Pages

Update

Tentang Tael Emas, Ingat Jet Lee...?

Sabtu, 29 Oktober 2011


1 jin = 16 liang = 600 g
1 liang = 10 qian = 37.5 g
1 qian = 3.75 g
Terus ada takaran 1 shi buat unit berat yang lebih besar, 1 shi = 120 jin.

Mengutip data dari KH-heng bahwa berat 1 qian adalah berubah sesuai kebutuhan zaman:

Berat 1 qian itu memang berubah dari waktu ke waktu.
Berikut adalah konversi ukuran 1 qian:
Sekarang: 5 gram
Dinasti Qing: 3,7 gram
Dinasti Ming: 3,69 gram
Dinasti Yuan: 4 gram
Dinasti Song: 4 gram
Dinasti Tang: 4,13 gram

Namun untuk tidak membingungkan, tulisan saya akan saya dasarkan atas perhitungan 1 qian = 3.75 g.

Di zaman dulu, peredaran uang di Tiongkok selalu didasarkan atas berat logam mulia. Logam mulia yang digunakan sebagai uang biasanya hanyalah perak, jadi emas cuma beredar terbatas di kalangan kerajaan. Di dalam film2 dan cerita2 silat biasanya kita melihat pendekar sehabis makan dan minum lalu mengeluarkan 1 tael perak dan meletakkannya di meja sebagai pembayaran. Namanya juga cerita silat dan film silat, tentu saja tidak seluruhnya benar.

Berapa nilai 1 tael perak dan 1 tael emas?

1 tael perak itu sangat besar nilainya di zaman dulu di Tiongkok sana. 1 tael perak adalah kira2 1 liang perak (37.5 g perak), itu makanya dinamakan "yin liang" atau "gin nio" dalam dialek Hokkian. Tael emas biasanya berfluktuasi terhadap perak, namun pada dasarnya ditukar 1 tael emas = 10-20 tael perak. Ini terdapat dalam catatan sejarah zaman Ming dan Qing.

Apakah ada satuan yang lebih kecil?

1 tael perak = 1000 wen. 1 wen ini terbuat dari perunggu yang dibuat menjadi kepingan bulat yang berlubang segi empat di tengahnya, juga disebut sebagai "tong bao". Setelah zaman Qing, biasanya kepingan perunggu ini dicetak dengan tulisan sesuai nama kaisar yang berkuasa. Misalnya yang berkuasa adalah Kangxi, maka ada 4 karakter "Kang Xi Tong Bao" artinya sebagai alat pembayaran yang sah di zaman pemerintahan Kangxi. Nah, sebenarnya inilah yang seharusnya dibayarkan oleh para pendekar dalam cerita silat tadi.

Pemerintah Ming dan Qing menetapkan bahwa pajak dari rakyat harus dibayarkan dalam bentuk tael perak. Ini lain dari dinasti2 lainnya yang menetapkan pajak adalah berbentuk bahan pangan. Di zaman Tang, gaji para pejabat diberikan dalam bentuk pangan. Seorang pejabat eselon 9 (eselon terendah) mendapatkan 60 shi beras setiap tahunnya. Di zaman Qing, pejabat digaji dengan uang tael. Menurut catatan sejarah, seorang bupati di Taiwan zaman Qing mendapatkan gaji 45 tael perak setahunnya.

Tael perak mendapat bentuknya karena dicetak secara serentak dan terpadu oleh pemerintah. Kekaisaran menerima pajak dalam bentuk tael perak dari rakyat setahun sekali. Tentu saja ada tael perak yang sudah tidak berbentuk atau bentuknya sudah tidak sempurna. Oleh pemerintah, nilai tael perak seperti ini diterima dengan nilai terdegradasi dan untuk kemudian dilebur dan dicetak kembali menjadi tael perak baru. Selisih nilai degradasi itu adalah sebagai ongkos buat melebur dan mencetak tael baru tadi.

Pendekatan nilai tael perak di zaman sekarang

OK, mari kita kalkulasi kira2 berapa yang harus dibayarkan para pendekar untuk makan 1 kali kalau dia ingin membelanjakan tael peraknya di Indonesia sekarang.

1 ounce perak sekarang kira2 USD 7 sekarang. 1 ounce = 28 g, berarti 1 g perak +- USD 0.25 = Rp. 2250.

1 tael perak = 37.5 g perak = Rp. 84375.

Dengan demikian untuk makan 1 kali McD di Jakarta (Rp. 10000), sang pendekar harus mengeluarkan 118 keping perunggu untuk diletakkan di atas meja lalu beranjak keluar. Di zaman sekarang saja tidak perlu mengeluarkan 1 tael perak untuk makan di Jakarta yang index price-nya termasuk tinggi. Jadi, di zaman dulu, seharusnya beberapa keping perunggu cukup untuk makan dan minum sepuasnya di kedai teh dan arak buat para pendekar tadi.

Definisi Uang Hybrid

Selasa, 25 Oktober 2011

Sebagai alat pembayaran, uang kertas telah dikenal sejak lama sekali. Diperkirakan uang kertas pertama dibuat sekitar abad ke 10 semasa pemerintahan Dinasti Song di China. Karena uang kertas merupakan benda yang bernilai ekonomis, maka sering kali dipalsukan. Karena itu fitur keamanan uang kertas selalu berkembang dan mengalami perbaikan dari masa ke masa. Uang kertas perdana memakai stempel sebagai fitur keamanan yang utama, disusul dengan penggunaan Polymer yakni kertas berbahan khusus yang tidak mudah dibuat oleh pihak lain.

