Pages

Update

Ketika Mental dan Fisik Sudah Terkuras, Masih Ada Harga Diri Yang Akan Memandumu Pulang…

Kamis, 18 Maret 2010

Sebuah Laporan Perjalanan Kegiatan MAHESA Bersih Gunung Bawakaraeng 2010

Alul Sarjana Ekonomi, 003/MAHESA/PENDIRI/2007


Kali ini, 12 Maret 2010, Makassar Menjelang Senja..

Dalam Catatan Kali ini, saya rasa akan lebih afdhol apabila saya memulainya dengan kulangkahkan kakiku keluar dari kamarku(Sebuah Kerajaan Malamku) setelah packing dan melakukan persiapan-persiapan lainnya…Setelah pamitan dan mencium tangan Ibunda saya pun melanjutkan perjalanan menuju ke MABES MAHESA di BTN ASAL MULA, kali ini saya menumpang Sepeda motor bermerek Yamaha Jupiter Z dan Othe’ (001/MAHESA/AP/2007) sebagai Jokinya.

Masih Senja di MABES MAHESA, ternyata sudah banyak kawan-kawan yang berkumpul disana dan Nampak sedang melakukan persiapan-persiapan menjelang keberangkatan. Ada yang melakukan packing, mendata equipment yg dibawa serta, mendata Ransum, membagi bobot beban ke dalam tas Carrier peserta, dan persiapan-persiapan lainnya. Nampaknya masih lama akan berangkat, sambil menikmati sebotol coca-cola dingin bersama Akil berbincang-bincang about Love di beranda, Asikkkkkkk Sekaliiii……….

Dan akhirnya malam hari pun tiba diawali dengan Adzan Magrib Yang membahana. Packing pun telah selesai dilaksanakan, persiapan pun telah mencapai taraf 90%. Ada beberapa teman yang keluar untuk mencari sisa perlengkapan yang belum rampung untuk segera dilengkapi. Nampak pula beberapa teman menuju ke DIMITRI untuk menyewa Equipment Yang akan dibawa dalam perjalanan nanti, dan beberapa teman yang masih bersantai di MABES MAHESA.

21.09 WITA, Rombongan MAHESA BERSIH GUNUNG BAWAKARAENG berangkat meninggalkan MABES MAHESA menuju Desa Lembanna Kab.Gowa. Rombongan Terbagi atas 2, rombongan yang pertama menggunakan sepeda motor sementara rombongan kedua menggunakan Sebuah Mobil Panther punya Mheeno (014/MAHESA/I/AP/2008)yang kerap digunakan sebagai kendaraan Dinas MAHESA. Makasih,bro..^^

Tanggal 13 Maret 2010, pukul 00.58 WITA Rombongan 1 dan 2 Tiba di Desa Lembanna Kab.Gowa dan menggunakan Rumah Tata’ Rappe sebagai Home Base perjalanan kali ini. Tidak beberapa lama kemudian, dari kejauhan terdengar raungan Sepeda Motor Bermerek Tiger kepunyaan Ryan (004/MAHESA/PENDIRI/2007). Ternyata Ryan juga ikut serta dalam perjalanan ini.

04.00 WITA, Tim I yang merupakan Tim Leader beranggotakan Karmani (010/MAHESA/I/AP/2008), Ikha (021/MAHESA/I/AP/2008), dan Iccank (001/MAHESA/III/AM/2010) beranjak meninggalkan Home Base menuju ke Puncak Bawakaraeng. Selang 30 Menit kemudian (waktu yang kami sepakati untuk melakukan contact via HT) kami melakukan contact dan Tim I melaporkan bahwa mereka telah tiba di Pos Berdoa.

05.00 WITA, Tim II yang merupakan Tim Inti beranggotakan Agung (016/MAHESA/I/AP/2008), Yude’ (020/MAHESA/I/AP/2008), Awi (013/MAHESA/I/AP/2008), Faruk (029/MAHESA/II/AP/2009), Muphe’(002/MAHESA/III/AM/2010), Miko (005/ MAHESA/III/AM/2010), dan saya Sendiri; Alul (003/MAHESA/PENDIRI/2007) juga beranjak meninggalkan home base menuju puncak bawakaraeng menyusul Tim I. dan menurut kesepakatan Tim III yang merupakan Tim Sweeper yang beranggotakan Tomo (002/MAHESA/PENDIRI/2007), Ryan (004/MAHESA/PENDIRI/2007), Barak (011/MAHESA/I/AP/2008), dan Mheeno (014/MAHESA/I/AP/2008) akan menyusul tim I dan Tim II sejam kemudian.

Perjalanan menuju puncak bawakaraeng dalam rangka kegiatan MAHESA BERSIH GUNUNG BAWAKARAENG merupakan perjalanan yang berat dan sangat meletihkan. Baru saja tiba di Pos I sudah menguras energi yang sangat banyak. Medan di perjalanan menuju Pos I sangatlah menantang, perjalanan yang sedikit mendaki dengan bebatuan dan tanah merah dengan sedikit rintangan dari semak belukar di tiap sisi dan berjalan memotong aliran sungai kecil. Tiba di pos I, beristirahat sejenak dan mengumpulkan sampah.

Melanjutkan perjalanan, medan perjalanan yang panjang dan berkelok menyusuri medan semak belukar yang tinggi yang terkadang menganggu pandangan dan menggores badan kami. Lumayan jauh juga akhirnya kami tiba di Pos II yang dtandai dengan sebuah Pohon yang rindang, sekedar mengumpulkan sampah dan memasukkannya ke dalam kantong polybag.Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan semak belukar masih di sisi kiri dan kanan kami, beberapa batang pohon yang memaksa kami untuk melompati,merunduk, bahkan tiarap di bawah untuk melewatinya..(Katanya inilah konsep hidup yang sebenarnya). Akhirnya kami tiba di Pos III, beberapa meter sebelumnya kami sempat singgah di sungai sebelum Pos III untuk sekedar mengambil air, mengumpulkan sampah, dan berpose foto tentunya. Pada kesempatan ini, kami menyempatkan diri untuk mempersilahkan saudara Muphe’ dan Faruk untuk mengambil jatah SET karena lupa akan Penggunaan kata ‘Kanda’ pada saat menyapa Kakak-kakak DIKLATnya…Inilah Seninya Organisasi, Bukanlah Hukuman Cuma sekedar pengingat yang menyenangkan demi mendidik tata krama dalam organisasi.."Yang Tua Sadar Diri, Yang Muda Tahu Diri."

15 menit kemudian kami pun melanjutkan perjalanan. Menuju pos IV medan perjalanan yang kami tempuh adalah kawasan hutan basah. Pos IV bawakaraeng ditandai dengan sebuah potong besar melintang yang terbelah di tengahnya. Di Pos inipun kami menyempatkan diri untuk mengumpulkan sampah dan memasukkannya kedalam kantong Polybag. Matahari pun tidak lagi menyembunyikan sinarnya, bahkan dengan tidak sungkan-sungkan menyorotkan cahayanya yang terik kepada kami. Dan akhirnya dibawah sorot terik matahari, kami pun tiba di Pos V. di pos ini kami bertemu dengan Tim I yang sedang beristirahat. Di pos inilah kami sepakat untuk berkumpul. Selang 30 menit kemudian, akhirnya Tim III tiba di pos ini. Kami pun berkumpul untuk mengumpulkan sampah, mengambil air dan makan siang bersama. Kali ini Karmani yang bertindak selaku kepala Koki, Mantap!!

Dari Pos V menuju Pos VI kami melintasi bukit-bukit kecil yang di penuhi dengan batangan-batangan pohon yang melintangi jalanan diselingi dengan ladang edelweiss yang tumbuh dengan liar disana. Panorama yang indah untuk berpose memaksa kami untuk kembali mengambil gaya. Di pertengahan pos inilah tim I dan Tim II sepakat untuk meleburkan personil dengan alasan untuk lebih mempermudah perjalanan. Akhirnya, Rombongan MAHESA BERSIH GUNUNG BAWAKARAENG terbagi menjadi 2 Tim. Karmani pun tinggal untuk memberikan HT kepada Tim Sweeper.

