Pages

Update

Rebut Peluang, Tingkatkan Kualitas…!!!

Rabu, 22 Agustus 2012

Laporan Operasi Pasar Kab. Kepulauan Sitaro 2012




Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau yang biasa disingkat menjadi Kab.Kepl.Sitaro adalah sebuah Kabupaten yang dimekarkan dari kabupaten Sangihe Talaud  Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2007. Dengan luas 275,96 Km ²  dan dengan topografi yang berbukit-bukit, terdapat 2 buah gunung berapi yang aktif yaitu Gunung Karangetan di pulau Siau dan gunung Ruang di pulau Ruang. Kabupaten Sitaro terdiri dari 3 gugusan pulau yakni pulau Siau dan pulau-pulau sekitarnya, pulau Tagulandang dan pulau-pulau sekitarnya, dan pulau Biaro dan pulau-pulau sekitarnya serta beberapa pulau-pulau kecil lainnya yang tidak berpenghuni.

Keadaan tanah pulau siau sangat subur diakibatkan material perut bumi yang hingga saat ini masih disemburkan ke permukaan oleh Gunung Karangetan dengan kondisi topografi yang berbukit-bukit,  akan tetapi areal persawahan dengan luas lahan kurang lebih 5 Ha di desa Tanaki yang dikelola masih dengan menggunakan sistem yang tradisional tidaklah cukup untuk menunjang ketersediaan stok pangan bagi kabupaten Sitaro. Justru kesuburan tanah pulau ini dimanfaatkan untuk menanam hasil perkebunan, seperti pala dan cengkeh yang merupakan sumber penghasilan utama bagi kabupaten ini selain hasil dari kekayaan laut.

Walaupun tingkat penghasilan rata-rata warga kabupaten ini tergolong tinggi namun hal tersebut belum dapat menjamin ketersediaan stok pangan bagi warga khususnya warga di pulau Tagulandang dan Biaro (kebanyakan warga kurang menyukai predikat Rawan Pangan), ditambah lagi kondisi rawan bencana alam di pulau siau seperti tanah longsor, banjir, maupun letusan gunung karangetan yang menimpa wilayah ini, Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan, warga Kabupaten kepulauan Sitaro mengharapkan beras yang datangnya dari luar kabupaten kepulauan Sitaro.

Keadaan ini semakin diperparah lagi dengan terjadinya Perubahan  Pagu Raskin pada semester ke 2 tahun 2012 untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro yang tentu saja menimbulkan pertanyaan bagi warga Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Kab.Kepl.Sitaro).

Perubahan yang Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Perubahan Atas Keputusan Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Penetapan Alokasi dan Sasaran Penerima Beras Miskin (Raskin) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Tahun Anggaran 2012 Tanggal 21 Juni 2012, yang mengacu kepada Surat Gubernur Sulawesi Utara Nomor: 500/579/Sekr.Ro.Ekonomi Perihal Perubahan Pagu Raskin Tahun 2012 tanggal 01 Juni 2012 berupa Penurunan drastis yang hampir mencapai angka 50% dari yang sebelumnya 4.609 RTS per bulannya pada Semester I menjadi 2.295 RTS per bulannya yang meliputi atas 10 Kecamatan  84 Desa/Kelurahan pada semester I dan  berubah menjadi 10 kecamatan 93 desa/kelurahan pada semester II tahun 2012 seiring dengan adanya pemekaran desa-desa dalam beberapa kecamatan pada kabupaten ini.