Pada awal tahun 2000 an, sebuah pabrik kertas terkenal di Jerman, (Louisenthal) meluncurkan suatu bahan uang generasi terbaru berupa campuran antara kertas dengan plastik. Sebelum dicetak, bahan dasar kertas diberi lapisan tipis film yang terbuat dari bahan plastik pada kedua sisinya, sehingga semua keunggulan kertas dan plastik dapat dipergunakan pada bahan tersebut. Penemuan ini dipatenkan dengan merek dagang Hybrid.

Uang Hybrid
Hybrid : Sebelum dicetak, kertas diberi lapisan tipis film

Selain itu, Louisenthal juga menemukan suatu teknologi terbaru berupa jendela (window) pada uang hybrid. Jendela tersebut bersifat tembus pandang (transparan) yang akan memberikan penampilan berbeda pada latar belakang gelap ataupun terang. Contohnya pada uang hybrid Bulgaria, bila dihadapkan pada latar belakang terang misalnya akan keluar angka 20, sedangkan bila dihadapkan pada latar belakang gelap akan tampak garis-garis hijau. Penemuan yang dinamakan Varifeye ini langsung menarik perhatian dan digunakan pada uang-uang hybrid generasi terbaru.

1. BULGARIA 20 Lev 2005

Uang hybrid pertama di dunia dikeluarkan oleh Bulgaria, yaitu pecahan 20 Lev yang diluncurkan tahun 2005. Walaupun merupakan uang hybrid pertama, saat ini uang tersebut masih mudah ditemukan dan bernilai hanya beberapa ratus ribu rupiah saja.

Bulgaria 20 Lev 15 September 2005

Bila diperhatikan disisi kiri atas uang tersebut terdapat jendela transparan (window) Varifeye yang memberikan penampilan berbeda pada latar belakang terang atau gelap. Mari kita lihat contohnya.
Varifeye pada latar belakang terang (kiri) terlihat angka 20 tetapi bila latar belakangnya gelap akan timbul garis-garis berwarna hijau (kanan).

Saat ini sudah belasan negara menggunakan uang hybrid, bahkan menurut kabar terakhir mata uang Uni Eropa (Euro) akan diganti semuanya dengan jenis hybrid. Apakah kabar tersebut benar? Dengan demikian dapat dikatakan bahwa uang hybrid merupakan uang dengan sisi keamanan terbaik bila dibandingkan dengan uang-uang jenis lainnya, dan dapat dipastikan bahwa uang hybrid akan lebih banyak lagi dipakai oleh berbagai negara. Karena itu, sebelum terlambat, ada baiknya kita mulai mengenal dan mengumpulkan uang-uang tersebut.

Negara- negara lain yang telah menggunakan uang hybrid :

2. FIJI 100 Dollars 2007

Dengan gambar Queen Elizabeth II (QEII), maka uang ini akan menjadi rebutan antara beberapa jenis kolektor yaitu : Kolektor uang QEII, kolektor uang Commonwealth, kolektor uang polymer dan kolektor uang hybrid, tentu saja tidak ketinggalan kolektor lokal negara Fiji sendiri. Sehingga dapat dipastikan harga akan terus meningkat. Saat ini saja uang yang didominasi warna kuning tersebut sudah berharga sekitar $130 (UNC), bandingkan dengan kurs aslinya yang cuma sekitar $60.

FIJI 100 Dollars hybrid (2007), perhatikan jendela transparan disisi kanan gambar Queen

3. KAZAKHSTAN 10000 Tenge 2006

Perhatikan gambar uang yang ditampilkan secara vertikal, menampilkan monumen Astana-Baiterek di bagian tengah sebagai simbol kedamaian. Lambang Kazakhstan tampak di sebelah kiri monumen dan bendera negara berwarna biru di sebelah kanan atasnya. Telapak tangan yang membuka di bagian kiri bawah melambangkan trasparansi pemerintahan. Secara keseluruhan uang ini menggambarkan sistem pemerintahan Kazakhstan dengan gaya ultra modern. Sungguh uang yang sangat indah. Selain pecahan 10000 Tenge 2006 ini, Kazakhstan baru saja mengeluarkan uang hybrid lainnya yaitu pecahan 1000 Tenge 2010 dan 10000 Tenge 2011.

4. LATVIA 100 Latu 2007 dan 500 Latu 2008

Latvia merupakan negara pecahan Uni Soviet dan saat ini telah bergabung dengan Uni Eropa. Mata uang Latvia yaitu Latu sedang dalam proses penukaran menjadi Euro per tahun 2014 dengan nilai tukar 1 Euro = 0,702804 Lat. Latvia memiliki 2 pecahan uang hybrid yaitu 100 Latu dan 500 Latu yang harganya saat ini sudah mencapai belasan juta rupiah. Latvia 500 Latu adalah uang hybrid termahal saat ini.