Di Pos VI kami kembali mengumpulkan sampah lalu kembali meneruskan perjalanan menuju pos VII. Medan ini ditandai dengan pendakian-pendakian relative pendek. Pendakian yang menguras energi ditambah dengan sorot matahari yang terik ditambah lagi dengan gangguan dari serangga-serangga kecil yang mengikuti dan terus terang sangat mengganggu kami. Pos VII ditandai dengan beberapa bongkahan batu besar. Sebuah bukit yang indah dengan beberapa bongkahan batu besar memaksa kami untuk kembali mengambil gaya berpose ria ala foto profil Facebook. Pada pos ini kami mendapati sebuah tong drum sampah dan menemukan beberapa receh uang koin dan beberapa batang rokok yang terselip dibawah batu; saya yakin, orang-orang tersebut dengan sengaja untuk menyimpannya disana entah untuk maksud apa.

Dari Pos VII kami melanjutkan perjalanan menuruni bukit pos VII lalu berjalan memasuki jalan setapak yang ditumbuhi pepohonan pendek yang indah, kemudian memasuki hutan hujan yang lembab khas Bawakaraeng. Masih ditemani oleh serangga-serangga kecil kami pun harus menapaki pendakian khas bawakaraeng. Jalur yang lembab dan kabut tipis pun turun memaksa kami untuk mengancing dengan rapat Raincoat kami. Jalur pos inilah yang merupakan ciri khas pendakian Bawakaraeng, jalur yang menguras tenaga dan mencucurkan keringat. Pendakian yang panjang dan sangat membosankan, kemudian penurunan yang terjal untuk kembali mendaki. Terkadang melewati semak berduri dan bebatuan yang berlumut memaksa kami untuk memutar otak meletakkan kaki berpijak dengan hati-hati. Sungguh kombinasi antara tenaga dan akal. Pada salah satu penurunan, pada saat daya konsentrasi yang mulai menurun, ditambah dengan sesaknya dada akibat kabut tipis dan udara yang lembab, ditambah lagi dengan gangguan-gangguan dari serangga-serangga kecil; akhirnya saya yang salah menempatkan pijakan terjatuh dengan posisi tangan kanan yang hampir patah akibat mengapit dahan sementara tulang kering kaki kiri yang membentur sudut batu.SAKIT!! namun, kondisi yang sangat kelelahan dan udara yang dingin seolah memberikan sugesti untuk tidak memperhatikan luka tersebut. Dalam hati saya bernazar untuk menggunting celana saya apabila saya dapat berhasil tiba di Camp.Pos tanpa terhalangi oleh rasa sakit ini.

Pukul 15.58 WITA, kami tiba di Pos VIII. Karmani sebagai Korlap dalam perjalanan ini, Setelah melihat kondisi anggota rombongan yang kelelahan dan waktu yang sudah mendekati gelap, dengan pertimbangan dan keputusan yang tepat menghasilkan kebijakan untuk Camp di pos ini. Kami pun membongkar carrier untuk mengambil equipment-equipment, mendirikan tenda, dan mengambil air untuk keperluan selama camp di pos ini. Kami pun melakukan pengamatan suhu dengan alat bantu thermometer, suhu mencapai 6°c. Selang beberapa menit kemudian Tim Sweeper pun tiba di camp.

Menjelang magrib, makan malam pun telah siap dengan Tomo yang bertindak sebagai kepala Koki. Kami pun santap malam dengan dinginnya malam sabagai pelengkap hidangan ini. Beruntung kami menemukan tanah yang sedikit lapang untuk mendirikan 3 tenda dengan posisi yang saling berdekatan dan 1 tenda dengan posisi yang agak jauh. Cuaca yang sangat dingin yang mencapai hingga 2°c pada malam harinya dan kondisi badan yang kelelahan memaksa saya untuk segera menutup mata. Dan tentu saja sebelum menutup mata, saya harus menepati nazar saya yakni saya harus memotong celana saya menjadi celana pendek apabila saya dapat berhasil tiba di Camp.Pos tanpa terhalangi oleh rasa sakit pada betis akibat benturan kemarin.

Keesokan harinya, 14 Maret 2010, agak subuh kawan-kawan nampaknya sudah terbangun tapi saya masih agak berat untuk membuka mata. Dingin sekali, kawan..suhu mencapai angka 4°c!!! akhirnya pukul 06.30 WITA setelah mengumpulkan sampah dan bersiap-siap, rombongan pun kembali melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Bawakaraeng. Kali ini Faruk, Yude’, dan Ikha bertugas untuk stay di camp dan tentu saja mempersiapkan Makan siang dan membersihkan lokasi di sekitaran camp sementara rombongan yang lain menuju ke puncak.

Tepat pukul 07.56 WITA, setelah melalui Pos IX, rombongan tiba di Pos X. Dari sana Puncak Gunung Bawakaraeng sudah terlihat dengan jelas.rombongan akhirnya tiba puncak dengan kondisi yang kelelahan pada pukul 08.00 WITA. Namun letih dan lelah terbayar lunas oleh keindahahan puncak Gunung Bawakaraeng. Apalagi dengan cuaca yang sangat cerah tanpa kabut sama sekali. Momen ini tidak disia-siakan, kami pun mengambil gaya untuk berfoto bersama tugu trangulasi Bawakaraeng. Tidak cukup dengan hanya mengambil foto, kami pun mengabadikan momen ini dengan mengambil beberapa video menggunakan HP.
Setelah mencari dan mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di sekitaran Puncak dan Pos X, kami pun memutuskan untuk kembali ke camp tepat pada pukul 09.10 WITA. Di sepanjang perjalanan turun dari puncak menuju camp, kami menemukan banyak sampah yang bertebaran. Kami pun memungutnya untuk kemudian dibawa turun. Pukul 11.30 WITA, rombongan tiba di camp pos VIII. Kami pun makan siang bersama hasil racikan koki ala resto buatan Faruk, Ikha, dan Yude’…setelah santap siang dan beristirahat sejenak, kami pun packing untuk kembali ke desa Lembanna. Setelah membagi Sampah kedalam Kantong Polybag dan Berdoa Bersama, Rombongan MAHESA BERSIH GUNUNG BAWAKARAENG meninggalkan Camp.Pos VIII menuju Desa Lembanna tepat pada pukul 12.31 WITA.

Perjalanan balik dari Pos VIII menuju VII adalah seni pendakian khas perjalanan Bawakaraeng. Kondisi medan yang sangat menantang dengan segala rintangan disepanjang jalan menguras energi dan sangat menganggu mental kami. Pada sesi ini pulalah Luka Benturan pada tulang kering betis kaki kiri yang membengkak sangat tidak bisa diajak berkompromi. Nyeri dan sakitnya sangat menganggu membuat langkahku terganggu sehingga sebentar-sebentar saya harus berhenti untuk sekedar memberi perhatian lebih kepada Betis ini.



Perjalanan Pulang dari Pos VIII menuju Pos VII adalah perjalanan yang memakan waktu yang sangat lama, hal ini disebabkan medan pendakian yang sangat curam; Sayangnya kami tidak membawa altimeter untuk mengukur sudut dan kemiringannya. Dan akhirnya, pada kondisi ini rombongan menjadi terpecah-pecah. Tiba di Pos VII, Saya bersama Faruk dan Miko memutuskan untuk sejenak beristirahat sambil membakar sebatang rokok sambil sedikit obrolan dibawah sorotan terik matahari dan hembusan angin. Setelah sebatang rokok telah habis, kami pun kembali melanjutkan perjalanan menuju desa lembanna. Kondisi betis yang semakin membengkak membuatku kembali harus memberikan perhatian ekstra kepadanya, saya harus berhenti lagi di Pos VI.

Dari Pos VI menuju Pos V memang relative lebih mudah, tapi dengan kondisi cuaca yang terik, fisik yang kelelahan, dan bahkan mental yang sudah mulai goyah, perjalanan menuju pos V terasa sangat melelahkan, membosankan, bahkan memaksa kami untuk berhenti dan terdiam tanpa bincangan. Seekor Elang Gunung pada pertengahan Pos VI dengan Pos V memberikan sedikit bahan sebagai bincangan namun itu pun juga tidak banyak membantu kami untuk menumbuhkan minat untuk kembali melanjutkan perbincangan. Kelelahan yang luar biasa ditambah dengan keyakinan yang sudah mulai luntur merupakan suatu hal yang paling menakutkan dalam suatu perjalanan. Pada kondisi ini, kita bisa mendapatkan kesempatan bisa menemui potret diri sendiri yang sedang berada dalam kondisi yang teramat susah dan potret diri sendiri itulah yang kita biasa sebut dengan istilah SAHABAT!!! Silahkan gali maknanya.