Perubahan atau yang lebih tepatnya Penurunan jatah Raskin pada kabupaten ini apabila dapat kita simpulkan berimplikasi kepada dua hal :  yang Pertama menunjukkan bahwa ternyata pemerintah telah berhasil untuk menekan angka kemiskinan di wilayah ini , tentu saja sebagai seorang warga Negara yang baik kita patut bersyukur atas keberhasilan Program Pemerintah dalam menekan angka kemiskinan hingga ke pelosok. Adapun implikasi yang Kedua menunjukkan bahwa produksi pangan dalam kabupaten ini dianggap telah dapat memenuhi kebutuhan akan  pangan bagi warga Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Namun apabila terjun langsung ke lapangan, ternyata banyak warga yang merasa resah atas penurunan ini. Diwakilkan oleh beberapa Kapitalau (Kepala Desa) yang menyatakan keberatan dan rasa tidak puas dalam menanggapinya. Hal ini dapat dibuktikan ketika Tim dari BPK Provinsi Sulut yang kami antar terjun langsung ke desa-desa dan mendengarkan sendiri keluhan-keluhan tersebut. Para kapitalau selaku pemerintah daerah yang bersentuhan langsung dengan warganya mengungkapkan bahwa dengan penurunan ini efek yang paling terasa adalah kesulitan dalam memberikan pengertian kepada warganya untuk menerima keputusan yang terkesan kontroversial ini. Malahan beberapa dari Kapitalau menyangka bahwa Perum Bulog yang bertanggung jawab atas penurunan ini, namun setelah mengadakan komunikasi dan mengklarifikasikan secara langsung bahwa Perum Bulog hanyalah merespon atas permintaan daerah setempat, memberikan pelayanan kepada warga secara jujur dan sama sekali tidak berwenang untuk menentukan daftar penerima manfaat ataupun hal-hal yang lainnya yang berkaitan dengan itu.

Untuk meminimalkan gejolak-gejolak dalam desa kami pun secara persuasif menyarankan kepada Kapitalau agar melaksanakan Musyawarah Desa/Kelurahan sesuai dengan Pedoman Umum Raskin 2012 untuk menetapkan/memverifikasi daftar Penerima Manfaatnya tanpa mengubah Pagu Per desa untuk kemudian hasilnya diteruskan kepada Camat. Hingga akhirnya mereka pun nampaknya puas atas jawaban dari kami. Adapun komitmen kami sebagai insan Perum Bulog yang berada di wilayah ini, Setiap pertanyaan dari warga menyangkut Perum Bulog akan kami jawab secara Proporsional. Tentu saja komunikasi menjadi hal yang sangat vital bagi kami untuk mempertahankan Citra Perum Bulog yang baik kepada warga sekitar.

Dengan berbagai permasalahan tersebut, Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan, warga Kabupaten kepulauan Sitaro mengharapkan beras yang datangnya dari luar kabupaten kepulauan Sitaro. apalagi satu-satunya medan untuk mendatangkan beras ke wilayah ini menempuh rute laut yang tergolong berat. Maka situasi ini pun dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mendatangkan beras dari luar pulau dengan harga yang lebih tinggi dari harga sebelumnya beredar dipasaran. Hal ini dikhawatirkan akan memicu terjadinya gejolak harga pangan di Kab.Kepl.Sitaro.

Untuk menjawab permasalahan-permasalahan tersebut diatas, sebagai langkah taktis maka pada pertengahan bulan Agustus 2012 diadakanlah program Operasi Pasar Perum Bulog bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kab.Kepl.Sitaro dengan memasarkan beras dengan harga Rp.7.500/Kg. Sebuah harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan harga yang beredar di pasaran umum kabupaten ini yang berkisar Rp.10.000 hingga Rp.13.000/Kg. Adapun kegiatan ini mendapat respon yang positif dari warga setempat, dapat dibuktikan dengan tingginya animo masyarakat yang datang dan membeli.

Menangkap adanya peluang komersil dari situasi tersebut, sesuai dengan Motto lama Perum Bulog: Rebut Peluang, Tingkatkan Kualitas..!! Maka atas restu Bapak Muhammad Hasyim selaku Kadivre Sulut dan Gorontalo, kami pun mengadakan program Operasi Pasar Beras Komersial yang berjalan bersamaan dengan Operasi Pasar Perum Bulog. Kali ini, dengan harga Rp.8.500/Kg kami menawarkan suatu produk beras yang lebih berkualitas sehingga dapat lebih bersaing dengan Produk beras yang telah beredar di pasaran. Pada langkah awak kami mendatangkan beras komersial dari GBB Madidir Bitung sebanyak 10 Ton sebagai tahap uji coba untuk melihat kecenderungan pasar.