Latvia 100 Latu 2007, perhatikan jendela transparan yang memberikan gambar berbeda pada latar belakang gelap (kiri) dan terang (kanan)

Latvia 500 Latu 2008 merupakan uang hybrid termahal, perhatikan jendela transparan yang pada latar belakang putih bergambar bintang.

5. QATAR 100 dan 500 Riyals 2007

Merupakan negara ke 5 yang mengeluarkan uang hybrid setelah Bulgaria, Kazakhstan, Fiji dan Latvia. Memiliki 2 pecahan yaitu 100 dan 500 Riyals dan dicetak oleh TDLR. Variasi yang terdapat adalah satu digit dan dua digit nomor seri, sehingga diluar specimen dan proof terdapat 4 variasi yang harus dikumpulkan.

Bila diletakkan dengan latar belakang terang maka seakan-akan jendela transparan tidak tampak (gambar kiri), tetapi bila diletakkan pada latar belakang gelap maka dengan jelas akan kelihatan (gambar kanan). Suatu ilusi optik yang sangat menarik bukan?

6. SAMOA 50 dan 100 TALA 2008

Samoa, sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik, kurang lebih berjarak setengah perjalanan dari Selandia Baru ke Hawaii. Terdiri dari 2 pulau utama dan 7 buah pulau kecil, dan yang menarik perhatikan ejaan yang tertera pada uang tersebut : 50 Tala ditulis sebagai LIMA SEFULU TALA dan 100 Tala ditulis sebagai SELAU TALA. Mirip-mirip dengan bahasa Melayu.
Kepulauan Samoa telah mengeluarkan satu jenis uang berbahan polymer yaitu 2 Tala (LUA TALA) pada tahun 1991 dan 2 jenis uang hybrid pada tahun 2008. Versi beredar uang polymer 2 Tala memiliki 4 variasi yang dibedakan berdasarkan warna dan prefiks.

7. TONGA 100 Pa'anga 2008

Negara kepulauan Tonga juga terletak di Pasifik selatan, tidak jauh dari Samoa. Bergambar kepala negara King George Tupou V dengan pakaian kebesarannya. Uang berwarna dominan merah ini dicetak oleh TDLR dan harga saat ini sekitar $135 atau dua kali harga nominal.

Perhatikan jendela transparan yang memberikan gambar berbeda bila diletakkan pada latar belakang gelap (kiri) dan terang (kanan).


8. BERMUDA 2, 5, 10, 20, 50 dan 100 Dollars 2009

Bermuda mengeluarkan sekaligus 6 pecahan uang hybrid yang sangat indah. Bergambar aneka binatang berwarna warni dengan format vertikal. Mungkinkah uang negara kita bisa sebagus uang ini? Bermuda mengeluarkan 6 pecahan hybrid sekaligus pada 1 Januari 2009

9. PAPUA NEW GUINEA 100 Kina 2008

PNG telah mengeluarkan 11 macam uang polymer dan 1 jenis uang hybrid, merupakan salah satu negara yang memiliki uang polymer terbanyak selain Rumania (13 jenis) dan Brunei (12 jenis). Menampilkan gambar gedung Parlemen di bagian tengah dengan lambang negara PNG berupa burung Cendrawasih di bagian kiri atas. Uang ini terdiri dari 3 variasi yaitu bernomor seri jalan, Specimen bernomor seri BPNG0000000 dan uncut satu sheet utuh. Harga versi beredarnya sekitar US$80.

10. MONGOLIA 20.000 Tugrik 2009

Dengan gambar muka Genghis Khan, uang hybrid ini memiliki jendela transparan yang sangat menarik. Bila diletakkan di latar belakang terang, jendela memperlihatkan angka nominal yaitu 20000, tetapi bila diletakkan di latar belakang gelap maka angka 20000 akan berubah menjadi simbol mata uang Mongolia yaitu MT (Mongolian Tugrik).

11. Gibraltar 100 Pounds 2010

Uang ini merupakan uang hybrid terbaru. Diluncurkan beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 11 Mei 2011. Dengan gambar muka Queen Elizabeth II, dan dominasi warna ungu, uang ini memuat berbagai fitur keamanan terkini.

Tulisan GOVERMENT OF GIBRALTAR dan ONE HUNDRED POUNDS akan terasa kasar bila diraba. Tanda air berupa gambar Queen Elizabth II akan terlihat di sisi kanan bila uang diterawang. Selain itu yang paling menonjol adalah pita metal selebar 18 mm yang bila dihadapkan pada lampu akan terlihat gambar kastil, fitur ini dikenal sebagai Optiks, sebuah terobosan dari Thomas De La Rue. Selain itu bila sisi depan uang dihadapkan pada lampu UV maka pita akan berpendar kekuningan. Dan sebagai ciri khas hybrid, tentu saja uang ini memiliki jendela transparan yang akan tampak bila diletakkan pada latar belakang gelap.

Pita Optiks akan berpendar bila dihadapkan pada lampu UV

Beberapa negara lain juga telah mengeluarkan uang hybrid, contohnya Jamaica, Tajikistan, Mauritania, Swatziland dan Oman. Semuanya merupakan uang-uang terbaru dengan gambar-gambar yang sangat menarik. Karena belum terlalu banyak dan bernilai tidak terlalu tinggi maka saat ini adalah saat yang tepat untuk segera mengoleksi uang hybrid.