Mendekati Pos V, akibat kelelahan dan rasa sakit yang menyiksa betisku memaksaku untuk sejenak duduk dan menundukkan kepala dan tanpa sadar saya tertidur. Beruntung Karmani yang telah lebih dahulu tiba di Pos V kembali dan membantuku membawakan Bawaanku. Dengan langkah yang gontai saya pun kembali meneruskan perjalanan ke Pos V dan Pukul 14.02 WITA setibanya disana tidak dapat kutahan kantukku untuk segera terlelap. Di Pos V ternyata sudah terlebih dahulu ada Ryan, Karmani, Faruk, dan Miko. Saat itu langit sudah berubah menjadi mendung dan tertutup oleh kabut yang tebal. Cuaca pun menjadi dingin.

Cukup lama juga saya tertidur disana. Miko telah kembali melanjutkan perjalanan, yang berada di Pos V juga telah bertambah. Kali ini selain Karmani dan Ryan juga ada Tomo, Barak, Ikha, dan Faruk. Hujan Yang mengguyur Pos V telah membangunkanku dengan Paksa. Berlindung di bawah Semak bersama kawan-kawan membuat suasana yang dingin menjadi hangat. Apalagi dengan sajian Susu Hangat dan rokok. Hujan Akhirnya reda, namun baru saja kami bersiap-siap untuk berangkat, Hujan yang lebih deras kembali memaksa kami untuk bertahan disana hingga akhirnya Pukul 17. 15 WITA, setelah hujan akhirnya mulai reda, kami pun kembali meneruskan perjalanan. Target tiba sebelum Magrib kayaknya menjadi sebuah hal yang mustahil mengingat jarak yang masih jauh.

Secara tak sengaja rombongan kembali terpisah menjadi 2 tim. Saya, Tomo, dan Ryan berada dalam Tim yang di depan, sedangkan Karmani, Barak, Ikha, dan Faruk pada Tim yang di belakang. Sementara anggota rombongan yang lain sudah terlebih dahulu sudah berada di depan kami. Berkejaran dengan waktu, kami lebih memacu langkah kami. Nafas yang tersengal, badan yang menggigil, kondisi kaki yang sakit membuat kami nampak terlihat memprihatinkan. Tetapi kami tetap melanjutkan perjalanan.

Pos IV pun kami lalui, saat itu sudah menjelang Gelap dan hujan belum juga berhenti…kami lebih memacu langkah kami. Pos III, kami sejenak berhenti untuk sejenak menunggu tim yang di belakang. namun 5 menit berlalu mereka tak kunjung tiba, akhirnya kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Melewati sungai kemudian sedikit mendaki merupakan penanda dari pos III menuju Pos II pun telah kami lalui. Melewati semak belukar dan jalan yang berliku. Berbatu dan terkadang harus melewati batang pohon tumbang yang melintang. Dan akhirnya kami tiba di Pos II, tak lama kemudian tim yang di belakang pun kembali bergabung bersama kami.

Malam pun telah tiba, gelap dan hujan disertai angin yang lembut membuat mental semakin goyah. Saya kemudian mengeluarkan senter dari dalam tas. Dari Pos II menuju Pos I, hari sudah betul-betul berganti menjadi malam. Kali ini, hujan turun rintik-rintik…namun masih menyisakan angin yang membuat badan yang basah menjadi semakin menggigil. Dalam kondisi yang seperti inilah kami Sadar Ketika Mental dan Fisik Sudah Terkuras, Masih Ada Harga Diri Yang Akan Memandumu Pulang…

Setibanya di Pos I, akhirnya Saya dan Ryan memutuskan untuk berjalan lebih dahulu disebabkkan badan yang dingin akan semakin menggigil dan bahkan bisa terserang Hypotermhia. Dari Pos I menuju desa Lembanna sangatlah menegangkan, kondisi medan yang becek dan berlumpur membuat kami semakin berhati-hati dalam melangkah. Berlari-lari kecil dapat membuat badan menjadi hangat namun hal itu berarti Saya dan Ryan tidak berhati-hati dalam melangkahkan pijakan. Pos Berdoa pun telah kami lalui dan itu berarti Desa Lembanna sudah sangat dekat. Keluar dari Pos Berdoa kami harus melalui Kebun-kebun milik warga desa Lembanna. Jalanan yang becek semakin mempersulit langkah kami, malam yang mendung tanpa bintang membuat kami sulit untuk menemukan arah. Kami pun sempat bingung untuk keluar dari kebun ini. Setelah menemukan petunjuk, yakni lampu rumah penduduk dari kejauhan, kami pun kembali meneruskan perjalanan. Akhirnya, kami tiba di aspal desa Lembanna. Dari sini sudah sangat dekat untuk mencapai Home Base Kami di rumah Tata’ Rappe. Dengan langkah yang gontai, badan yang menggigil, serta fisik yang sudah sangat lelah akhirnya Saya dan Ryan tiba di Home Base tepat pada pukul 19.32 WITA. Disana kami disambut oleh kawan-kawan yang telah tiba lebih dahulu disana. Dan tepat pukul 20.03 WITA, akhirnya Tomo, Karmani, Barak, Faruk, dan Ikha pun juga telah tiba di Home Base.

Kondisi rombongan yang sangat memprihatinkan segera terganti menjadi suasana yang ceria setelah selesai menuntaskan tugas kami dalam kegiatan MAHESA BERSIH GUNUNG BAWAKARAENG. Dalam kegiatan ini kami berhasil mengumpulkan sampah-sampah dari gunung Bawakaraeng sebanyak 6 Kantong Polybag. Walaupun tidak maksimal, tetapi setidaknya hal itu bisa saja lebih berarti daripada tidak sama sekali. Setidaknya kami berusaha membuka mata bagi kalian para Pendaki atau kalian yang menamakan diri kalian sebagai Pencinta Alam bahwa akan lebih baik apabila mendaki bukan hanya untuk menambah sampah tetapi justru malah untuk menguranginya. Bukankah akan lebih baik jikalau Gunung itu tanpa sampah??

Setelah bersiap-siap, berganti pakaian dan melakukan packing ulang, pukul 21.13 WITA setelah berpamitan kepada sang pemilik Home Base; Tata’ Rappe, kami pun kembali Ke Makassar dengan Sebuah Mobil dan 4 buah Sepeda Motor. Rombongan menikmati makan malam di sebuah rumah makan di Malino, dan akhirnya kembali melanjutkan perjalanan. Namun, pada perjalanan ke Makassar, pada salah satu ruas jalan Gowa. Akibat rasa kantuk dan kondisi badan yang kelelahan sehingga Tomo yang bertindak selaku supir kehilangan konsentrasi berkendara sehingga Mobil yang kami tumpangi hampir saja menabrak Dinding sekolah dasar. Ban Mobil yang tercebur dalam got yang membuat mobil kesulitan untuk kembali melanjutkan perjalanan. Beragam cara telah digunakan untuk mengangkat mobil ini namun selalu saja gagal. Beruntung tak ada korban dalam kecelakaan ini. Tomo, Mheeno, Agung, Barak, Ikha, Yude’, dan Saya masih diberikan kesempatan untuk hidup menjadi lebih baik. Nampaklah Faruk dan Karmani kembali dan membantu kami.

Setelah beberapa saat, Mobil akhirnya berhasil diangkat keluar dengan bantuan dari beberapa warga sekitarnya. Mobil pun kembali melaju Dan akhirnya Rombongan Tiba di MABES MAHESA pada pukul 00.46 WITA, 15 Maret 2010. Perjalanan kali ini adalah perjalanan yang sangat mengesankan dan tidak akan mudah untuk dilupakan. Dan betul sekali: Ketika Mental dan Fisik Sudah Terkuras, Masih Ada Harga Diri Yang Akan Memandumu Pulang…Alhamdulillah.


Visit:
http://www.mahesa.or.id

Kerispatih - Cinta Sampai Mati

Jumat, 12 Februari 2010

Teringatlah dirimu
Saat kau bersamaku
Memulai sebuah arti cinta
Yang sebenarnya
Dan kita 'trus melangkah
Tak terasa semakin jauh
Tanamkan kesejatian
Hingga kita tak mampu berpisah
Kau kini tak sendiri lagi
Dan aku juga t'lah menjalani
Seseorang yang mencintaiku

Maafkan keadaan ini
Ku tak bisa lagi bersamamu
Tuhanlah yang pasti mengerti
Aku tetap menantimu

Maafkan keadaan ini
Ku tak bisa lagi bersamamu
Sebenarnya ku tak pernah bisa terima
Kau mencintainya
Kurelakan
Meski ku tak rela
Merindumu
Tak memilikimu
Tuhanlah yang pasti mengerti
Aku tetap menanti
Aku tetap menantimu...

