa akan lebih afdhol apabila saya memulainya dengan kulangkahkan kakiku keluar dari kamarku(Sebuah Kerajaan Malamku) setelah packing dan melakukan persiapan-persiapan lainnya…Setelah pamitan dan mencium tangan Ibunda saya pun melanjutkan perjalanan menuju ke MABES MAHESA di BTN ASAL MULA, kali ini saya menumpang Sepeda motor bermerek Yamaha Jupiter Z dan Othe’ (001/MAHESA/AP/2007) sebagai Jokinya.

Masih Senja di MABES MAHESA, ternyata sudah banyak kawan-kawan yang berkumpul disana dan Nampak sedang melakukan persiapan-persiapan menjelang keberangkatan. Ada yang melakukan packing, mendata equipment yg dibawa serta, mendata Ransum, membagi bobot beban ke dalam tas Carrier peserta, dan persiapan-persiapan lainnya. Nampaknya masih lama akan berangkat, sambil menikmati sebotol coca-cola dingin bersama Akil berbincang-bincang about Love di beranda, Asikkkkkkk Sekaliiii……….

Dan akhirnya malam hari pun tiba diawali dengan Adzan Magrib Yang membahana. Packing pun telah selesai dilaksanakan, persiapan pun telah mencapai taraf 90%. Ada beberapa teman yang keluar untuk mencari sisa perlengkapan yang belum rampung untuk segera dilengkapi. Nampak pula beberapa teman menuju ke DIMITRI untuk menyewa Equipment Yang akan dibawa dalam perjalanan nanti, dan beberapa teman yang masih bersantai di MABES MAHESA.

21.09 WITA, Rombongan MAHESA BERSIH GUNUNG BAWAKARAENG berangkat meninggalkan MABES MAHESA menuju Desa Lembanna Kab.Gowa. Rombongan Terbagi atas 2, rombongan yang pertama menggunakan sepeda motor sementara rombongan kedua menggunakan Sebuah Mobil Panther punya Mheeno (014/MAHESA/I/AP/2008)yang kerap digunakan sebagai kendaraan Dinas MAHESA. Makasih,bro..^^

Tanggal 13 Maret 2010, pukul 00.58 WITA Rombongan 1 dan 2 Tiba di Desa Lembanna Kab.Gowa dan menggunakan Rumah Tata’ Rappe sebagai Home Base perjalanan kali ini. Tidak beberapa lama kemudian, dari kejauhan terdengar raungan Sepeda Motor Bermerek Tiger kepunyaan Ryan (004/MAHESA/PENDIRI/2007). Ternyata Ryan juga ikut serta dalam perjalanan ini.

04.00 WITA, Tim I yang merupakan Tim Leader beranggotakan Karmani (010/MAHESA/I/AP/2008), Ikha (021/MAHESA/I/AP/2008), dan Iccank (001/MAHESA/III/AM/2010) beranjak meninggalkan Home Base menuju ke Puncak Bawakaraeng. Selang 30 Menit kemudian (waktu yang kami sepakati untuk melakukan contact via HT) kami melakukan contact dan Tim I melaporkan bahwa mereka telah tiba di Pos Berdoa.

05.00 WITA, Tim II yang merupakan Tim Inti beranggotakan Agung (016/MAHESA/I/AP/2008), Yude’ (020/MAHESA/I/AP/2008), Awi (013/MAHESA/I/AP/2008), Faruk (029/MAHESA/II/AP/2009), Muphe’(002/MAHESA/III/AM/2010), Miko (005/ MAHESA/III/AM/2010), dan saya Sendiri; Alul (003/MAHESA/PENDIRI/2007) juga beranjak meninggalkan home base menuju puncak bawakaraeng menyusul Tim I. dan menurut kesepakatan Tim III yang merupakan Tim Sweeper yang beranggotakan Tomo (002/MAHESA/PENDIRI/2007), Ryan (004/MAHESA/PENDIRI/2007), Barak (011/MAHESA/I/AP/2008), dan Mheeno (014/MAHESA/I/AP/2008) akan menyusul tim I dan Tim II sejam kemudian.

Perjalanan menuju puncak bawakaraeng dalam rangka kegiatan MAHESA BERSIH GUNUNG BAWAKARAENG merupakan perjalanan yang berat dan sangat meletihkan. Baru saja tiba di Pos I sudah menguras energi yang sangat banyak. Medan di perjalanan menuju Pos I sangatlah menantang, perjalanan yang sedikit mendaki dengan bebatuan dan tanah merah dengan sedikit rintangan dari semak belukar di tiap sisi dan berjalan memotong aliran sungai kecil. Tiba di pos I, beristirahat sejenak dan mengumpulkan sampah.

Melanjutkan perjalanan, medan perjalanan yang panjang dan berkelok menyusuri medan semak belukar yang tinggi yang terkadang menganggu pandangan dan menggores badan kami. Lumayan jauh juga akhirnya kami tiba di Pos II yang dtandai dengan sebuah Pohon yang rindang, sekedar mengumpulkan sampah dan memasukkannya ke dalam kantong polybag.Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan semak belukar masih di sisi kiri dan kanan kami, beberapa batang pohon yang memaksa kami untuk melompati,merunduk, bahkan tiarap di bawah untuk melewatinya..(Katanya inilah konsep hidup yang sebenarnya). Akhirnya kami tiba di Pos III, beberapa meter sebelumnya kami sempat singgah di sungai sebelum Pos III untuk sekedar mengambil air, mengumpulkan sampah, dan berpose foto tentunya. Pada kesempatan ini, kami menyempatkan diri untuk mempersilahkan saudara Muphe’ dan Faruk untuk mengambil jatah SET karena lupa akan Penggunaan kata ‘Kanda’ pada saat menyapa Kakak-kakak DIKLATnya…Inilah Seninya Organisasi, Bukanlah Hukuman Cuma sekedar pengingat yang menyenangkan demi mendidik tata krama dalam organisasi.."Yang Tua Sadar Diri, Yang Muda Tahu Diri."