Uang Pertama Bank Indonesia

Senin, 24 Oktober 2011

Menurut sejarah, Bank Indonesia berdiri sejak 1 Juli 1953 dan uang pertama yang dikeluarkan adalah seri kebudayaan, yang ditandatangani oleh gubernurnya yang pertama yaitu Mr. Sjafruddin Prawiranegara.


Gubernur BI pertama (1953-1958)

Tanggal edar seri ini bervariasi dari 2 Juli 1953 (satu hari setelah BI berdiri) sampai dengan 25 Januari 1955 :
Rp. 5 dan Rp. 10 diedarkan mulai 2 Juli 1953 dan ditarik 16 Januari 1961
Rp.100 diedarkan mulai 16 Desember 1953 dan ditarik 15 Desember 1961
Rp. 25 diedarkan mulai 8 Juni 1954 dan ditarik 16 januari 1961
Rp. 50 diedarkan tanggal 13 Agustus 1954 dan ditarik tanggal 16 Januari 1961
Rp. 1000 diedarkan mulai 23 November 1954 sampai 7 Agustus 1958
Rp. 500 diedarkan terakhir yaitu 25 Januari 1955 sampai 21 September 1959

Tanggal edar yang berbeda-beda mungkin dikarenakan seri ini dicetak oleh percetakan yang berlainan. Tercatat ada 3 percetakan yang ikut berpartisipasi yaitu :
  1. Thomas De La Rue, percetakan besar dari Inggris (pecahan Rp.5)
  2. Percetakan Kebajoran NV (pecahan Rp.10 dan Rp.25)
  3. Johan Enschede en Zonen asal Belanda (semua pecahan kecuali Rp.5)
Seri kebudayaan termasuk sangat digemari karena memiliki nominal yang lengkap dari 5 sampai dengan 1000 rupiah, juga memiliki gambar yang sangat indah yang mencerminkan kebudayaan Indonesia yang pada saat itu baru saja merdeka.

Uang Pertama Bank Indonesia

Pecahan 5 rupiah seri kebudayaan ini merupakan uang pertama yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Bergambar RA kartini di bagian muka dan corak tumbuhan di bagian belakang. Gambar pada uang ini memiliki arti yang sangat mendalam:

RA Kartini sebagaimana yang telah kita ketahui adalah seorang pahlawan wanita yang sangat dikagumi, beliau menuliskan kumpulan surat2 yang diterbitkan oleh Balai Pustaka di tahun 1922 berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran. Dengan terbitnya surat2 Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian Belanda, dan pemikiran2 Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Presiden Sukarno menetapkan Kartini sebagai pahlawan nasional pada tanggal 2 Mei 1964 dan menjadikan hari kelahirannya tanggal 21 April sebagai hari Kartini.

Bagian muka pecahan 5 rupiah seri kebudayaan

Sedangkan di bagian belakang, terdapat gambar dari corak pohon yang menyerupai pohon kehidupan yaitu kalpataru. Kata kalpataru berasal dari kata 'kalp' yang berarti ingin atau keinginan dan 'taru' yang berarti pohon. Jadi kalpataru berarti pohon yang dapat mengabulkan keinginan manusia. Lukisan ini terdapat pada candi-candi seperti pada Borobudur, Pawon, Mendut dan Prambanan.



Bentuk Penggambaran Kalpataru

Berdasarkan mitologi, pohon ini memiliki ciri antara lain daun-daunnya selalu berwarna hijau, berbunga indah dengan bau yang semerbak, berbuah penuh dengan berbagai ratna mutu manikam, mempunyai ratusan rantai emas dan untaian mutiara yang bergantungan di dahannya. Perhatikan gambar pada uang, diantara dahan-dahannya terdapat untaian mutiara.

Untaian mutiara pada pohon kehidupan
Selain itu digambarkan juga bahwa di dekat pohon terdapat berbagai binatang sebagai penjaga terhadap kesucian pohon itu. Perhatikan gambar sepasang ular yang menjaga kesucian pohon.


Kadang di sekeliling pohon juga diberi pagar atau tembok untuk memelihara kesuciannya. Di atas pohon sering pula ditaruh payung yang berfungsi untuk melindungi pohon itu dari terik matahari dan hujan. Walaupun kalpataru digambarkan memiliki ciri-ciri seperti disebutkan di atas, akan tetapi dalam penggambarannya dalam bentuk relief, tidak semua ciri dapat ditampakkan. biasanya hanya ciri-ciri yang bersifat konkrit saja yang dapat digambarkan, misalnya adanya pundi-pundi, pengapit, untaian manik-manik, dan permata, serta hiasan payung.