Sepotong CINTA BUKAN dari COKELAT

Rabu, 10 Februari 2010

And even if the sun refused to shine

Even if romance ran out of rhyme

You would still have my heart,

Until the end of time

You’re all I need, my love, my valentine.


Pada Hari Valentine, 14 Februari, setiap orang, muda atau tua, dari berbagai latar belakang etnis, suku maupun bangsa, melakukan ritual yang sama, yaitu merayakan hari kasih sayang. Memang menyenangkan merayakan hari kasih sayang dengan orang yang kita cintai. Pada satu hari yang istimewa itu kita bertukaran kado, pergi ke tempat yang romantic, dan menikmati candle light dinner. Tapi karena kebiasaan ini, banyak orang salah mengerti, berpikir bahwa kita tahu tentang cinta ketika kita merayakan hari valentine.


Nyatanya, cinta bukan sekedar satu hari perayaan valentine. Entah kenapa, orang lebih terobsesi dengan simbol cinta dibandingkan dengan pengalaman cinta itu sendiri. Padahal, melalui pengalaman yang sebenarnya, kita baru benar-benar mengerti apa itu cinta. Cinta bukan semata-mata cinta seperti sebaris puisi, atau cinta yang kita tonton di bioskop, tetapi cinta yang penuh dengan upaya, penantian, dan tantangan. Itulah hakikat cinta.


Setiap Orang Diciptakan Untuk mencari dan merasakan CINTA, Cinta adalah Enigma, suatu teka-teki yang begitu pelik untuk dipecahkan.

Testimoni Februari

Rabu, 03 Februari 2010

Yang Terhormat:
Terima Kasih Kepada Allah SWT, Raja Segala raja beserta Junjunganku Rasulullah SAW
Terima Kasih Kepada Kedua orang tua beserta sanak dan family
Terima Kasih Kepada segenap staf pengajar dan akademik Fakultas Ekonomi UNHAS
Terima Kasih Kepada Rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNHAS
Terima Kasih Kepada Saudara-Saudara Terhebatku di Organisasi Lingkungan Hidup MAHESA
Terima Kasih Kepada Keluarga besar Eks-Progres Fakultas Ekonomi UNHAS
Terima Kasih Kepada Keluarga besar Café Baca Philosophia
Terima Kasih Kepada K’ Rara, K’ Semy, K’ Ade, beserta Keluarga Di KANDEA
Terima Kasih Kepada Keluarga besar WAHANA TRISULA BARAYA
Terima Kasih Kepada segenap staf dan rekan-rekan pada PT.GEONET INDONESIA
Terima Kasih Kepada segenap staf dan rekan-rekan pada PT.LOKA AEROSINDO
Terima Kasih Kepada segenap staf dan rekan-rekan pada PT.PACTO Makassar
Terima Kasih Kepada segenap staf dan rekan-rekan pada PT.MEDIA FAJAR Makassar
Terima Kasih Kepada Keluarga besar PANG PERDOS
Terima Kasih Kepada Keluarga besar YAMAHA RACING TEAM MAKASSAR
Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Republik CVDW
Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Korps Bhakti Alumni Rover Scout 05 Makassar
Terima Kasih Kepada Keluarga besar NIZEF Adventure
Terima Kasih Kepada Keluarga besar KPA EQUILIBRIUM
Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Saka Bhayangkara 08 Tallo
Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Scout Rescue Makassar
Terima Kasih Kepada Alumnus Pusat Latihan Anti Teror Makassar
Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Sister Sammy Brotherhood and Band
Terima Kasih Kepada Keluarga Besar Alonker’s dan Maccini Crew
Terima Kasih Kepada Rekan-rekan dE CoiL Band
Terima Kasih Kepada Rekan-rekan di Volks Studio
Terima Kasih Kepada Bang Nevy James Tonggiro
Terima Kasih Kepada Tata’ Rasyid beserta Tata’-Tata’ yang lain di tiap desa Terakhir
Terima Kasih Kepada Rekan-rekan di MACHAWA 05
Terima Kasih Kepada Saudari-saudari Di DADU 05
Terima Kasih Kepada Saudara, Sahabat, dan Kawan Sejati non-Afiliasi dimanapun anda berada

And the last but not least, Terima Kasih kepada Peri-peri Cinta Yang pernah Singgah dan menemaniku memaknai perjalanan hidup.
Untuk
ANDINA GEMAH PERTIWI yang sudah mengajarkan untuk selalu memberi makna kepada yang lain, memberikan pundak kepada yang letih, serta senantiasa mengulurkan tangan kepada yang membutuhkan.
Untuk
ASTRI DYASTIARINI yang telah memberikan pelajaran berharga untuk BISA BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI, menjadi sosok yang mandiri serta percaya akan kemampuan diri sendiri.

Salam!!!
Kemarin, Tanggal 2 Februari 2010..di bulan yang penuh dengan nuansa romantisme, ketika kulangkahkan kaki keluar rumah sebagai seorang mahasiswa, hingga akhirnya kembali sebagai seorang yang telah menyelesaikan studi sebagai seorang mahasiswa. Sebuah pencapaian yang mungkin menurut sebagian orang sebagai hal yang biasa saja, tetapi bagi saya, ini adalah batu pijakan yang kokoh untuk menangkap matahari. Ini adalah hari yang HEBAT!!!

6 tahun lebih berkuliah, ada banyak makna yang saya jumpai dalam periode ini. Ketika harus jatuh, terpuruk, merangkak, tiarap, jongkok,berdiri, lompat, dan berlari kemudian terjatuh lagi, selalu ada tangan yang diulurkan untukku. Kugapai itu, saya banyak bertemu dengan orang-orang yang HEBAT dalam kurun waktu ini. Sebuah rangkaian proses yang telah menempa saya sehingga bisa menjadi sosok yang menuliskan “NOTE” ini. Ketika harus mengalami rangkaian tantangan, saya tahu orang-orang hebat ini selalu ada untuk saya. TERIMA KASIH, KAWAN..kalian yang mengajarkan saya untuk bisa melewati tantangan ini.

Sudah banyak puncak yang saya daki, ada banyak tranggulasi yang saya jumpai. Namun hari ini adalah salah satu puncak yang patut ditandai dalam hidupku. Kawan, 6 tahun ini lebih berat dari HIMALAYA..catat ini, kawan!! Namun berkat anda,6 tahun ini bisa menjadi lebih ringan dari lembah RAMMA’..Anda semua adalah orang-orang hebat, saya yakin DUNIA ini masih cukup luas untuk menampung crossfade-crossfade yang lainnya, jangan terputus sampai disini. Mari warnai pelangi, saya Cuma punya 2 warna: HITAM dan MERAH. Wahai kawan, wahai kekasih..tambahkanlah warnamu sesuka hatimu.

Dan akhirnya, izinkanlah saya FAJRUL IMAN IBRAHIM NATA SASTRA ANWAR, dengan segala kerendahan hati menghaturkan Terima Kasih tak terhingga kepada kalian: ORANG-ORANG HEBAT!!!suatu kebanggan bisa melewatinya bersama-sama.mari warnai pelangi!!!





Visit: http://pojokalul.blogspot.com

Zigaz - Sahabat Jadi Cinta

Rabu, 27 Januari 2010


Kuhantarkan bak di pelataran
Hati yang temaran
Matamu juga mata mataku
Ada hasrat yang mungkin terlarang

*
Satu kata yang sulit terucap
Hingga batinku tersiksa
Tuhan tolong aku jelaskanlah
Perasaanku berubah jadi cinta

Reff:
Tak bisa hatiku menafikan cinta
Karena cinta tersirat bukan tersurat
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pancarkan sinarnya

Kudapati diri makin tersesat
Saat kita bersama
Desah nafas yang tak bisa truskan
persahabatan jadi cinta

Back To *
Back to Reff

Reff*:
Apa yang kita kini tengah rasakan
Mengapakah kita coba persatukan
Mungkin cobaan untuk persahabatan
Atau mungkin sebuah takdir Tuhan

Goliath - Masih Disini Masih Denganmu

Ku pergi hanya sebentar saja
Bukannya untuk menjauhimu
Mencoba 'tuk cari bagaimana
Baiknya untuk berdua
Setelah kuputuskan kembali
Ku pulang mencarimu kekasih
Tetapi kau bukan dirimu lagi
Kau telah jauh berubah
Apakah kau sudah temukan yang baru?

