Pages

Update

Orang sibuk cuma punya waktu 39 Menit untuk makan dalam sehari

Kamis, 01 September 2011



Kesibukan yang tinggi sangat menyita waktu, sehingga kebanyakan orang selalu terburu-buru saat makan. Sebuah penelitian mengungkap, orang sibuk rata-rata hanya punya waktu 39 menit 19 detik dalam sehari untuk sarapan hingga makan malam.

Dari total waktu makan dalam sehari, durasi yang paling singkat adalah waktu sarapan yakni rata-rata hanya 7 menit 20 detik. Bagi yang sangat terburu-buru saat sarapan, menu yang dipilih biasanya sangat praktis misalnya sereal atau roti panggang isi telur.

Rata-rata waktu makan siang sedikit lebih panjang, yakni sekitar 12 menit 49 detik. Meski waktunya sedikit lebih longgar, menu yang dipilih juga seringkali tidak sehat antara lain berbagai jenis fast-food, mulai dari sandwich hingga ayam dan kentang goreng.

Itupun, tidak semua orang bisa memenuhi kebutuhan makan siang tepat waktu. Penelitian sebelumnya menunjukkan 2,9 juta pekerja di Inggris khususnya yang bekerja dengan deadline ketat terpaksa makan siang sebelum jam 11, sementara 10 juta orang baru bisa makan setelah jam 3 sore.

Waktu terpanjang dalam sehari yang digunakan untuk makan adalah saat makan malam, yakni rata-rata 19 menit. Total dalam sehari, rata-rata orang hanya punya waktu sarapan, makan siang dan makan malam kurang dari 40 menit atau tepatnya 39 menit 19 detik.

Terkait minimnya waktu yang tersedia untuk makan, 78 persen responden menginginkan waktu yang lebih panjang untuk makan. Selain itu, 90 persen responden juga merindukan saat-saat berkumpul dengan keluarga untuk makan bersama yang sangat jarang dilakukan saking sibuknya.

Selain menyita waktu makan, padatnya jadwal kerja manusia moderen juga membuat aktivitas makan terganggu oleh kegiatan lain terutama nonton TV. Sebanyak 31 persen responden selalu tergoda untuk nonton TV saat sarapan dan 51 persen nonton TV saat makan malam.

"Kita hidup dalam masyarakat yang sangat berorientasi pada makanan. Banyak tayangan dokumenter tentang makanan, acara TV tentang makanan dan buku-buku tentang makanan, tapi kebanyakan orang justru tidak punya waktu untuk menikmati makanannya," ungkap sang peneliti, Dr Richard Woolfson seperti dikutip dari Dailymail, Senin (25/7/2011).

Penelitian yang dilakukan di Inggris ini didanai oleh sebuah perusahaan makanan, President Cheese. Sayangnya tidak disebutkan lebih detail, berapa banyak responden yang dilibatkan dalam penelitian ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masukkan Komentar Anda

 

Most Reading

Popular Posts