Selain kualitas, harga terjangkau (harga yang beredar dipasaran umum berkisar antara Rp.10.000 hingga Rp.13.000 per kilonya)  yang kami tawarkan menjadi primadona untuk lebih menarik minat warga Kabupaten Kepulauan Sitaro. Untuk Beras medium kami tawarkan dengan harga Rp.7.500/Kg melalui Program Operasi Pasar Perum Bulog, sementara untuk Beras Komersial kami tawarkan dengan harga Rp.8.500/Kg melalui Operasi Pasar Beras Komersial. Diharapkan melalui program ini dapat meredam gejolak-gejolak yang berkenaan dengan masalah-masalah pangan di wilayah Kab.Kepl.Sitaro. Kami sadar betul bahwasanya pangan dapat menjadi perekat pemersatu bangsa ini, namun apabila ketersediaannya sulit untuk dijangkau maka tak dapat dipungkiri akan menimbulkan gesekan-gesekan yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan NKRI.


Kehadiran beras komersial Perum Bulog ini ditengah-tengah warga Sitaro telah berhasil mengubah Stigma negatif warga tentang kualitas beras yang dihasilkan oleh Bulog. Warga yang datang dan membeli beras kami pun tidak hanya yang berasal dari pulau utama Siau, banyak pula yang datang dari pulau-pulau sekitar pulau Siau. Kebanyakan dari mereka mendengar program ini melalui mulut ke mulut. Hingga tulisan ini dibuat, sebagai uji coba penjualan beras komersial melalui operasi pasar beras komersial telah hampir mencapai 10 Ton, masih berjalan hingga saat ini dan rencananya kami akan mengadakan penambahan lagi demi memenuhi tingginya permintaan dari masyarakat setempat.

Mengingat dalam pelaksanaan program ini, kami hanya mengambil tempat di depan Kantor GBL Siau yang kebetulan berlokasi tepat didepan Pasar Besar Ulu Siau, Rencananya dalam waktu dekat kami akan mengadakan ekspansi penjualan hingga ke pulau-pulau terluar Kab.Kepl.Sitaro sehingga warga pulau terluar pun dapat disentuh melalui program ini. Tentu saja kami memandang hal ini perlu dilakukan selain untuk memperkenalkan Kualitas Produksi Perum Bulog, juga untuk lebih menegaskan citra Perum Bulog yang semakin dekat dan menunjukkan kepedulian terhadap warga di sekitar wilayah tugasnya. Bukankah setiap insan Perum Bulog harus dapat lebih  concern kepada pelayanan prima terhadap warga dimanapun dia bertugas, bagaimana  bisa melayani apabila tidak terjalin hubungan yang baik antara setiap Insan Perum Bulog dengan warga sekitar?


Bagaimanapun juga tingkat keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh kerjasama tim yang kokoh dari tim GBL Siau serta motivasi dan dukungan yang tak putus-putusnya datang dari berbagai pihak baik yang berasal dari eksternal maupun Internal Perum Bulog itu sendiri, khususnya dukungan dari Subdivre Tahuna. Tidak terlepas pula, Kepercayaan dan amanah yang dititipkan kepada kami dari Bapak Muhammad Hasyim selaku Kadivre Sulut dan Gorontalo beserta Ibu Sophia R.Mangundap selaku Kasubdivre Tahuna merupakan modal utama bagi kami untuk menunjang keberhasilan program ini.

Insya Allah, setiap usaha yang kecil yang dilandasi oleh kejujuran dan tanggung jawab apalagi bila dilandasi dengan semangat kebersamaan niscaya akan menghasilkan sesuatu yang berkah dan bermanfaat. Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masukkan Komentar Anda

 

Most Reading

Popular Posts