15 menit kemudian kami pun melanjutkan perjalanan. Menuju pos IV medan perjalanan yang kami tempuh adalah kawasan hutan basah. Pos IV bawakaraeng ditandai dengan sebuah potong besar melintang yang terbelah di tengahnya. Di Pos inipun kami menyempatkan diri untuk mengumpulkan sampah dan memasukkannya kedalam kantong Polybag. Matahari pun tidak lagi menyembunyikan sinarnya, bahkan dengan tidak sungkan-sungkan menyorotkan cahayanya yang terik kepada kami. Dan akhirnya dibawah sorot terik matahari, kami pun tiba di Pos V. di pos ini kami bertemu dengan Tim I yang sedang beristirahat. Di pos inilah kami sepakat untuk berkumpul. Selang 30 menit kemudian, akhirnya Tim III tiba di pos ini. Kami pun berkumpul untuk mengumpulkan sampah, mengambil air dan makan siang bersama. Kali ini Karmani yang bertindak selaku kepala Koki, Mantap!!

Dari Pos V menuju Pos VI kami melintasi bukit-bukit kecil yang di penuhi dengan batangan-batangan pohon yang melintangi jalanan diselingi dengan ladang edelweiss yang tumbuh dengan liar disana. Panorama yang indah untuk berpose memaksa kami untuk kembali mengambil gaya. Di pertengahan pos inilah tim I dan Tim II sepakat untuk meleburkan personil dengan alasan untuk lebih mempermudah perjalanan. Akhirnya, Rombongan MAHESA BERSIH GUNUNG BAWAKARAENG terbagi menjadi 2 Tim. Karmani pun tinggal untuk memberikan HT kepada Tim Sweeper.

Di Pos VI kami kembali mengumpulkan sampah lalu kembali meneruskan perjalanan menuju pos VII. Medan ini ditandai dengan pendakian-pendakian relative pendek. Pendakian yang menguras energi ditambah dengan sorot matahari yang terik ditambah lagi dengan gangguan dari serangga-serangga kecil yang mengikuti dan terus terang sangat mengganggu kami. Pos VII ditandai dengan beberapa bongkahan batu besar. Sebuah bukit yang indah dengan beberapa bongkahan batu besar memaksa kami untuk kembali mengambil gaya berpose ria ala foto profil Facebook. Pada pos ini kami mendapati sebuah tong drum sampah dan menemukan beberapa receh uang koin dan beberapa batang rokok yang terselip dibawah batu; saya yakin, orang-orang tersebut dengan sengaja untuk menyimpannya disana entah untuk maksud apa.

Dari Pos VII kami melanjutkan perjalanan menuruni bukit pos VII lalu berjalan memasuki jalan setapak yang ditumbuhi pepohonan pendek yang indah, kemudian memasuki hutan hujan yang lembab khas Bawakaraeng. Masih ditemani oleh serangga-serangga kecil kami pun harus menapaki pendakian khas bawakaraeng. Jalur yang lembab dan kabut tipis pun turun memaksa kami untuk mengancing dengan rapat Raincoat kami. Jalur pos inilah yang merupakan ciri khas pendakian Bawakaraeng, jalur yang menguras tenaga dan mencucurkan keringat. Pendakian yang panjang dan sangat membosankan, kemudian penurunan yang terjal untuk kembali mendaki. Terkadang melewati semak berduri dan bebatuan yang berlumut memaksa kami untuk memutar otak meletakkan kaki berpijak dengan hati-hati. Sungguh kombinasi antara tenaga dan akal. Pada salah satu penurunan, pada saat daya konsentrasi yang mulai menurun, ditambah dengan sesaknya dada akibat kabut tipis dan udara yang lembab, ditambah lagi dengan gangguan-gangguan dari serangga-serangga kecil; akhirnya saya yang salah menempatkan pijakan terjatuh dengan posisi tangan kanan yang hampir patah akibat mengapit dahan sementara tulang kering kaki kiri yang membentur sudut batu.SAKIT!! namun, kondisi yang sangat kelelahan dan udara yang dingin seolah memberikan sugesti untuk tidak memperhatikan luka tersebut. Dalam hati saya bernazar untuk menggunting celana saya apabila saya dapat berhasil tiba di Camp.Pos tanpa terhalangi oleh rasa sakit ini.

Pukul 15.58 WITA, kami tiba di Pos VIII. Karmani sebagai Korlap dalam perjalanan ini, Setelah melihat kondisi anggota rombongan yang kelelahan dan waktu yang sudah mendekati gelap, dengan pertimbangan dan keputusan yang tepat menghasilkan kebijakan untuk Camp di pos ini. Kami pun membongkar carrier untuk mengambil equipment-equipment, mendirikan tenda, dan mengambil air untuk keperluan selama camp di pos ini. Kami pun melakukan pengamatan suhu dengan alat bantu thermometer, suhu mencapai 6°c. Selang beberapa menit kemudian Tim Sweeper pun tiba di camp.