Reff:
Tolong jangan kau katakan
Kau sudah
Jangan-jangan kau pikirkan egomu saja
Aku masih di sini
Biar kau tahu betapa sulitnya aku
Selama ini cintai kamu
Aku masih denganmu

Cobalah kau ingat kembali
Masa-masa indah denganku
Dan jujur apakah semua kini sudah terlambat
Ataukah kau sudah temukan yang baru?

Back to Reff

Dari ANDREA HIRATA

Kamis, 21 Januari 2010

Setelah Menuntaskan Tetralogi dari Beliau, Kita Akan menemui beberapa PELAJARAN MORAL didalamnya. silahkan Teman-Teman Mencernanya...Hihihi..


LASKAR PELANGI
1. Jika tak rajin sholat maka pandai-pandailah berenang
2. Jangan tanyakan nama dan alamat pada orang yang tinggal di kebun
3. Jika anda cantik, Hidup anda tak tenang
4. Ternyata nasib yang juga sangat misterius itu adalah seorang pemandu bakat
5. Jangan bersahabat dengan orang yang gila perdukunan
6. Jika anda memiliki kesempatan mendapatkan cinta pertama di sebuah toko kelontong, meskipun toko itu bobrok dan bau tengik, Maka rebutlah cepat-cepat kesempatan itu, karena cinta pertama semacam itu bisa menjadi demikian indah tak terperikan!


SANG PEMIMPI
7. Ternyata rahasia menarik perhatian seorang gadis adalah kita harus menjadi pelari yang gesit
8. Jika anda seorang produser film dan ingin untung besar, Maka pakailah seorang sutradara yang otaknya bebal
9. Jika anda sering ditanggap berbicara di depan umum dan kerap tulalit karena kehabisan topik, maka belajarlah dulu jadi tukang gosip.


EDENSOR
10. Jangan sekali-kali datang ke Eropa pada bulan desember
11. Untuk mendapatkan wanita cantik, Tapi bodoh, Rupanya anda hanya perlu menjadi seorang provokator
12. Jangan bicarakan keadaan negeri kita dengan seorang Ekonom Klasik.Pesimis!
13. Kemanapun tempat telah kutempuh, Apapun yang telah kucapai, dan dengan siapapun aku berhubungan, Aku tetaplah lelaki udik, Tak dapat kubasuh-basuh
14. Tukang jam, tukang reparasi televisi, tukang dadu cangkir, dan penerbit buku adalah profesi-profesi yang patut dicurigai, dimanapun mereka berada
15. Tertawalah, seisi dunia akan tertawa bersamamu; Jangan bersedih karena kau hanya akan bersedih sendirian

MARYAMAH KARPOV
16. Diperlukan penyelidikan paling tidak 7 tahun, untuk benar-benar tahu bahwa seorang pria bukan bajingan
17. Jika anda berencana untuk berpoligami, Jangan memelihara ayam
18. Jangan sekali-kali memperlihatkan benda apapun dalam celanamu, Di depan orang melayu
19. Cinta, Bisa saja berbanding terbalik dengan waktu, Tapi pasti berbanding lurus dengan gila

ANDA PILIH PELAJARAN NOMOR BERAPA?

Mozaik

Aku..
Tak Perlu Menjelaskan Panjang dan Lebar Siapa Aku, Sayang...
Aku Adalah Sosok Yang Sekarang Berdiri Dihadapanmu Ketika Kamu Sedang Bercermin.

Ketika Kuterbangun Tengah malam, ataukah Aku Sulit Untuk memejamkan mata,
Kupandang Lekat-lekat Gambar Wajahmu.
Menyenangkan Sekaligus Menyedihkan!!!

Aku Ingin Menemukanmu Walau Keadaannya Akan Menghancurkan Hatiku..

Sekelam Apapun Awan Hitam, Hujan Akan Menyapunya Pergi.

PERJANJIAN BLOGGERS

Jumat, 08 Januari 2010

1. Saling Menjaga, saling Menyayangi, dan Saling Mencintai
2. Utamakan Pendidikan
3. Hormati Orang Tua Masing-Masing
4. Berpikir Positif dan tidak Putus Asa
5. Kalo Berpisah, Suatu Saat Pasti Akan Kembali

Cafe Bloggers Tamalanrea, Meja 01
18.24 WITA, 21 Desember 2009
ALuLovA

Kakek dan Cucunya

Seorang Kakek Bertanya Kepada Cucunya :
"apa Yang Kau Cari ke Gunung, Anak Muda?"

Cucunya Menjawab :
"Mental Yang Kuat Serta Jiwa Yang Sehat, Jauh dari Sifat-sifat Durjana, Bukannya Membuang Diri dan Lari Dari Masalah. PENCERAHAN, Kakek."

Kakek tersebut kemudian menjawab:
"Jikalau Itu Maksudmu..Apabila Fisik Sudah Tercurah Habis, Mental Pun Goyah, Setidaknya Tegakkan Harga Dirimu, Anak Muda!!!"

Testimoni

Kalo anda merasa pernah jatuh cinta, Jangan pernah menyalahkan cinta.
Jikalau Anda menjauhi cinta, itu pun juga bukan masalah.
sebab cinta selalu bisa memaafkan.





Fort Rotterdam - Makassar, 7 Januari 2010

Untuk Bisa Merasakan Surga Kita Harus Bisa Memaknai Mati

Minggu, 03 Januari 2010

Selamat Tahun Baru 2010..Setelah bergelut dengan rutinitas dan dinamika kehidupan, akhirnya 2009 pun berlalu untuk kemudian digantikan oleh 2010. Tidak banyak waktu yang saya miliki untuk bisa menceritakan semua hal yang telah terjadi di tahun 2009, namun saya yakin anda punya kenangan tersendiri di tahun tersebut. 2009 bukanlah tahun yang hambar dan absurd.

Sekilas merasakan tiada hal yang berbeda antara hari ini dengan hari-hari yang lalu, yang menjadi pembeda barangkali hanyalah sebuah komitmen untuk bisa menjadi lebih maju dari hari-hari sebelumnya, dan tentu saja hari esok masih tetap menjadi misteri.

2009 bagi saya adalah sebuah pelajaran besar. Sebuah pelajaran yang bisa menghantarkanku ke sebuah pilihan-pilihan yang jelas akan konsekuensinya di hari esok. Sebelah kaki bisa saja terperosok ke dalam lumpur hitam ala lembah ramma’ dan sebelahnya lagi bisa saja bertumpu pada bunga mawar yang sedang tumbuh di sebuah taman. Dan di tahun 2009, saya semakin sadar bahwa ternyata betul Tuhan memaksa kita untuk memilih, dan segala pilihan ada di tangan kita sendiri.

2009 bagi saya adalah sebuah perjalanan obat nyamuk, semakin berjalan semakin memasuki intinya dan akhirnya habis menjadi abu. Begitulah caraku memandanginya dan tolong tegurlah apabila saya keliru. 2009 saya tandai pada akhir pergantian tahun adalah sebuah perjalanan yang menyedihkan. Bulan per bulan memasuki akhir tahun adalah bulan-bulan yang memberikan pedih tersendiri ketika hari ini ku kembali mengenangnya. Diawali dengan oktober yang penuh dengan kebohongan, November yang berlalu dengan sebuah tragedi, dan akhirnya ditutup oleh desember dengan sebuah perpisahan.

Saya sadar, dengan perpisahan kita akan mengerti arti pertemuan. Saya sadar, Juli adalah bulan yang indah; bulan pertemuan. Saya sadar, setiap perjalanan adalah sebuah rangkaian hikmah. Dan saya pun sadar, perlu ketenangan untuk bisa menggali hikmah yang sebenarnya tersaji melingkupi seluruh permukaan bumi ini. Dan hikmah terbesar yang kutemui di tahun 2009 ini adalah dengan sebuah kematian, kita dapat merasakan Surga.

Maknailah kematianmu maka kau akan bisa merasakan surgamu. Dan tentu saja berucap memang lebih mudah dibandingkan dengan beraksi. Selamat tahun baru 2010, semoga kematian ini bisa menghantarkan kita ke surga.

D'Alfa Band feat. Hendri Lamiri - Pergi

Jumat, 01 Januari 2010

Lagu ini selalu mengingatkanku kepada Akbar A.K.A Kapten A.K.A Alfa Djibran , ketika itu kami masih sama-sama menyiar di SAVANA FM. menjadi seorang penyiar ternyata punya banyak kenangan tersendiri. Dan kini, Liriknya sarat dgn elegi yg sekarang melingkupi Harmoni Hidupku...