Kadang-kadang, dalam penggambarannya ini ada salah satu komponen yang dihilangkan ataupun diganti dengan komponen yang lain. Kemungkinan ini terjadi karena para seniman memiliki kebebasan dalam mengembangkan kreativitasnya sepanjang tidak melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

Cerita di atas hanyalah menjelaskan sebagian kecil saja dari makna yang terkandung di dalam pecahan 5 rupiah seri kebudayaan. Banyak sekali cerita2 lainnya yang bila dijelaskan dengan panjang lebar tidak akan pernah habis. Siapa yang pertama kali mencetuskan ide, pemilihan gambar, perancang, pelukis dan segudang pertanyaan lainnya. Salah satu pertanyaan yang masih mengganjal di benak para kolektor adalah pertanyaan berikut:

"Bila ternyata Bank Indonesia baru berdiri di tahun 1953, mengapa seri kebudayaan ini mempunyai tahun tercetak 1952? Padahal menurut catatan sejarah pada tahun tersebut Bank Indonesia belum ada, yang ada adalah De Javasche Bank"

Sebuah pertanyaan yang mungkin akan tetap ada selamanya.

Cara Menyimpan Uang Kuno

Minggu, 23 Oktober 2011


Sebenarnya tidak ada perlakuan khusus untuk menyimpan uang kertas, yang penting adalah terlindung dari debu, air, panas dan cahaya. Setiap uang kertas dimasukkan ke dalam plastik pelindung yang kaku dan tidak mengandung asam sehingga uang tidak berubah warna dan tetap terlindung dalam jangka waktu yang lama.

Apalagi bila semua sisinya di segel (seal) dengan rapat maka dapat dipastikan uang tersebut akan lebih awet lagi. Ingat JANGAN PERNAH melaminating uang kertas !!! Semua uang kertas yang dilaminating akan menurunkan kualitas dan harganya hingga mencapai nilai yang sangat rendah.
Keempat sisi di segel/seal dengan alat pemanas

Plastik semacam ini sangat sulit ditemukan di negara kita, biasanya di jual di toko-toko uang kuno di Singapore, merek yang terkenal adalah Lighthouse. Dijual dalam jumlah seratus lembar dengan ukuran bermacam-macam. Harga berkisar Rp.5000 s/d Rp. 10000 perlembarnya.

Tetapi bila kita tidak memiliki plastik semacam ini, kita juga bisa memasukkannya langsung ke folder yang disediakan khusus untuk uang kertas. Ada dua jenis folder yaitu yang berisi 3 lembar dan yang 2 lembar. Folder semacam ini mudah ditemukan di toko buku Gramedia ataupun di toko2 penjual uang kuno. Biasanya di jual per 5 lembar seharga Rp. 20.000 s/d Rp.25.000,-. Ada yang transparan sehingga kedua sisi uang bisa kelihatan, ada juga yang hitam sehingga hanya satu sisi saja yang kelihatan.


Folder isi 2

Folder isi 3

Setelah itu folder bisa dimasukkan ke dalam map/album yang bentuk dan warnanya beraneka macam. Ada yang terbuat dari karton tebal, plastik, dan ada pula yang dari kulit, semuanya mempunyai kotak pelindung. Harga album semacam ini juga bervariasi dari Rp.50.000,- sampai jutaan rupiah. Semakin antik tentu semakin mahal. Bila tidak mau yang khusus dapat dipergunakan map plastik yang tersedia di toko-toko buku. Untuk pembelian Album Uang Kuno bisa menghubungi nomor +628113600069.

Album terbuat dari karton tebal dapat memuat sekitar 30 lembar folder

Sebaiknya semua uang kertas yang kita beli langsung dimasukkan ke dalam plastik pelindung ataupun folder sehingga tidak terpapar dengan debu dan cahaya terlalu lama, setelah itu langsung masukkan ke dalam album. Kalau kita rajin boleh juga ditambahkan sedikit keterangan tentang uang tersebut, misalnya deskripsi uang, kualitas, tanggal pembelian, harga pembelian dan keterangan-keterangan lain yang berhubungan, sehingga kita menjadi ingat kembali bila suatu saat kita membuka-buka album tersebut.

Setiap uang yang telah kita beli harus kita rawat sebaik-baiknya, karena uang kuno semakin hari akan semakin langka sehingga mungkin saja barang yang kita beli dikemudian hari harganya akan menjadi berlipat-lipat. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah JANGAN sekali-kali memanipulasi atau merekondisi uang kertas, misalnya dengan cara menggosok atau menekannya untuk menghilangkan tekukan, atau mencucinya dengan cairan pembersih atau menambal lubang yang terdapat pada uang kertas, atau tindakan-tindakan lainnya sehingga membuat uang kertas seakan-akan menjadi lebih baik. Tindakan ini semua hanya akan merusak uang, dan menurunkan kualitasnya, apalagi jika kita menjualnya lagi tanpa memberitahukan tindakan yang telah kita lakukan kepada pembelinya. Berarti kita telah melakukan manipulasi atau penipuan terhadap si pembeli.

Maka dari itu telitilah sebelum membeli, perhatikan dengan seksama apakah uang tersebut telah direkondisi atau dimanipulasi, dan sebaiknya kita hanya membeli dari penjual yang bisa dipercaya serta berani memberikan garansi.

Definisi Uang Polymer

Kamis, 20 Oktober 2011

Sebagai alat pembayaran, uang kertas telah dikenal sejak lama sekali. Diperkirakan uang kertas pertama dibuat sekitar abad ke 10 semasa pemerintahan Dinasti Song di China. Karena uang kertas merupakan benda yang bernilai ekonomis, maka sering kali dipalsukan. Karena itu fitur keamanan uang kertas selalu berkembang dan mengalami perbaikan dari masa ke masa. Uang kertas perdana memakai stempel sebagai fitur keamanan yang utama, disusul dengan penggunaan kertas berbahan khusus yang tidak mudah dibuat oleh pihak lain.