Menjelang magrib, makan malam pun telah siap dengan Tomo yang bertindak sebagai kepala Koki. Kami pun santap malam dengan dinginnya malam sabagai pelengkap hidangan ini. Beruntung kami menemukan tanah yang sedikit lapang untuk mendirikan 3 tenda dengan posisi yang saling berdekatan dan 1 tenda dengan posisi yang agak jauh. Cuaca yang sangat dingin yang mencapai hingga 2°c pada malam harinya dan kondisi badan yang kelelahan memaksa saya untuk segera menutup mata. Dan tentu saja sebelum menutup mata, saya harus menepati nazar saya yakni saya harus memotong celana saya menjadi celana pendek apabila saya dapat berhasil tiba di Camp.Pos tanpa terhalangi oleh rasa sakit pada betis akibat benturan kemarin.

Keesokan harinya, 14 Maret 2010, agak subuh kawan-kawan nampaknya sudah terbangun tapi saya masih agak berat untuk membuka mata. Dingin sekali, kawan..suhu mencapai angka 4°c!!! akhirnya pukul 06.30 WITA setelah mengumpulkan sampah dan bersiap-siap, rombongan pun kembali melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Bawakaraeng. Kali ini Faruk, Yude’, dan Ikha bertugas untuk stay di camp dan tentu saja mempersiapkan Makan siang dan membersihkan lokasi di sekitaran camp sementara rombongan yang lain menuju ke puncak.

Tepat pukul 07.56 WITA, setelah melalui Pos IX, rombongan tiba di Pos X. Dari sana Puncak Gunung Bawakaraeng sudah terlihat dengan jelas.rombongan akhirnya tiba puncak dengan kondisi yang kelelahan pada pukul 08.00 WITA. Namun letih dan lelah terbayar lunas oleh keindahahan puncak Gunung Bawakaraeng. Apalagi dengan cuaca yang sangat cerah tanpa kabut sama sekali. Momen ini tidak disia-siakan, kami pun mengambil gaya untuk berfoto bersama tugu trangulasi Bawakaraeng. Tidak cukup dengan hanya mengambil foto, kami pun mengabadikan momen ini dengan mengambil beberapa video menggunakan HP.
Setelah mencari dan mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di sekitaran Puncak dan Pos X, kami pun memutuskan untuk kembali ke camp tepat pada pukul 09.10 WITA. Di sepanjang perjalanan turun dari puncak menuju camp, kami menemukan banyak sampah yang bertebaran. Kami pun memungutnya untuk kemudian dibawa turun. Pukul 11.30 WITA, rombongan tiba di camp pos VIII. Kami pun makan siang bersama hasil racikan koki ala resto buatan Faruk, Ikha, dan Yude’…setelah santap siang dan beristirahat sejenak, kami pun packing untuk kembali ke desa Lembanna. Setelah membagi Sampah kedalam Kantong Polybag dan Berdoa Bersama, Rombongan MAHESA BERSIH GUNUNG BAWAKARAENG meninggalkan Camp.Pos VIII menuju Desa Lembanna tepat pada pukul 12.31 WITA.

Perjalanan balik dari Pos VIII menuju VII adalah seni pendakian khas perjalanan Bawakaraeng. Kondisi medan yang sangat menantang dengan segala rintangan disepanjang jalan menguras energi dan sangat menganggu mental kami. Pada sesi ini pulalah Luka Benturan pada tulang kering betis kaki kiri yang membengkak sangat tidak bisa diajak berkompromi. Nyeri dan sakitnya sangat menganggu membuat langkahku terganggu sehingga sebentar-sebentar saya harus berhenti untuk sekedar memberi perhatian lebih kepada Betis ini.



Perjalanan Pulang dari Pos VIII menuju Pos VII adalah perjalanan yang memakan waktu yang sangat lama, hal ini disebabkan medan pendakian yang sangat curam; Sayangnya kami tidak membawa altimeter untuk mengukur sudut dan kemiringannya. Dan akhirnya, pada kondisi ini rombongan menjadi terpecah-pecah. Tiba di Pos VII, Saya bersama Faruk dan Miko memutuskan untuk sejenak beristirahat sambil membakar sebatang rokok sambil sedikit obrolan dibawah sorotan terik matahari dan hembusan angin. Setelah sebatang rokok telah habis, kami pun kembali melanjutkan perjalanan menuju desa lembanna. Kondisi betis yang semakin membengkak membuatku kembali harus memberikan perhatian ekstra kepadanya, saya harus berhenti lagi di Pos VI.

Dari Pos VI menuju Pos V memang relative lebih mudah, tapi dengan kondisi cuaca yang terik, fisik yang kelelahan, dan bahkan mental yang sudah mulai goyah, perjalanan menuju pos V terasa sangat melelahkan, membosankan, bahkan memaksa kami untuk berhenti dan terdiam tanpa bincangan. Seekor Elang Gunung pada pertengahan Pos VI dengan Pos V memberikan sedikit bahan sebagai bincangan namun itu pun juga tidak banyak membantu kami untuk menumbuhkan minat untuk kembali melanjutkan perbincangan. Kelelahan yang luar biasa ditambah dengan keyakinan yang sudah mulai luntur merupakan suatu hal yang paling menakutkan dalam suatu perjalanan. Pada kondisi ini, kita bisa mendapatkan kesempatan bisa menemui potret diri sendiri yang sedang berada dalam kondisi yang teramat susah dan potret diri sendiri itulah yang kita biasa sebut dengan istilah SAHABAT!!! Silahkan gali maknanya.