"Seratus Tujuh Koma Sembilan SAVANA FM Radio Pendidikan dan Lingkungan Hidup, Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Senang Sekali Rasanya ALUL Masih Bisa Menyapa SAVANA MUDA MAKASSAR Di kesempatan hari ini. apa kabarnya semua, sebagai tembang pembuka Please welcome From Alfa Project (D'ALFA) dengan single andalannya PERGI, spesial banget buat SAVANA MUDA MAKASSAR dimanapun anda berada pada kesempatan hari ini..Don't Go Anywhere, i'll be back dan tentu saja DUA KOSONG TRIPLE TUJUH masih tetap bisa anda hubungi.."

D'Alfa Band feat. Hendri Lamiri - Pergi

Hilang semua harapan
Yang ku dambakan selalu
Pada saat itu
Hanya karena soal itu
Kau marah padaku
Tinggalkan diriku

*
Biarkanlah semua berlalu
Lupakanlah semuanya pergi

Reff:
Memang ku akui
Ini semua salahku padamu
Yang tak pernah bersamamu
Namun janganlah engkau pergi
Begitu saja tinggalkan diriku sendiri

Maafkanlah semua itu
Dan berikan kepadaku
Satu kesempatan

Back to *, Reff

Back to *

Back to Reff 3x

Mari Memandang Dengan Kacamata Yang Berbeda

Selasa, 15 Desember 2009

Manusia memang bodoh dan serakah, tamak dan angkuh..terkadang menutupi busuknya dengan menyemprot parfum dusta disekujur tubuhnya. menari dan berputar ala balerina di atas roda kehidupannya dengan anggun, walau tariannya tak nampak indah; tetap menari dengan sesumbar, bahkan bersalto dan jungkir balik memutar arah semestinya. terkadang menginjak yang lain tetap dipijak. manusia memang istimewa!!!

Mari memandang dengan kacamata yang berbeda, dengan sudut dan kemiringan yang berbeda. tak perlu untuk membaca kompas dan membuka peta untuk mengetahui di mana manusia senang menceburkan kepalanya, bahkan membenamkan dirinya.

Manusia dengan sombong menolak surga, memasukkan dirinya ke dalam neraka tidak cuma dengan kata-kata. pola prilakunya pun turut membenarkan. tak ada satupun manusia yang takut akan neraka, perbuatannyalah yang membenarkannya. manusia cuma takut kepada penjara, sanksi sosial, dan stigma negatif..manusia sama sekali tak takut pada neraka. mari memandang dengan kacamata yang berbeda.

Bibirnya pun selalu berkontradiksi dengan kelakuannya, tak sejalan namun seirama; irama kebohongan!!! Manusia memang istimewa, manusia adalah makhluk sosial; selalu takut kepada sanksi sosial, sama sekali tak takut kepada Neraka..
Mari memandang dengan kacamata yang berbeda, manusia lebih memilih Neraka ketimbang Penjara..
Mari memandang dengan kacamata yang berbeda, mungkin kelak manusia pun tak lagi takut kepada Tuhan...

Anekdot

Minggu, 13 Desember 2009

Minggu Sore, 13 Desember 2009, Saya Sempat membaca Status dari seorang kawan pada salah satu situs jejaring sosial. isinya kurang lebih seperti ini :

"Perubahan itu tidak akan terjadi hanya dengan duduk di ruang-ruang seminar kawan!!!"


Dengan Iseng-iseng saya pun memberi komentar :

Perubahan yang terkecil diawali dari diri sendiri..

Biasanya perubahan yang terkecil dimulai ketika menghadapi masa-masa krisis dmana kita dituntut untuk berpikir kritis.
perjalanan ke gunung dengan segala keterbatasan yang terencana serta kawan-kawan yang asik bisa membuka mata bahwa penderitaan ternyata juga bisa menyenangkan. setiap langkah merupakan perpaduan antara akal, pikir, dan fisik; menjaga setiap langkah dapat berarti pula menjaga pola hidup.
memaknai perjalanan ke gunung dapat juga berarti memaknai hidup. tidak semua orang yang mampu memaknai, tapi setidaknya pasti ada 1 diantara 10. perjalanan ke gunung mungkin bisa menjadi tutorial yg baik untuk perubahan, lebih hidup dari seorang trainer sekalipun. saya menulis, saya berbicara, karena saya pernah ada disana dan sempat untuk memaknainya.

9 Desember 2009

Kamis, 10 Desember 2009

9 Desember 2009, yang diperingati sebagai hari anti korupsi sedunia, Makassar berwarna-warni oleh jas almamater mahasiswa Makassar dari berbagai universitas. Mereka tumpah ke jalan melakukan aksi demonstrasi, orasi, longmarch dan konvoi. Mereka yang turun ke jalan dengan berbagai alasan, namun satu hal yang pasti; mereka adalah Mahasiswa yang anti terhadap korupsi dan menginginkan perubahan. Setidaknya REFORMASI TOTAL bukanlah sebuah harapan yang kosong!!!

Hari ini adalah hari yang bersejarah dalam dunia pergerakan mahasiswa Makassar. Hari dimana mereka yang turun ke jalan mengukir sebuah sejarah bahwa ternyata Makassar juga mampu untuk mengawali sebuah revolusi. Mereka yang turun ke jalan dengan setumpuk harapan untuk mengubah potret buram pemerintahan, Mereka yang di tengah terik matahari Makassar yang rela mengorbankan waktu ujian final mereka demi sebuah sikap tegas, REFORMASI TOTAL!!! semoga ALLAH SWT membalas kebaikan mereka dengan melipatgandakan amalan mereka.

Dari selebaran kertas yang kudapatkan di bawah flyover tol Reformasi dari seorang teman yang mengenakan jas merah,berikut adalah kutipan yang bisa saya sajikan :

PERNYATAAN SIKAP
ALIANSI REFORMASI TOTAL

Jika kau bukan bagian dari penyelesaian maka kau adalah bagian dari permasalahan….

Bayangkan jika uang Negara sebesar 6,7 triliun rupiah dari hasil pajak yang dibebankan dari rakyat itu digunakan untuk kepentingan penguasa, sementara di lain pihak 40% dari penduduk Indonesia berusaha bernafas di tengah harga kebutuhan pokok yang membumbung tinggi agar dapurnya tetap mengepul bahkan untuk sehari saja!!!

Harapan bahwa di bawah rezim SBY – Boediono akan membawa pada kesejahteraan rakyat dan penegakan hukum yang adil bagi seluruh warga Negara pasca pemilu lalu hanyalah kesia-siaan belaka. Kasus Prita Mulyani yang mendapatkan hukuman dan denda hingga 240 juta rupiah hanya karena mengungkap kebobrokan pelayanan kesehatan di RS OMNI INTERNASIONAL. Kasus seorang nenek yang hanya mengambil 3 buah kakao yang jatuh di tanah, dimejahijaukan dan mendapatkan hukuman tahanan selama sebulan. Penggusuran tanah dan pengambilalihan secara paksa oleh PTPN (institusi pemerintah), disertai penembakan terhadap petani yang sawahnya dirampas seperti di Takalar dan Sumatera Selatan. Ditambah lagi penembakan yang dilakukan anggota POLRI yang menewaskan seorang sopir angkot di Jakarta. Hanyalah beberapa bukti betapa hukum dan keadilan di Negara ini tak pernah berpihak terhadap rakyat kecil. Barangkali nanti kalian, mereka dan kita akan menjadi korban kebobrokan hokum di negeri ini, jika tidak segera didesak untuk melakukan REFORMASI TOTAL bangsa ini.

Di lain pihak mereka yang terlibat kasus bail out dana century sebesar 6,7 triliun rupiah berusaha diendapkan dan tidak mendapatkan hukuman. Justru diberikan jabatan penting sebagai Wapres (Boediono) dan menteri keuangan (SRI MULYANI). Dapat dibayangkan betapa hancurnya Negara ini jika berada di tangan mereka. Data yang dilansir dari beberapa media memaparkan bahwa institusi pemerintahan, Presiden SBY dan orang-orang terdekatnya juga mendapat kucuran dana haram ini. Seperti berikut, KPU (Rp.200 Milyar), LSI (Rp.50 Milyar), FOX tim Kampanye SBY (Rp.200 Milyar), partai Demokrat (Rp.700 Milyar), Edi Baskoro anak SBY (Rp.500 Milyar), Hatta Radjasa menteri perekonomian (Rp.10 Milyar), Djoko Suyanto Menko POLHUKAM (Rp.10 Milyar), andi Mallarangeng, mentri pemuda dan olahraga, Rizal, dan Choel Mallarangeng bersaudara masing-masing mendapat (Rp.10 Milyar atau sebanyak Rp.30 Milyar), dan Hartati mendapatkan (Rp.100 Milyar). POLRI dan KEJAKSAAN AGUNG, Institusi hukum negri ini yang seharusnya menjadi penegak hukum ini yang seharusnya menjadi penegak hukum malah diam dan tidak berbuat apa-apa.