Sedikit demi sedikit fitur keamanan ditambah, mulai dari tanda air (watermark), kode pada nomor serinya, benang pengaman, tinta berpendar, cetak intaglio, dan sederet fitu-fitur lainnya. Tetapi dengan kemajuan teknologi, kemampuan para pemalsu juga meningkat sehingga fitur keamanan harus terus diperbaiki dan ditambah secara terus menerus.

Uang Polymer
Sebagai salah satu alternatif untuk meminimalkan pemalsuan, RBA (Reserve Bank of Australia) pada tahun 1988 mulai mempergunakan bahan polymer sebagai bahan dasar pengganti kertas. Selain sulit dipalsukan, bahan polymer memiliki banyak keuntungan yang tidak mungkin didapatkan pada bahan kertas. Antara lain adalah daya tahannya yang tinggi, uang polymer tahan terhadap kekerasan mekanik seperti sobekan, tahan karat, tahan air sehingga tidak berubah walaupun terkena banjir atau tercuci. Tidak heran walaupun biaya cetaknya 2 kali lipat lebih mahal dibandingkan uang kertas, tetapi usia uang polymer 4-5 kali lipat lebih lama.

Semua fitur keamanan yang terdapat pada uang kertas bisa diterapkan pada uang polymer, termasuk cetak intaglio, micro printing, watermark ataupun penggunaan benang pengaman. Selain itu uang polymer memiliki keistimewaan khusus yang tidak mungkin ditemukan pada uang kertas yaitu lubang atau jendela transparan serta hologram. Dengan banyaknya keistimewaan tersebut maka tidak heran saat ini sudah puluhan negara menggunakan uang polymer sebagai pengganti uang kertasnya.

Uang polymer pertama di dunia, dikeluarkan pada 27 Januari 1988 oleh Australia

Dengan banyaknya negara yang mempergunakan uang polymer maka timbul kolektor-kolektor baru yang khusus mengumpulkan uang polymer, bahkan saat ini katalog uang polymer pun sudah diperbaharui dan dicetak ulang sampai beberapa edisi. Katalog ini mutlak dimiliki oleh para pecinta uang polymer dan bisa dibeli di Ebay dengan harga sekitar S$20.

Berbagai contoh uang polymer
Mengumpulkan uang polymer memiliki keasyikan tersendiri, selain relatif masih mudah ditemukan, harganya juga tidak terlalu mahal. Hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah saja kita sudah bisa memiliki uang polymer berbagai negara. Saat ini harga uang polymer bernominal tertinggi adalah Brunei 10.000 Ringgit yang dijual dikisaran US$11.000. Hanya beberapa gelintir kolektor yang memiliki uang ini dan kita sungguh beruntung bisa melihatnya.

Brunei 10000 Ringgit 2006, uang polymer pecahan terbesar sekaligus termahal

Uang polymer termahal berikutnya adalah Haiti yang berbahan dasar serat polyethylene dan dipatenkan oleh Du Pont dengan merek dagang Tyvek. Sayangnya tinta yang dipergunakan tidak kompatibel dengan bahan dasarnya sehingga uang ini cepat memudar dan tidak beredar lama. Saat ini Haiti tyvek merupakan primadona dan kunci dari seluruh uang polymer, setara dengan seri wayangnya uang Netherlands Indies. Selembar uang Haiti tyvek pecahan yang paling umum ditemukan (2 gourdes) berharga sekitar Rp.3 juta rupiah. Padahal pada masanya (1980an) uang ini hanya bernilai tidak lebih dari belasan ribu rupiah saja.

Haiti tyvek 2 gourdes

Para kolektor polymer tidak pernah kehabisan bahan koleksi karena setiap waktu ada saja pecahan-pecahan baru yang diterbitkan. Saat ini para kolektor sedang menunggu keluarnya edisi terbaru uang-uang polymer dari berbagai negara seperti Canada, Vanuatu, Swiss dan sebagainya. Disinilah letak perbedaannya, para kolektor polymer berburu uang yang baru diterbitkan (masih berlaku), sedangkan para kolektor uang kuno biasa berburu uang yang telah lama diterbitkan alias tidak berlaku lagi.

Variasi uang polymer
Jangan berpikir uang polymer hanya memiliki sedikit variasi. Sama seperti uang kertas, uang polymer juga memiliki berbagai variasi seperti :
  1. Perbedaan tanda tangan
  2. Perbedaan tahun penerbitan
  3. Prefiks awal atau akhir
  4. Nomor cantik
  5. Berbagai jenis specimen atau proof
  6. Misprint, miscut dan lain sebagainya
Mari kita lihat salah satu contoh Thailand 50 Bath 1997 (Pick 102) yang dikutip dari buku katalog World Polymer Banknotes 2nd edition karangan Peter Eu, Ben Chiew dan Stane Straus.