Mendekati Pos V, akibat kelelahan dan rasa sakit yang menyiksa betisku memaksaku untuk sejenak duduk dan menundukkan kepala dan tanpa sadar saya tertidur. Beruntung Karmani yang telah lebih dahulu tiba di Pos V kembali dan membantuku membawakan Bawaanku. Dengan langkah yang gontai saya pun kembali meneruskan perjalanan ke Pos V dan Pukul 14.02 WITA setibanya disana tidak dapat kutahan kantukku untuk segera terlelap. Di Pos V ternyata sudah terlebih dahulu ada Ryan, Karmani, Faruk, dan Miko. Saat itu langit sudah berubah menjadi mendung dan tertutup oleh kabut yang tebal. Cuaca pun menjadi dingin.

Cukup lama juga saya tertidur disana. Miko telah kembali melanjutkan perjalanan, yang berada di Pos V juga telah bertambah. Kali ini selain Karmani dan Ryan juga ada Tomo, Barak, Ikha, dan Faruk. Hujan Yang mengguyur Pos V telah membangunkanku dengan Paksa. Berlindung di bawah Semak bersama kawan-kawan membuat suasana yang dingin menjadi hangat. Apalagi dengan sajian Susu Hangat dan rokok. Hujan Akhirnya reda, namun baru saja kami bersiap-siap untuk berangkat, Hujan yang lebih deras kembali memaksa kami untuk bertahan disana hingga akhirnya Pukul 17. 15 WITA, setelah hujan akhirnya mulai reda, kami pun kembali meneruskan perjalanan. Target tiba sebelum Magrib kayaknya menjadi sebuah hal yang mustahil mengingat jarak yang masih jauh.

Secara tak sengaja rombongan kembali terpisah menjadi 2 tim. Saya, Tomo, dan Ryan berada dalam Tim yang di depan, sedangkan Karmani, Barak, Ikha, dan Faruk pada Tim yang di belakang. Sementara anggota rombongan yang lain sudah terlebih dahulu sudah berada di depan kami. Berkejaran dengan waktu, kami lebih memacu langkah kami. Nafas yang tersengal, badan yang menggigil, kondisi kaki yang sakit membuat kami nampak terlihat memprihatinkan. Tetapi kami tetap melanjutkan perjalanan.

Pos IV pun kami lalui, saat itu sudah menjelang Gelap dan hujan belum juga berhenti…kami lebih memacu langkah kami. Pos III, kami sejenak berhenti untuk sejenak menunggu tim yang di belakang. namun 5 menit berlalu mereka tak kunjung tiba, akhirnya kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Melewati sungai kemudian sedikit mendaki merupakan penanda dari pos III menuju Pos II pun telah kami lalui. Melewati semak belukar dan jalan yang berliku. Berbatu dan terkadang harus melewati batang pohon tumbang yang melintang. Dan akhirnya kami tiba di Pos II, tak lama kemudian tim yang di belakang pun kembali bergabung bersama kami.

Malam pun telah tiba, gelap dan hujan disertai angin yang lembut membuat mental semakin goyah. Saya kemudian mengeluarkan senter dari dalam tas. Dari Pos II menuju Pos I, hari sudah betul-betul berganti menjadi malam. Kali ini, hujan turun rintik-rintik…namun masih menyisakan angin yang membuat badan yang basah menjadi semakin menggigil. Dalam kondisi yang seperti inilah kami Sadar Ketika Mental dan Fisik Sudah Terkuras, Masih Ada Harga Diri Yang Akan Memandumu Pulang…

Setibanya di Pos I, akhirnya Saya dan Ryan memutuskan untuk berjalan lebih dahulu disebabkkan badan yang dingin akan semakin menggigil dan bahkan bisa terserang Hypotermhia. Dari Pos I menuju desa Lembanna sangatlah menegangkan, kondisi medan yang becek dan berlumpur membuat kami semakin berhati-hati dalam melangkah. Berlari-lari kecil dapat membuat badan menjadi hangat namun hal itu berarti Saya dan Ryan tidak berhati-hati dalam melangkahkan pijakan. Pos Berdoa pun telah kami lalui dan itu berarti Desa Lembanna sudah sangat dekat. Keluar dari Pos Berdoa kami harus melalui Kebun-kebun milik warga desa Lembanna. Jalanan yang becek semakin mempersulit langkah kami, malam yang mendung tanpa bintang membuat kami sulit untuk menemukan arah. Kami pun sempat bingung untuk keluar dari kebun ini. Setelah menemukan petunjuk, yakni lampu rumah penduduk dari kejauhan, kami pun kembali meneruskan perjalanan. Akhirnya, kami tiba di aspal desa Lembanna. Dari sini sudah sangat dekat untuk mencapai Home Base Kami di rumah Tata’ Rappe. Dengan langkah yang gontai, badan yang menggigil, serta fisik yang sudah sangat lelah akhirnya Saya dan Ryan tiba di Home Base tepat pada pukul 19.32 WITA. Disana kami disambut oleh kawan-kawan yang telah tiba lebih dahulu disana. Dan tepat pukul 20.03 WITA, akhirnya Tomo, Karmani, Barak, Faruk, dan Ikha pun juga telah tiba di Home Base.