UNION BUSTING (pemberangus hak bersertifikat), deregulasi ketenagakerjaan yang melegakan outsourcing dan labor marketing fleksibilitas (pasar bebas tenaga kerja) semakin menyengsarakan kaum buruh, tak ada lagi yang bisa di harapkan dari institusi pemerintah saat ini.

Padahal selang beberapa bulan yang lalu di masa pemilu rezim Presiden SBY berjanji untuk melakukan pemberantasan korupsi. Kenyataannya justru di bawah rezim SBY – Boediono korupsi terus berlanjut dan menambah kebobrokan negeri ini. Kami telah muak pada janji-janji penguasa. Rezim SBY – Boediono yang anti rakyat miskin dan menjadi boneka imperialism ini harus segera di hentikan!!!

Berdasarkan uraian diatas, kami dari Aliansi Reformasi Total menyatakan :
1. Negara telah gagal
2. Reformasi Total Jawabannya

FSLK UNHAS, WALHI, BEM FBS UNM, Himapsi FE UNM, BEM UNIFA, FMN Makassar, UKPM UNHAS, KONTRA, UPPM UMI, IDENTITAS, BEM FMIPA UNM, GSBN-KASBI, SEGAR, ARMADA, IMHB, NITTRO, PRP MKS, ORANGE WATCH, TALAS UNISMUH, BEM HUKUM UMI, MAPALA UMI, ABM, KASSI-KASSI, UNIFA, KEMA FSD UNM, FSPBI, STP Takalar, KORPALA UNHAS.

I now walk INTO THE WILD (Hadiah dari alam,selepas bulan Maret, sebuah panggilan jiwa)

Rabu, 09 Desember 2009

Ada kesenangan dalam hutan tanpa jalan setapak; ada keceriaan di pantai yang sepi; ada masyarakat , yang tidak saling menganggu; di dekat laut yang dalam, dan music dalam raungannya; aku mencintai manusia tapi lebih suka alam..(Lord Byron)

Ada beberapa pilihan alasan untuk menjadi seorang petualang; bergerak bebas dan menjadi semaunya, menegaskan bahwa dirinya kuat dan berani, serta lari dan melewatkan dirinya dari kemapanan, dinamika dan segala problematikanya. Setidaknya segala hal inilah yang bisa saya akui sebagai alasan bagiku untuk bertualang.

Ada nilai yang saya dapatkan setelah membaca dan menyaksikan INTO THE WILD. Terlintas dalam benak, apakah saya bisa untuk melakukan itu??setidaknya saya punya alasan yang kuat untuk melakukannya. jenuh dengan segala aktivitas dan kebiasaan-kebiasaan umum yang baku, semangat serta kemauan untuk berani membenamkan diri dalam ketiadaan serta ketidakmampuan, tragedi asmara dengan Astri yang sebenarnya hanyalah bias-bias spectrum semu yang sebenarnya indah namum penuh dengan kepalsuan, rasa ingin tahu dan penasaran tentang maut, serta hasrat yang besar untuk mendapati diri dalam sebuah kebebasan yang mutlak.

Kebebasan mutlak; ekstrimis, pengembara alam yang rumahnya ada di jalan. Tak bisa disangkal, menjadi bebas selalu menggembirakan kita. Dihubungkan dalam benak kita dengan pelarian diri dari sejarah, tekanan, hukum, dan kewajiban yang mengesalkan. Kebebasan mutlak, dan jalan selalu menuju ke barat. Pertarungan puncak untuk membunuh kepalsuan yang ada dalam diri dan Berjaya menyelesaikan revolusi spiritual. Tak lagi harus diracuni peradaban, pergi dan berjalan sendirian ke wilayah untuk menjadi tersesat di alam buas. telah lebih 4 tahun kuliah jalankan tugas untuk lulus kuliah yang absurd dan membosankan dan kini bebas dari dunia abstrak itu, keamanan palsu, orang tua dan kelebihan materi, hal-hal yang memutuskan dari kebenaran keberadaannya.

Hadiah dari laut hanyalah hembusan yang keras, dan terkadang peluang untuk merasa kuat. Aku tak tahu banyak tentang lautan, tapi aku tahu begitulah adanya disini, dan aku juga tahu betapa pentingnya itu dalam kehidupan . tak harus menjadi kuat, tapi untuk merasa kuat, menguji dirimu setidaknya satu kali, menemukan dirimu setidaknya sekali dalam kondisi manusia yang paling tua, menghadapi batu yang buta dan tuli sendirian tanpa ada yang menolongmu kecuali tangan dan kepalamu sendiri.

Begitulah cara dunia kau tak akan pernah tahu dimana letakkan semua keyakinanmu dan bagaimana akan berkembang? Akan bangkit menghancurkan hal buruk dalam kenangan yang kelam. Akan bangkit memetik pelajaran dari kesalahan. Begitulah perjalanan waktu terlalu cepat untuk ditahan. Akan bangkit temukan arahku secara otomatis. Akan bangkit melakukan sebaik mungkin.

Kuat , kau bisa lakukan apa saja, kau bisa pergi ke mana saja. Uang, kekuatan itu ilusi. Ada di kepala, kau bisa ada di sini. Aku dan kau. Jika kita akui bahwa hidup manusia bisa dikuasai oleh akal, kemungkinan hidup hancur. Hariku lebih bergairah bila aku tak punya uang, kuputuskan akan hidup seperti ini selama beberapa waktu. Kebebasan dan keindahan terlalu indah dilewatkan…

Astri, hanya engkaulah orang di dunia ini yang bisa memahami apa yang harus kukatakan. Kemarahan, keputusasaan, telah bersatu menjadi kesedihan . Jelaslah Kesedihan dan masalah semakin berlanjut.naluri yang tampaknya merasakan ancaman kehilangan yang besar dan tak kembali, yang bebannya tak sanggup tertampung dalam benak. Tapi aku harus tegar dan ingat bahwa kudapati diriku menjadi lemah dan lembut sekaligus liar dan buas dari pemikiran yang terpaksa akibat kehilangan. Aku percaya semua yang harus dilakukan haruslah dilakukan. Inilah kehidupan kita, kuharap kau takkan kesepian tanpa aku.

Selepas Maret, aku akan pergi bertualang. Aku bukanlah gembel dan tak akan menggembel, karena ini adalah pilihanku…aku bangga bisa memiliki cinta, setidaknya ada dua cinta yang kumiliki. Salah satunya adalah kamu. Aku sadar bukanlah aku yang gagal mencintaimu; kamulah yang gagal mencintaiku.kebahagiaan akan semakin nyata bila dibagi. Bagaimana jika aku tersenyum dan berlari kedalam pelukanmu, Apakah kamu akan lihat apa yang sedang kulihat sekarang? Kuharap kau takkan kesepian tanpa aku.

The Potter's - Keterlaluan

Minggu, 06 Desember 2009



Kamu kok seperti hantu.
Terus menghantui aku.
Kamu bikin pusing kepala ku.
Lama – lama kau perusak happy aku.
Kamu nge-bergelimangan harta.
Kamu bukan putri raja.
Dan juga bukan sinderela.
Tapi mengapa kau buat aku gila.

Kamu keterlaluan
Kamu punya simpanan
Gak maafin aku
I`m Sorry Say Good bye.

Kamu keterlaluan.
Kamu ngeduain aku.
Gak maafin aku.
Ku harus ninggalin kamu.

Kamu kok seperti hantu.
Terus menghantui aku.
Kamu bikin pusing kepala ku.
Lagi – lagi kau perusak happy aku.
Kamu nge-bergelimangan harta.
Kamu bukan putri raja.
Dan juga bukan sinderela.
Tapi mengapa kau buat aku gila.