S berarti SPECIMEN, terdapat 4 variasi dan 3 diantaranya N/C (Not Confirmed)
R berarti Regular issu, terdapat 4 variasi tanda tangan (R1-R4)
Variasi R1 terdiri dari 2 first prefiks (0A dan 0B)
Z berarti replacement, terdiri dari 3 variasi dan dimulai dengan prefiks S
Angka paling kanan menyatakan harga dalam US$

Dengan variasi yang cukup banyak, para kolektor polymer terutama yang menyukai tantangan, tidak akan pernah kehabisan bahan. Karena itu apa lagi yang ditunggu? Mulailah sekarang juga mengumpulkan uang polymer agar tidak ketinggalan. Ingat pecinta uang polymer bukan cuma dari negara kita saja, tetapi berasal dari seluruh dunia. Artinya kita bersaing dengan para kolektor mancanegara untuk mendapatkan uang-uang polymer terbaru, sehingga harga akan cepat membumbung tinggi.

Uang Indonesia Edisi Gunting Sjafruddin

Minggu, 16 Oktober 2011

Pemerintahan RIS baru saja berdiri, tetapi jumlah uang yang beredar sudah mencapai angka 3,9 milyar rupiah. Jumlah tersebut dianggap berlebihan karena pemerintah menargetkan uang beredar hanya sekitar 2,5 milyar rupiah atau sekitar 6 kali lipat dari posisi tahun 1938. Oleh karena itu pemerintah RIS harus mengambil tindakan mengurangi jumlah uang beredar sampai setengah dari jumlah yang ada.

Karena pada waktu itu pemerintah belum mampu mencari sumber pembiayaan dari pasar, maka menteri keuangan Mr. Sjafruddin Prawiranegara memilih tindakan pembersihan uang yang drastis, dengan sekali pukul menghasilkan dua keuntungan :
  1. Langsung mengurangi jumlah uang beredar
  2. Menghasilkan pinjaman sekitar 1,5 milyar rupiah

Tindakan pembersihan uang yang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. PU/1 pada tanggal 19 Maret 1950 ini dikenal sebagai Gunting Sjafruddin (Syafruddin cut), karena dilakukan dengan cara menggunting uang menjadi 2 bagian.

Uang kertas yang terkena gunting adalah pecahan 5 gulden ke atas yang pada waktu itu masih dipergunakan oleh masyarakat, sedangkan uang Jepang (JIM), ORI dan ORIDA tidak terkena aturan tersebut. Mari kita lihat jenis-jenis uang yang terkena gunting Sjafruddin yaitu :

1. Semua pecahan seri JP Coen, mulai dari 5 gulden sampai dengan 1000 gulden

2. Semua pecahan seri wayang mulai dari 5 gulden sampai dengan 1000 gulden

3. Seri NICA pecahan 5 sampai dengan 500 gulden

4. Seri Federal 1946 pecahan 5 violet, 10 hijau dan 25 merah

Uang-uang kertas yang digunting dibedakan menjadi 2 bagian yaitu kiri dan kanan.

Bagian KIRI :

Tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai setengah dari nilai semula. Dalam jangka waktu yang telah ditentukan (22 Maret sd 16 April 1950), bagian kiri uang dapat ditukar dengan uang baru yang diterbitkan oleh De Javasche Bank berupa pecahan 1/2, 1 dan 2,5 gulden. Ketiga pecahan baru tersebut dikenal sebagai seri Federal III tahun 1948. Sebelumnya pecahan di bawah 5 gulden bukan diterbitkan oleh DJB melainkan oleh pemerintah Hindia Belanda (seri munbiljet).

Bagian kiri dapat ditukar dengan uang baru bernilai 1/2 dari nominal semula

Seri Federal III 1948 merupakan seri yang diterbitkan sebagai pengganti bagian kiri uang yang dipotong. Tidak lama kemudian untuk mengisi kekosongan, dikeluarkan seri Federal I 1946 pecahan lainnya (5 coklat, 10 ungu, 25 hijau, 50, 100, 500 dan 1000 gulden) Jadi sebenarnya seri Federal I 1946 terdiri dari 2 jenis yang diedarkan pada saat yang berbeda :
Pecahan 5 violet, 10 hijau dan 25 merah yang terkena gunting Sjafruddin dan pecahan-pecahan lainnya yang diedarkan belakangan dan tidak terkena gunting. Tidak heran pecahan yang terkena gunting lebih sulit ditemukan dalam keadaan utuh dan tentunya berharga lebih mahal.

Bagian KANAN :

Bagian ini dapat ditukarkan dengan obligasi pemerintah senilai 1/2 dari harga uang semula. Obligasi ini berjangka waktu 40 tahun dengan bunga 3% pertahun. Walaupun dapat ditukarkan, tetapi masyarakat pada waktu itu banyak yang masih belum mengerti sehingga bagian kanan uang hanya disimpan di bawah bantal. Hal inilah yang menyebabkan mengapa banyak bagian kanan yang masih tersisa sampai saat ini.

Bagian kanan ditukarkan obligasi dengan nilai 1/2 nominal

Obligasi pemerintah ini dikeluarkan dalam nominal 100, 500 dan 1000 rupiah, didalamnya terdapat Petikan Keputusan Menteri Keuangan tanggal 19 maret 1950 No. PU/2. Serta 43 buah kupon yang dapat digunting serta ditukarkan di semua kantor De Javasche Bank.