Kondisi rombongan yang sangat memprihatinkan segera terganti menjadi suasana yang ceria setelah selesai menuntaskan tugas kami dalam kegiatan MAHESA BERSIH GUNUNG BAWAKARAENG. Dalam kegiatan ini kami berhasil mengumpulkan sampah-sampah dari gunung Bawakaraeng sebanyak 6 Kantong Polybag. Walaupun tidak maksimal, tetapi setidaknya hal itu bisa saja lebih berarti daripada tidak sama sekali. Setidaknya kami berusaha membuka mata bagi kalian para Pendaki atau kalian yang menamakan diri kalian sebagai Pencinta Alam bahwa akan lebih baik apabila mendaki bukan hanya untuk menambah sampah tetapi justru malah untuk menguranginya. Bukankah akan lebih baik jikalau Gunung itu tanpa sampah??

Setelah bersiap-siap, berganti pakaian dan melakukan packing ulang, pukul 21.13 WITA setelah berpamitan kepada sang pemilik Home Base; Tata’ Rappe, kami pun kembali Ke Makassar dengan Sebuah Mobil dan 4 buah Sepeda Motor. Rombongan menikmati makan malam di sebuah rumah makan di Malino, dan akhirnya kembali melanjutkan perjalanan. Namun, pada perjalanan ke Makassar, pada salah satu ruas jalan Gowa. Akibat rasa kantuk dan kondisi badan yang kelelahan sehingga Tomo yang bertindak selaku supir kehilangan konsentrasi berkendara sehingga Mobil yang kami tumpangi hampir saja menabrak Dinding sekolah dasar. Ban Mobil yang tercebur dalam got yang membuat mobil kesulitan untuk kembali melanjutkan perjalanan. Beragam cara telah digunakan untuk mengangkat mobil ini namun selalu saja gagal. Beruntung tak ada korban dalam kecelakaan ini. Tomo, Mheeno, Agung, Barak, Ikha, Yude’, dan Saya masih diberikan kesempatan untuk hidup menjadi lebih baik. Nampaklah Faruk dan Karmani kembali dan membantu kami.

Setelah beberapa saat, Mobil akhirnya berhasil diangkat keluar dengan bantuan dari beberapa warga sekitarnya. Mobil pun kembali melaju Dan akhirnya Rombongan Tiba di MABES MAHESA pada pukul 00.46 WITA, 15 Maret 2010. Perjalanan kali ini adalah perjalanan yang sangat mengesankan dan tidak akan mudah untuk dilupakan. Dan betul sekali: Ketika Mental dan Fisik Sudah Terkuras, Masih Ada Harga Diri Yang Akan Memandumu Pulang…Alhamdulillah.


Visit:
http://www.mahesa.or.id

Kerispatih - Cinta Sampai Mati

Jumat, 12 Februari 2010

Teringatlah dirimu
Saat kau bersamaku
Memulai sebuah arti cinta
Yang sebenarnya
Dan kita 'trus melangkah
Tak terasa semakin jauh
Tanamkan kesejatian
Hingga kita tak mampu berpisah
Kau kini tak sendiri lagi
Dan aku juga t'lah menjalani
Seseorang yang mencintaiku

Maafkan keadaan ini
Ku tak bisa lagi bersamamu
Tuhanlah yang pasti mengerti
Aku tetap menantimu

Maafkan keadaan ini
Ku tak bisa lagi bersamamu
Sebenarnya ku tak pernah bisa terima
Kau mencintainya
Kurelakan
Meski ku tak rela
Merindumu
Tak memilikimu
Tuhanlah yang pasti mengerti
Aku tetap menanti
Aku tetap menantimu...

Sepotong CINTA BUKAN dari COKELAT

Rabu, 10 Februari 2010

And even if the sun refused to shine

Even if romance ran out of rhyme

You would still have my heart,

Until the end of time

You’re all I need, my love, my valentine.


Pada Hari Valentine, 14 Februari, setiap orang, muda atau tua, dari berbagai latar belakang etnis, suku maupun bangsa, melakukan ritual yang sama, yaitu merayakan hari kasih sayang. Memang menyenangkan merayakan hari kasih sayang dengan orang yang kita cintai. Pada satu hari yang istimewa itu kita bertukaran kado, pergi ke tempat yang romantic, dan menikmati candle light dinner. Tapi karena kebiasaan ini, banyak orang salah mengerti, berpikir bahwa kita tahu tentang cinta ketika kita merayakan hari valentine.


Nyatanya, cinta bukan sekedar satu hari perayaan valentine. Entah kenapa, orang lebih terobsesi dengan simbol cinta dibandingkan dengan pengalaman cinta itu sendiri. Padahal, melalui pengalaman yang sebenarnya, kita baru benar-benar mengerti apa itu cinta. Cinta bukan semata-mata cinta seperti sebaris puisi, atau cinta yang kita tonton di bioskop, tetapi cinta yang penuh dengan upaya, penantian, dan tantangan. Itulah hakikat cinta.


Setiap Orang Diciptakan Untuk mencari dan merasakan CINTA, Cinta adalah Enigma, suatu teka-teki yang begitu pelik untuk dipecahkan.