Crossbottom - Engkau Tak Sendiri

Bisa kubayangkan dan bisa kurasakan
Ada asa yang hilang tanpa engkau katakan
Tawa yang menghilang
Dan senyum yang tenggelam
Bolehkah kau katakan yang engkau risaukan

Kau salahkan cinta torehkan luka
Ku percaya hanya saja aku ragu

Jangan bersedih engkau tak sendiri
Kita di sini pun pernah mengalami
Jangan berhenti saatnya mencoba memahami
Hingga engkau mengerti

Ingin kau kembali dan rasakan lagi
Cinta yang kau banggakan entah di mana
Tak perlu kau sesali jangan berpaling lagi
Semua yang nyata mudah datang dan pergi

Cinta bercerita dirinya buta
Kau percaya diam saja atau ragu

Adakah kau tahu maukah kau tahu
Ku tahu kau ragu aku beritahu
Cinta terkadang melukai
Namun jangan diam biarkan terbuai
Sakit yang kau rasa akhiri segalanya
Cinta pula yang mengobati

Jangan bersedih engkau tak sendiri
Kita di sini pun pernah mengalami
Jangan berhenti saatnya mencoba memahami
Hingga engkau mengerti
Jangan bersedih engkau tak sendiri
Kita di sini pun pernah mengalami
Jangan berhenti saatnya mencoba memahami
Hingga engkau mengerti

Saya Menolak Keberadaan Tuhan

Sabtu, 05 Desember 2009

Saya Menolak Keberadaan Tuhan..
Ketika Tuhan mengambil orang-orang yang saya sayangi satu-persatu.
Ketika Tuhan tak hadir ketika ku mencarinya, bahkan di puncak yang tertinggi sekalipun.
Ketika Tuhan sudah di materikan, bahkan dimanusiakan oleh manusianya.
Ketika Insya Allah tak lebih dari sebuah kalimat kamuflase “maybe yes, maybe no”.
Ketika manusianya tak mampu lagi membedakan gelap dan terang.
Ketika ku tersesat dan Kau tak mampu menuntunku kembali.

Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika saya menolak kehadiranku sendiri.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika ku tak bisa mencintai diriku sendiri.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika ku gagal untuk menemuiMu.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika ku tak sanggup lagi mengucap namaMu.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika inderaku tak berani lagi memaknai keagunganMu.
Saya menolak keberadaan Tuhan,
Ketika ku tak mampu bersimpuh kepadaMu, wahai Tuhanku..
Astagfirullah, saya menolak keberadaanMu, Wahai Tuhanku..
Ketika Dosaku pun Tak terampunkan lagi olehMu..

“Wahai Tuhan, aku bukanlah ahli surga..
Juga Tak mampu menahan siksa neraka
Kabulkan taubat, ampuni dosa-dosaku
Hanyalah engkau pengampun Dosaku”

Superman Is Death - Jika Kami Bersama

Kamis, 03 Desember 2009

Kalo dengar lagu ini, pas ingat skali saat-saat penuh kebersamaan dalam setiap pendakian yang kujalani bersama kawan-kawan. sepanjang perjalanan, lagu ini selalu memberikan spirit tersendiri bagiku..
this is time for share, this is spesial for you ALL!!!



Jika Kami bersama, nyalakan tanda bahaya
Jika kami berpesta, hening akan terpecah..
Aku, dia dan mereka memang gila memang beda,,
Tak perlu berpura-pura,, memang begini adanya..

Dan kami di sini,,, akan terus bernyanyi…

Dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya..
Musik akan menghentak.. anda akan tersentak!!
Dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
Kami adalah kamu,, muda, beda dan berbahaya..–

(Ini lagunya you’re ready…)
Lepaskan semua belenggu yang melingkari hidupmu
berdiri tegak menantang di sana di garis depan..
aku berteriak lantang untuk jiwa yang hilang..
untuk mereka yang selalu tersingkirkan..
ketika tiada beban lagi untuk berlari,.
Ketika tiada orang yang akan peduli
Aku dan dia selalu menunggumu di sini..
angkat sekali lagi..

Dan kami di sini,,, akan terus bernyanyi.,..

Dan jika Jika Kami bersama nyalakan tanda bahaya..
musik akan menghentak.. anda akan tersentak!!
Aku, dia dan mereka memang gila memang beda,,
aku adalah kamu,, kita muda dan berbahaya..


Dan kami di sini,,, akan terus bernyanyi…

Dan jika Jika kami bersama nyalakan tanda bahaya..
musik akan menghentak.. anda akan tersentak
dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
Kami adalah kamu,, muda beda dan berbahaya..

Dan jika Jika kami bersama nyalakan tanda bahaya..
musik akan menghentak.. anda akan tersentak!!
dan kami tahu anda bosan dijejali rasa yang sama
Kami adalah kamu,, muda beda dan berbahaya..

Manusia Adalah Apa yang Dia Makan

Selasa, 01 Desember 2009


Kenapa anda memandang hina benda yang ada pada gambar di atas? Apa yang salah dari benda yang ada pada gambar di atas? Sekedar mengingatkan, anda adalah apa yang anda santap. Dan benda yang ada pada gambar di atas adalah akibat dari proses santap yang telah anda lakukan.

Manusia adalah apa yang dia makan. Dan gambar di atas adalah konsekuensi yang harus anda terima setelah anda selesai menyantap sesuatu. Apapun itu, jikalau anda mencermati sebuah proses kausalitas, setiap sebab pastilah akan menghasilkan sebuah akibat.

Saya rasa terlalu menjijikkan apabila anda memandang hina benda yang ada pada gambar di atas. Saya berani bertaruh, anda pasti memiliki, pernah menyentuhnya, atau setidak-tidaknya pernah berjumpa dengan benda yang ada pada gambar diatas? Benda di atas adalah benda yang menjadi milik bersama semua manusia, Semua orang pasti memilikinya.

Inilah sifat dasar seorang manusia. Inilah muka asli seorang manusia. Tak satu pun manusia yang tidak memilikinya. Berbagai lapisan, tingkatan, golongan manusia pastilah memilikinya. Apakah anda masih jijik ketika anda berhadapan dengan benda yang ada pada gambar di atas?? Nach, sekarang mari kita memutar pertanyaannya; apakah anda merasa jijik ketika anda berhadapan dengan makanan yang akan anda santap???

Ok, lupakan benda yang ada pada gambar di atas. Mari sejenak kita renungkan kembali, tentang sebuah proses sebab-akibat, tentang apa yang telah pernah kita lakukan dan apa saja yang telah kita tanggung sebagai konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan. Ternyata TUHAN dengan sangat bijak telah menyediakan contoh yang sangat relevan tentang proses tersebut, dan contoh tersebut ternyata sangat dekat dengan kita, bahkan setiap hari kita diperhadapkan padanya?

Anggap saja apa yang kita santap adalah sebuah perbuatan yang negative dan benda yang ada pada gambar diatas adalah sebagai apa yang kita sebut DOSA. Setiap harinya kita berbuat, dan setiap harinya pula kita berhadapan dengan DOSA.

Yang saya herankan, terkadang ada juga manusia yang jijik ketika berhadapan dengan benda yang ada pada gambar di atas (miliknya sendiri )sementara ketika menyantap dengan bangga dia lakukan bahkan dipamerkan kemana-mana. Jangan malu mengakui DOSA, setiap manusia pasti memilikinya. Tapi, jangan pula pernah mengumbar DOSA, setiap manusia Pasti akan jijik memandangnya. Masihkah anda jijik ketika anda memandang DOSA anda sendiri seperti anda memandang benda yang ada pada gambar diatas??? Jikalau anda masih merasa jijik, mulai sekarang berhentilah bersantap.

Karena manusia adalah apa yang dia makan.

Chantal Kreviazuk - Leaving On A Jet Plane

Pas Liat penggalan Lagu ini di Status FACEBOOKnya salah seorang Teman, langsung ka teringat sama seseorang..hahaha, ada kenanganku sama ini lagu.
sengaja saya posting lirik ini untuk mengenangnya.
buat yang suka lagunya, mari bernyanyi..!!!


I'm ... I'm ...

All my bags are packed, I'm ready to go
I'm standin' here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye

But the dawn is breakin', it's early morn
The taxi's waitin', he's blowin' his horn
Already I'm so lonesome I could die

So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

I'm ...

There's so many times I've let you down
So many times I've played around
I'll tell you now, they don't mean a thing

Every place I go, I think of you
Every song I sing, I sing for you
When I come back I'll wear your wedding ring

So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

Now the time has come to leave you
One more time, oh, let me kiss you
And close your eyes and I'll be on my way

Dream about the days to come
When I won't have to leave alone
About the times that I won't have to say ...

Oh, kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

And I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

But I'm leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
(Leaving) On a jet plane
 

Most Reading

Popular Posts