Obligasi pemerintah dengan nominal 1000 rupiah

Petikan Keputusan Menteri Keuangan No. PU/2 tanggal 19 Maret 1950

Kupon tahunan sebanyak 43 lembar dengan tingkat suku bunga 3%

Tiap kupon memiliki tanggal, tahun dan nilai nominal, untuk obligasi 100 rupiah tiap kupon bernilai R 3.- (3 rupiah), R 15.- untuk obligasi 500 rupiah dan R 30.- untuk obligasi 1000 rupiah. Selain itu setiap kupon memiliki nomor urut dari 1 sampai dengan 43. Nomor urut 1 artinya kupon tersebut dapat ditukarkan di kantor DJB pada tanggal 1 September 1951, nomor urut 2 dapat ditukarkan pada tanggal 1 September 1952 dan seterusnya sampai dengan nomor urut 43 pada 1 September tahun 1993. Tetapi siapa sih yang kerajinan setiap tahun menukarkan kupon2 tersebut? Rata-rata obligasi yang ada hanya terpakai 2-10 lembar kupon saja, bahkan ada yang masih utuh belum terpakai sama sekali.


Contoh kupon obligasi 1000 rupiah, tiap kupon bernilai R 30.- (30 rupiah). Perhatikan tanggal, tahun dan nomor urut di bagian kiri atas

Akibat adanya kebijaksanaan ini sangat banyak uang-uang kertas DJB yang terkena imbasnya, sampai saat inipun seringkali kita menemukan uang-uang kertas DJB pecahan besar hanya setengah sisinya saja. Tentu hal ini sangat mengurangi nilai uang tersebut, tetapi bagaimanapun juga kebijaksanaan gunting Sjafruddin merupakan bagian dari sejarah negara kita. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Mari kita berharap semoga kejadian seperti ini tidak pernah terulang kembali.

Fakta Unik Tentang Tanda Baca

Sabtu, 15 Oktober 2011

1. Tanda Tanya (?)
Pada awalnya, dalam bahasa latin, untuk mengindikasikan pertanyaan, orang harus menuliskan kata “Questio” di akhir kalimat untuk menandakan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat tanya. Maka untuk menghemat tempat, kata tersebut akhirnya disingkat menjadi qo, yang kemudian dimampatkan lagi menjadi huruf q kecil diatas huruf o, yang akhirnya makin lama makin habis menjadi titik dan garis mirip cacing, persis seperti tanda tanya kita sekarang.

2. Tanda Seru (!)
Seperti tanda tanya, awalnya juga dimulai dengan menumpuk huruf. Tanda ini berasal dari kata dalam bahasa Latin “io” yang berarti “seruan kegembiraan”. ketika huruf i ditulis diatas huruf o, lama-lama dipersingkat seperti tanda seru kita sekarang ini.

3. Tanda Sama Dengan (=)
Ditemukan oleh ahli matematika Inggris Robert Recorde pada 1557, dengan pemikiran seperti ini (dalam bahasa Inggris kuno) “I will settle as I doe often in woorke use, a paire of paralleles, or Gmowe [i.e., twin] lines of one length, thus : , bicause noe 2 thynges, can be more equalle.” atau terjemahannya: “Aku akan menggunakan tanda ini seperti biasanya, sepasang garis sejajar, atau kembar dengan panjang yang sama, karena tidak ada dua hal lagi yang bisa lebih sama dengan dua garis sejajar ini.” Tanda sama dengan asli temuan Robert setidaknya 5 kali lebih panjang dari yang kita kenal sekarang.

4. Ampersand (&)
Simbol ini adalah bentuk stilir dari “et” dalam bahasa Latin yang berarti “Dan.” Tanda ini ditemukan oleh Marcus Tullius Tiro, seorang penulis dari abad pertama di Roma. Nama Ampersand baru diberikan setelah 17 abad kemudian. Pada awal 1800-an, murid sekolah belajar simbol ini sebagai huruf ke 27 setelah Z, tapi masih tanpa mana. Jadi di awal 1800-an ini mereka belaar ABC dengan “and per se, and” yang berarti “&” dan kemudian karena saking cepatnya dibaca, akhirnya menjadi “ampersand”

5. Octothorp (#)
Nama aneh untuk tanda penomoran ini datang dari kata “Thorpe”, kata dalam bahasa Normandia Kuno untuk desa atau tanah pertanian yang sering ditemui dalam bahasa Inggris untuk nama tempat. AWalnya digunakan untuk pembuatan peta, yang berarti desa yang di kelilingi delapan pertanian. Karena delapan (octa) dan pertanian (thorpe), maka muncul nama ini, Octothorp

6. Tanda Dollar ($)
Pemerintah Amerika baru menerbitkan uang mereka sendiri pada 1794, dan pada waktu itu masih menggunakan mata uang dunia lama – peso – atau Dollar Spanyol. Koin 1 Dollar Amerika pertama persis sekali seperti uang Peso Spanyol, baik berat maupun nilainya, jadi mereka mengambil singkatan yang sama: Ps. Makin lama perkembangannya, huruf P ditulis menimpa S, dan kemudian mulai lingkaran diatas P tadi dibuang, jadi hanya huruf S yang ditimpa dengan garis vertikal.
 

Most Reading

Popular Posts