Testimoni Februari

Rabu, 03 Februari 2010

Yang Terhormat:
Terima Kasih Kepada Allah SWT, Raja Segala raja beserta Junjunganku Rasulullah SAW
Terima Kasih Kepada Kedua orang tua beserta sanak dan family
Terima Kasih Kepada segenap staf pengajar dan akademik Fakultas Ekonomi UNHAS
Terima Kasih Kepada Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNHAS
Terima Kasih Kepada Saudara-Saudara Terhebatku di Organisasi Lingkungan Hidup MAHESA
Terima Kasih Kepada Keluarga besar Eks-Progres Fakultas Ekonomi UNHAS
Terima Kasih Kepada Keluarga besar Café Baca Philosophia
Terima Kasih Kepada K’ Rara, K’ Semy, K’ Ade, beserta Keluarga Di KANDEA
Terima Kasih Kepada Keluarga besar WAHANA TRISULA BARAYA
Terima Kasih Kepada segenap staf dan rekan-rekan pada PT.GEONET INDONESIA
Terima Kasih Kepada segenap staf dan rekan-rekan pada PT.LOKA AEROSINDO
Terima Kasih Kepada segenap staf dan rekan-rekan pada PT.PACTO Makassar
Terima Kasih Kepada segenap staf dan rekan-rekan pada PT.MEDIA FAJAR Makassar
Terima Kasih Kepada Keluarga besar PANG PERDOS
Terima Kasih Kepada Keluarga besar YAMAHA RACING TEAM MAKASSAR
Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Republik CVDW
Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Korps Bhakti Alumni Rover Scout 05 Makassar
Terima Kasih Kepada Keluarga besar NIZEF Adventure
Terima Kasih Kepada Keluarga besar KPA EQUILIBRIUM
Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Saka Bhayangkara 08 Tallo
Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Scout Rescue Makassar
Terima Kasih Kepada Alumnus Pusat Latihan Anti Teror Makassar
Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Sister Sammy Brotherhood and Band
Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Alonker’s dan Maccini Crew
Terima Kasih Kepada Rekan-rekan dE CoiL Band
Terima Kasih Kepada Rekan-rekan di Volks Studio
Terima Kasih Kepada Bang Nevy James Tonggiro
Terima Kasih Kepada Tata’ Rasyid beserta Tata’-Tata’ yang lain di tiap desa Terakhir
Terima Kasih Kepada Rekan-rekan di MACHAWA 05
Terima Kasih Kepada Saudari-saudari Di DADU 05
Terima Kasih Kepada Saudara, Sahabat, dan Kawan Sejati non-Afiliasi dimanapun anda berada

And the last but not least, Terima Kasih kepada Peri-peri Cinta Yang pernah Singgah dan menemaniku memaknai perjalanan hidup.
Untuk
ANDINA GEMAH PERTIWI yang sudah mengajarkan untuk selalu memberi makna kepada yang lain, memberikan pundak kepada yang letih, serta senantiasa mengulurkan tangan kepada yang membutuhkan.
Untuk
ASTRI DYASTIARINI yang telah memberikan pelajaran berharga untuk BISA BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI, menjadi sosok yang mandiri serta percaya akan kemampuan diri sendiri.

Salam!!!
Kemarin, Tanggal 2 Februari 2010..di bulan yang penuh dengan nuansa romantisme, ketika kulangkahkan kaki keluar rumah sebagai seorang mahasiswa, hingga akhirnya kembali sebagai seorang yang telah menyelesaikan studi sebagai seorang mahasiswa. Sebuah pencapaian yang mungkin menurut sebagian orang sebagai hal yang biasa saja, tetapi bagi saya, ini adalah batu pijakan yang kokoh untuk menangkap matahari. Ini adalah hari yang HEBAT!!!

6 tahun lebih berkuliah, ada banyak makna yang saya jumpai dalam periode ini. Ketika harus jatuh, terpuruk, merangkak, tiarap, jongkok,berdiri, lompat, dan berlari kemudian terjatuh lagi, selalu ada tangan yang diulurkan untukku. Kugapai itu, saya banyak bertemu dengan orang-orang yang HEBAT dalam kurun waktu ini. Sebuah rangkaian proses yang telah menempa saya sehingga bisa menjadi sosok yang menuliskan “NOTE” ini. Ketika harus mengalami rangkaian tantangan, saya tahu orang-orang hebat ini selalu ada untuk saya. TERIMA KASIH, KAWAN..kalian yang mengajarkan saya untuk bisa melewati tantangan ini.

Sudah banyak puncak yang saya daki, ada banyak tranggulasi yang saya jumpai. Namun hari ini adalah salah satu puncak yang patut ditandai dalam hidupku. Kawan, 6 tahun ini lebih berat dari HIMALAYA..catat ini, kawan!! Namun berkat anda,6 tahun ini bisa menjadi lebih ringan dari lembah RAMMA’..Anda semua adalah orang-orang hebat, saya yakin DUNIA ini masih cukup luas untuk menampung crossfade-crossfade yang lainnya, jangan terputus sampai disini. Mari warnai pelangi, saya Cuma punya 2 warna: HITAM dan MERAH. Wahai kawan, wahai kekasih..tambahkanlah warnamu sesuka hatimu.

Dan akhirnya, izinkanlah saya FAJRUL IMAN IBRAHIM NATA SASTRA ANWAR, dengan segala kerendahan hati menghaturkan Terima Kasih tak terhingga kepada kalian: ORANG-ORANG HEBAT!!!suatu kebanggan bisa melewatinya bersama-sama.mari warnai pelangi!!!





Visit: http://pojokalul.blogspot.com

Zigaz - Sahabat Jadi Cinta

Rabu, 27 Januari 2010


Kuhantarkan bak di pelataran
Hati yang temaran
Matamu juga mata mataku
Ada hasrat yang mungkin terlarang

*
Satu kata yang sulit terucap
Hingga batinku tersiksa
Tuhan tolong aku jelaskanlah
Perasaanku berubah jadi cinta

Reff:
Tak bisa hatiku menafikan cinta
Karena cinta tersirat bukan tersurat
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pancarkan sinarnya

Kudapati diri makin tersesat
Saat kita bersama
Desah nafas yang tak bisa truskan
persahabatan jadi cinta

Back To *
Back to Reff

Reff*:
Apa yang kita kini tengah rasakan
Mengapakah kita coba persatukan
Mungkin cobaan untuk persahabatan
Atau mungkin sebuah takdir Tuhan

Goliath - Masih Disini Masih Denganmu

Ku pergi hanya sebentar saja
Bukannya untuk menjauhimu
Mencoba 'tuk cari bagaimana
Baiknya untuk berdua
Setelah kuputuskan kembali
Ku pulang mencarimu kekasih
Tetapi kau bukan dirimu lagi
Kau telah jauh berubah
Apakah kau sudah temukan yang baru?

Reff:
Tolong jangan kau katakan
Kau sudah
Jangan-jangan kau pikirkan egomu saja
Aku masih di sini
Biar kau tahu betapa sulitnya aku
Selama ini cintai kamu
Aku masih denganmu

Cobalah kau ingat kembali
Masa-masa indah denganku
Dan jujur apakah semua kini sudah terlambat
Ataukah kau sudah temukan yang baru?

Back to Reff

Dari ANDREA HIRATA

Kamis, 21 Januari 2010

Setelah Menuntaskan Tetralogi dari Beliau, Kita Akan menemui beberapa PELAJARAN MORAL didalamnya. silahkan Teman-Teman Mencernanya...Hihihi..


LASKAR PELANGI
1. Jika tak rajin sholat maka pandai-pandailah berenang
2. Jangan tanyakan nama dan alamat pada orang yang tinggal di kebun
3. Jika anda cantik, Hidup anda tak tenang
4. Ternyata nasib yang juga sangat misterius itu adalah seorang pemandu bakat
5. Jangan bersahabat dengan orang yang gila perdukunan
6. Jika anda memiliki kesempatan mendapatkan cinta pertama di sebuah toko kelontong, meskipun toko itu bobrok dan bau tengik, Maka rebutlah cepat-cepat kesempatan itu, karena cinta pertama semacam itu bisa menjadi demikian indah tak terperikan!


SANG PEMIMPI
7. Ternyata rahasia menarik perhatian seorang gadis adalah kita harus menjadi pelari yang gesit
8. Jika anda seorang produser film dan ingin untung besar, Maka pakailah seorang sutradara yang otaknya bebal
9. Jika anda sering ditanggap berbicara di depan umum dan kerap tulalit karena kehabisan topik, maka belajarlah dulu jadi tukang gosip.


EDENSOR
10. Jangan sekali-kali datang ke Eropa pada bulan desember
11. Untuk mendapatkan wanita cantik, Tapi bodoh, Rupanya anda hanya perlu menjadi seorang provokator
12. Jangan bicarakan keadaan negeri kita dengan seorang Ekonom Klasik.Pesimis!
13. Kemanapun tempat telah kutempuh, Apapun yang telah kucapai, dan dengan siapapun aku berhubungan, Aku tetaplah lelaki udik, Tak dapat kubasuh-basuh
14. Tukang jam, tukang reparasi televisi, tukang dadu cangkir, dan penerbit buku adalah profesi-profesi yang patut dicurigai, dimanapun mereka berada
15. Tertawalah, seisi dunia akan tertawa bersamamu; Jangan bersedih karena kau hanya akan bersedih sendirian

MARYAMAH KARPOV
16. Diperlukan penyelidikan paling tidak 7 tahun, untuk benar-benar tahu bahwa seorang pria bukan bajingan
17. Jika anda berencana untuk berpoligami, Jangan memelihara ayam
18. Jangan sekali-kali memperlihatkan benda apapun dalam celanamu, Di depan orang melayu
19. Cinta, Bisa saja berbanding terbalik dengan waktu, Tapi pasti berbanding lurus dengan gila

ANDA PILIH PELAJARAN NOMOR BERAPA?

Mozaik

Aku..
Tak Perlu Menjelaskan Panjang dan Lebar Siapa Aku, Sayang...
Aku Adalah Sosok Yang Sekarang Berdiri Dihadapanmu Ketika Kamu Sedang Bercermin.

Ketika Kuterbangun Tengah malam, ataukah Aku Sulit Untuk memejamkan mata,
Kupandang Lekat-lekat Gambar Wajahmu.
Menyenangkan Sekaligus Menyedihkan!!!

Aku Ingin Menemukanmu Walau Keadaannya Akan Menghancurkan Hatiku..

Sekelam Apapun Awan Hitam, Hujan Akan Menyapunya Pergi.

PERJANJIAN BLOGGERS

Jumat, 08 Januari 2010

1. Saling Menjaga, saling Menyayangi, dan Saling Mencintai
2. Utamakan Pendidikan
3. Hormati Orang Tua Masing-Masing
4. Berpikir Positif dan tidak Putus Asa
5. Kalo Berpisah, Suatu Saat Pasti Akan Kembali

Cafe Bloggers Tamalanrea, Meja 01
18.24 WITA, 21 Desember 2009
ALuLovA

Kakek dan Cucunya

Seorang Kakek Bertanya Kepada Cucunya :
"apa Yang Kau Cari ke Gunung, Anak Muda?"

Cucunya Menjawab :
"Mental Yang Kuat Serta Jiwa Yang Sehat, Jauh dari Sifat-sifat Durjana, Bukannya Membuang Diri dan Lari Dari Masalah. PENCERAHAN, Kakek."

Kakek tersebut kemudian menjawab:
"Jikalau Itu Maksudmu..Apabila Fisik Sudah Tercurah Habis, Mental Pun Goyah, Setidaknya Tegakkan Harga Dirimu, Anak Muda!!!"

Testimoni

Kalo anda merasa pernah jatuh cinta, Jangan pernah menyalahkan cinta.
Jikalau Anda menjauhi cinta, itu pun juga bukan masalah.
sebab cinta selalu bisa memaafkan.





Fort Rotterdam - Makassar, 7 Januari 2010

Untuk Bisa Merasakan Surga Kita Harus Bisa Memaknai Mati

Minggu, 03 Januari 2010

Selamat Tahun Baru 2010..Setelah bergelut dengan rutinitas dan dinamika kehidupan, akhirnya 2009 pun berlalu untuk kemudian digantikan oleh 2010. Tidak banyak waktu yang saya miliki untuk bisa menceritakan semua hal yang telah terjadi di tahun 2009, namun saya yakin anda punya kenangan tersendiri di tahun tersebut. 2009 bukanlah tahun yang hambar dan absurd.

Sekilas merasakan tiada hal yang berbeda antara hari ini dengan hari-hari yang lalu, yang menjadi pembeda barangkali hanyalah sebuah komitmen untuk bisa menjadi lebih maju dari hari-hari sebelumnya, dan tentu saja hari esok masih tetap menjadi misteri.

2009 bagi saya adalah sebuah pelajaran besar. Sebuah pelajaran yang bisa menghantarkanku ke sebuah pilihan-pilihan yang jelas akan konsekuensinya di hari esok. Sebelah kaki bisa saja terperosok ke dalam lumpur hitam ala lembah ramma’ dan sebelahnya lagi bisa saja bertumpu pada bunga mawar yang sedang tumbuh di sebuah taman. Dan di tahun 2009, saya semakin sadar bahwa ternyata betul Tuhan memaksa kita untuk memilih, dan segala pilihan ada di tangan kita sendiri.

2009 bagi saya adalah sebuah perjalanan obat nyamuk, semakin berjalan semakin memasuki intinya dan akhirnya habis menjadi abu. Begitulah caraku memandanginya dan tolong tegurlah apabila saya keliru. 2009 saya tandai pada akhir pergantian tahun adalah sebuah perjalanan yang menyedihkan. Bulan per bulan memasuki akhir tahun adalah bulan-bulan yang memberikan pedih tersendiri ketika hari ini ku kembali mengenangnya. Diawali dengan oktober yang penuh dengan kebohongan, November yang berlalu dengan sebuah tragedi, dan akhirnya ditutup oleh desember dengan sebuah perpisahan.

Saya sadar, dengan perpisahan kita akan mengerti arti pertemuan. Saya sadar, Juli adalah bulan yang indah; bulan pertemuan. Saya sadar, setiap perjalanan adalah sebuah rangkaian hikmah. Dan saya pun sadar, perlu ketenangan untuk bisa menggali hikmah yang sebenarnya tersaji melingkupi seluruh permukaan bumi ini. Dan hikmah terbesar yang kutemui di tahun 2009 ini adalah dengan sebuah kematian, kita dapat merasakan Surga.

Maknailah kematianmu maka kau akan bisa merasakan surgamu. Dan tentu saja berucap memang lebih mudah dibandingkan dengan beraksi. Selamat tahun baru 2010, semoga kematian ini bisa menghantarkan kita ke surga.

D'Alfa Band feat. Hendri Lamiri - Pergi

Jumat, 01 Januari 2010

Lagu ini selalu mengingatkanku kepada Akbar A.K.A Kapten A.K.A Alfa Djibran , ketika itu kami masih sama-sama menyiar di SAVANA FM. menjadi seorang penyiar ternyata punya banyak kenangan tersendiri. Dan kini, Liriknya sarat dgn elegi yg sekarang melingkupi Harmoni Hidupku...

"Seratus Tujuh Koma Sembilan SAVANA FM Radio Pendidikan dan Lingkungan Hidup, Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Senang Sekali Rasanya ALUL Masih Bisa Menyapa SAVANA MUDA MAKASSAR Di kesempatan hari ini. apa kabarnya semua, sebagai tembang pembuka Please welcome From Alfa Project (D'ALFA) dengan single andalannya PERGI, spesial banget buat SAVANA MUDA MAKASSAR dimanapun anda berada pada kesempatan hari ini..Don't Go Anywhere, i'll be back dan tentu saja DUA KOSONG TRIPLE TUJUH masih tetap bisa anda hubungi.."

D'Alfa Band feat. Hendri Lamiri - Pergi

Hilang semua harapan
Yang ku dambakan selalu
Pada saat itu
Hanya karena soal itu
Kau marah padaku
Tinggalkan diriku

*
Biarkanlah semua berlalu
Lupakanlah semuanya pergi

Reff:
Memang ku akui
Ini semua salahku padamu
Yang tak pernah bersamamu
Namun janganlah engkau pergi
Begitu saja tinggalkan diriku sendiri

Maafkanlah semua itu
Dan berikan kepadaku
Satu kesempatan

Back to *, Reff

Back to *

Back to Reff 3x

 

Most Reading

Popular Posts